TRIBUN-MEDAN.COM,- Di momen akhir pekan seperti sekarang ini, Anda dapat menyaksikan film bergenre keluarga berjudul Dear You.
Film China yang disutradarai dan ditulis oleh Lan Hongchun ini mengangkat kisah keluarga, pengorbanan, migrasi warga Tionghoa ke Asia Tenggara, serta kekuatan surat sebagai penghubung orang-orang yang terpisah oleh jarak dan waktu.
Film berdurasi sekitar 119 menit ini tayang di sejumlah bioskop Indonesia sejak 7 Agustus 2026, dan ada juga yang mulai tayang pada hari ini, Sabtu 8 Agustus 2026.
Baca juga: Sinopsis Film Deep Water 2026: Perjuangan Bertahan Hidup Usai Kecelakaan Pesawat
Dari pengamatan Tribun-medan.com, film ini sebahagian besar menggunakan bahasa Teochew, dialek yang berasal dari kawasan Chaoshan, Guangdong.
Hal menarik dari film ini adalah pemerannya bukan aktor profesional.
Film ini dibintangi Li Sitong, Wang Yantong, Wu Shaoqing, Zheng Runqi, Wang Xiaohui, serta aktris Thailand Usha Seamkhum.
Cerita berpusat pada Ye Shurou, dalam sejumlah transliterasi disebut Iap Sogriu, seorang perempuan tua asal Shantou, Tiongkok.
Baca juga: Film ‘Djamin Setia Selamanya’ Tayang Serentak 1 Oktober di Bioskop, Simak Sinopsis dan Pemerannya
Selama puluhan tahun, ia menunggu kabar dari suaminya, Zheng Musheng, yang pergi ke Asia Tenggara pada masa perang saudara Tiongkok.
Musheng meninggalkan Shurou dan anak-anak mereka demi menghindari wajib militer.
Setelah tiba di Asia Tenggara, ia sempat mengirimkan surat dan uang kepada keluarganya melalui sistem qiaopi.
Tradisi ini bukan sekadar surat pribadi, melainkan surat yang biasanya disertai kiriman uang dari para perantau Tionghoa untuk keluarganya di kampung halaman.
Baca juga: 6 Drama Korea Agustus 2026 Beserta Sinopsis dan Jadwal Tayang
Namun, komunikasi tersebut tiba-tiba terputus.
Musheng tidak pernah kembali ke Shantou.
Keluarga kemudian menduga bahwa ia telah menikah lagi di Thailand dan membangun kehidupan baru bersama keluarga lain.
Dugaan itu semakin kuat setelah Shurou menerima foto Musheng bersama orang lain.
Karena tidak mengetahui kebenaran sebenarnya, ia menganggap suaminya telah meninggalkan keluarga dan melupakan janji pernikahan mereka.
Baca juga: Sinopsis Film Jumanji: Open World yang Bakal Rilis Desember 2026
Puluhan tahun kemudian, cucu Shurou, Xiaowei, disebut juga Hiou-ui dalam pelafalan Teochew mengalami masalah keuangan.
Ia terlilit utang dan berada dalam tekanan dari para penagih.
Mendengar cerita bahwa kakeknya telah menjadi orang kaya raya di Thailand, Xiaowei memutuskan pergi ke sana.
Ia berharap dapat menemukan Musheng dan meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah utangnya.
Baca juga: Sinopsis Drama Korea Horor Juli 2026: Spooky in Love dan The East Palace, Siap Bikin Tegang Penonton
Dengan berbekal surat-surat qiaopi lama, Xiaowei berusaha menelusuri jejak sang kakek.
Ia membayangkan akan menemukan seorang lelaki tua yang sukses, memiliki banyak harta, serta mungkin mendirikan sekolah dan membantu masyarakat di Thailand.
Akan tetapi, pencarian itu justru membawanya pada kenyataan yang sama sekali berbeda.
Setelah tiba di Thailand, Xiaowei menemukan bahwa Zheng Musheng telah lama meninggal.
Ia tidak pernah menjadi miliarder seperti yang diyakini keluarga di Shantou.
Baca juga: Sinopsis The East Palace yang Dibintangi Roh Yoon Seo: Dayang Istana yang Bisa Melihat Arwah
Musheng ternyata meninggal di Thailand pada 1960 setelah mengalami kecelakaan ketika bekerja di sebuah kapal.
Sebelum kematiannya, ia bertemu Xie Nanzhi, seorang perempuan Tionghoa-Thailand yang tinggal dan bekerja di lingkungan komunitas Tionghoa di Bangkok.
Musheng dan Nanzhi memiliki hubungan yang erat, tetapi bukan kisah cinta romantis seperti yang mungkin dibayangkan.
Keduanya terhubung oleh rasa saling menghargai, persahabatan, dan kepedulian terhadap keluarga yang berada jauh di seberang lautan.
Baca juga: Sinopsis A Shop for Killers Season 2, Pertarungan Jeong Ji-an dengan Babylon yang Penuh Ketegangan
Sebelum meninggal, Musheng memang berusaha tetap mengirimkan qiaopi untuk Shurou dan anak-anaknya.
Namun, setelah kematiannya, Nanzhi memilih merahasiakan kabar tersebut.
Ia melanjutkan pengiriman surat dan uang atas nama Musheng.
Selama hampir 18 tahun, Nanzhi menulis surat seolah-olah surat itu berasal dari Musheng.
Ia juga mengirimkan uang, makanan, hadiah, dan berbagai kebutuhan keluarga ke Shantou.
Dengan cara tersebut, ia berusaha menjaga agar keluarga Musheng tetap bertahan hidup sekaligus mempertahankan harapan Shurou.
Nanzhi sebenarnya tidak pernah mengenal Shurou secara langsung.
Ia hanya mengetahui bahwa ada seorang istri dan anak-anak yang menunggu Musheng di Tiongkok.
Keputusan Nanzhi untuk meneruskan surat-surat tersebut membuatnya harus mengorbankan banyak hal dalam hidup.
Ia bukan hanya menulis pesan-pesan penuh perhatian, tetapi juga memastikan kiriman uang tetap sampai kepada keluarga Musheng.
Perbuatan itu menjadi “kebohongan” yang sangat panjang, tetapi bukan dilakukan untuk keuntungan pribadi.
Nanzhi ingin menjaga perasaan Shurou dan memastikan keluarga tersebut tidak kehilangan dukungan dari orang yang mereka cintai.
Melalui penelusuran Xiaowei, keluarga di Shantou akhirnya mengetahui bahwa surat-surat yang selama ini mereka terima bukan lagi dikirim oleh Musheng.
Semua surat itu ditulis oleh seorang perempuan yang bahkan tidak pernah mereka temui.
Lantas, bagaimana kisah lengkapnya?
Anda dapat menyaksikannya di bioskop yang ada di kota Anda.(ray/tribun-medan.com)