Tribunlampung.co.id, Ungaran - Kasus tewasnya bos konter Royal Phone, Candra Waskito (25), di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, memasuki babak baru.
Baca Juga: Bos Konter HP di Ambarawa Ditemukan Tewas di Mobil, Tempat Usahanya Berantakan
Kurang dari 48 jam setelah kejadian, polisi mengamankan dua terduga pelaku yang diduga berkaitan dengan kasus perampokan dan pembunuhan tersebut.
Candra diketahui ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz.
Kasus ini bermula setelah empat orang mendatangi konter Royal Phone pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurut keterangan saksi bernama Nurul, tiga orang kemudian meninggalkan lokasi.
Sementara satu orang lainnya, yang merupakan pemilik konter, masih berada di dalam.
Setelah itu, Candra tidak dapat dihubungi hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Penanganan kasus tersebut kemudian dilakukan jajaran Satreskrim Polres Semarang bersama Subdit Jatanras Ditreskrimum dan Tim Inafis Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana membenarkan bahwa dua terduga pelaku telah diamankan pada Jumat (7/8/2026).
"Kami sudah menangkap terduga pelaku, atas dukungan kerja sama dengan Subdit Jatanras Ditreskrimum serta Inafis Ditreskrimum Polda Jateng," ujar Bodia, Jumat (7/8/2026) malam.
Meski dua orang telah diamankan, polisi belum mengungkap identitas maupun peran masing-masing terduga pelaku.
Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap secara utuh perkara yang menewaskan bos konter Royal Phone tersebut.
"Kami masih melaksanakan pengembangan terkait perkara tersebut," kata Bodia.
Polisi juga belum membeberkan motif di balik dugaan perampokan dan pembunuhan tersebut.
Bodia mengatakan informasi lebih lengkap akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan terhadap para terduga pelaku selesai.
"Untuk lengkapnya selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh dan jadwal press release," ujarnya.
Polres Semarang selanjutnya akan menyampaikan perkembangan kasus tersebut melalui konferensi pers resmi.
Polres Semarang mengungkap sejumlah temuan dalam penyelidikan kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan bos konter Royal Phone, Candra Waskito (25).
Selain menemukan bercak darah, petugas menemukan serpihan tulang di lokasi kejadian di Ambarawa.
Sementara di lokasi penemuan korban, polisi menemukan 53 unit telepon seluler yang masih berada di dalam mobil korban di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, korban ditemukan mengalami luka di bagian belakang kepala.
Namun, penyebab pasti luka tersebut masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.
"Kalau pemeriksaan di TKP, di konter ditemukan bercak darah, kemudian juga ada serpihan tulang. Dugaan sementara serpihan tersebut merupakan bagian dari tulang kepala korban, tetapi saat ini kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang," ujar AKBP Heru, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026).
Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan barang-barang yang hilang dibawa terduga pelaku.
Di dalam mobil Honda Jazz milik korban yang berada di wilayah Gubug, Grobogan, polisi mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di bagian belakang kendaraan.
"Di dalam mobil itu juga ditemukan beberapa unit handphone, kurang lebih sekitar 53 unit yang masih tertinggal di dalam kendaraan," katanya.
Terkait dugaan penganiayaan terhadap korban, AKBP Heru menyebut, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian, termasuk apakah luka di kepala disebabkan oleh benda tajam atau benda tumpul.
"Untuk luka di kepala, nanti kami pastikan setelah hasil autopsi keluar. Begitu hasilnya diterima, akan segera kami sampaikan," ujarnya.
Sumber: TribunJateng.com