TRIBUNSOLO.COM, SOLO – TPAAF Solo Series menjadi salah satu ajang futsal bergengsi yang mempertemukan tim putra dan putri tingkat SMA/SMK sederajat dari wilayah Solo Raya, Jawa Tengah.
Turnamen tersebut merupakan Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) Solo Series, yang digelar untuk memberikan wadah bagi pelajar dalam menunjukkan kemampuan terbaiknya di cabang olahraga futsal.
TPAAF Solo Series dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 18 Agustus 2026 di GOR UTP Solo, Rejosari, Tundungan, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar.
Baca juga: Technical Meeting TPAAF Solo Digelar, Tim Futsal Putra dan Putri Bersiap Perebutkan Tiket ke Spanyol
Kompetisi ini diikuti puluhan sekolah yang telah melalui proses pendaftaran dan seleksi peserta.
Pada kategori putra, terdapat 24 sekolah yang ambil bagian. Sementara kategori putri diikuti 6 sekolah, sehingga secara keseluruhan terdapat 30 sekolah yang siap bersaing dalam TPAAF Solo Series 2026.
Selain menjadi ajang perebutan prestasi di tingkat regional, TPAAF Solo Series juga menawarkan kesempatan lebih besar bagi pemain yang mampu menunjukkan performa terbaik.
Sebanyak 12 pemain putra terbaik series nasional nantinya akan dipilih untuk mendapatkan kesempatan mewakili Team Tribun PAAF mengikuti tour ke Spanyol.
Kesempatan tersebut membuat TPAAF Solo Series tidak sekadar menjadi turnamen antarsekolah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pencarian dan pengembangan talenta futsal muda.
TPAAF Solo Series merupakan turnamen futsal putra dan putri antarsekolah tingkat SMA/SMK sederajat se-Solo Raya.
Ajang ini mempertemukan para pemain muda dari berbagai sekolah untuk berkompetisi secara sportif sekaligus mengembangkan pengalaman bertanding.
Pertandingan tidak hanya menjadi tempat bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga menjadi ruang bagi pelatih dan tim untuk menguji strategi serta mental bertanding.
Menariknya, performa pemain dalam kompetisi ini juga dapat menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih luas.
Pemain yang dinilai memiliki kemampuan dan performa terbaik berpeluang mendapatkan kesempatan mengikuti trial ke Spanyol melalui rangkaian TPAAF.
Dengan demikian, TPAAF Solo Series memiliki nilai lebih dibandingkan turnamen pelajar pada umumnya karena memberikan peluang bagi talenta terbaik untuk melanjutkan pengalaman ke level internasional.
TPAAF Solo Series 2026 akan dilaksanakan selama delapan hari, yakni 11-18 Agustus 2026.
Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung di GOR UTP Solo.
Sebelum kompetisi dimulai, panitia bersama pihak terkait telah melakukan berbagai persiapan, termasuk technical meeting dan drawing grup.
Technical Meeting TPAAF Solo digelar di GOR UTP Surakarta pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri manajemen Tribun Solo, Asosiasi Futsal Kota (AFK) Surakarta, serta perwakilan seluruh tim peserta.
Salah satu pembahasan utama dalam technical meeting adalah regulasi pertandingan.
Danang, perwakilan Tribun sekaligus penanggung jawab TPAAF Solo, menyampaikan sejumlah aturan umum yang perlu dipahami pemain, pelatih, dan official sebelum pertandingan berlangsung.
Pembahasan regulasi tersebut menjadi bagian penting agar seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai aturan kompetisi.
Technical meeting TPAAF Solo tidak hanya membahas aturan pertandingan.
Panitia juga memberikan pembekalan mengenai technical supporter dan tata tertib suporter kepada perwakilan sekolah peserta.
Koordinator suporter dari masing-masing sekolah diberikan pemahaman mengenai berbagai aturan yang harus dipatuhi selama memberikan dukungan kepada tim.
Hal tersebut menjadi perhatian karena atmosfer pertandingan tidak hanya dibangun oleh pemain di lapangan.
Dukungan suporter dari tribun juga menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen. Karena itu, panitia menekankan agar dukungan tetap diberikan secara tertib dan sportif.
Sekretaris AFK Surakarta, Andrian Martgatha Kasih, mengatakan persiapan TPAAF Solo sejauh ini berjalan lancar.
Menurutnya, tim futsal putra dan putri beserta suporter telah menyepakati aturan yang disampaikan panitia.
“Untuk persiapan Tribun Putih Abu-Abu Futsal ini sudah berjalan lancar. Dimulai dari technical meeting peserta sekolah putra dan putri, kemudian dilanjutkan dengan suporter. Semuanya sudah commit dengan aturan dan regulasi yang dibuat panitia dan bisa dikatakan 90 persen semuanya siap melaksanakan itu,” ujar Andrian.
Ia mengatakan masih terdapat sejumlah pertanyaan dari peserta dalam technical meeting.
Namun, pertanyaan tersebut tidak mengubah kesepakatan seluruh peserta untuk mengikuti regulasi yang telah ditetapkan.
“Mungkin ada beberapa hal yang ditanyakan, tapi semuanya sudah commit dan sudah sepakat pada technical meeting sore hari ini,” katanya.
Setelah technical meeting, persiapan TPAAF Solo Series berlanjut ke tahap drawing.
Total terdapat 30 sekolah yang mengikuti kompetisi, terdiri dari 24 tim putra dan enam tim putri.
Untuk kategori putra, 24 sekolah dibagi ke dalam delapan grup, mulai Grup A hingga Grup H.
Berikut pembagian grup kategori putra:
Grup A
Grup B
Grup C
Grup D
Grup E
Grup F
Grup G
Grup H
Sementara itu, kategori putri diikuti enam sekolah yang terbagi dalam dua grup.
Grup A Putri
Grup B Putri
Setelah pembagian grup dilakukan, masing-masing tim memiliki waktu untuk mematangkan persiapan sebelum pertandingan dimulai.
TPAAF Solo Series bukan hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara.
Kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk memperlihatkan kemampuan terbaik di hadapan pelatih, penyelenggara, dan pihak yang terlibat dalam pengembangan futsal.
Andrian berharap seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik selama turnamen.
Menurutnya, kontribusi positif tidak hanya diharapkan dari pemain, tetapi juga dari pelatih dan suporter.
“Kita berharap di ajang turnamen ini semua peserta bisa menampilkan yang terbaik, baik permainan, pemain, pelatih maupun suporter,” ungkap Andrian.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan TPAAF Solo Series tidak hanya berfokus pada hasil akhir pertandingan.
Sportivitas, permainan yang baik, sikap pelatih, hingga perilaku suporter juga menjadi bagian penting dalam kompetisi.
Salah satu hal yang membuat TPAAF Solo Series menarik adalah adanya kesempatan bagi pemain terbaik untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Persaingan di TPAAF Solo tidak berhenti pada turnamen tingkat regional.
Andrian menyebut pemain yang mampu menunjukkan performa terbaik memiliki peluang mendapatkan kesempatan trial ke Spanyol.
“Event ini tidak hanya di event regional saja, tetapi masih ada lanjutan. Pemain yang bagus akan mendapatkan kesempatan trial ke Spanyol,” jelas Andrian.
Dalam rangkaian series nasional, nantinya akan dipilih 12 pemain putra terbaik untuk mendapatkan kesempatan mewakili Team Tribun PAAF mengikuti tour ke Spanyol.
Kesempatan tersebut tentu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal sejak pertandingan pertama.
Bagi pemain muda, pengalaman mengikuti kompetisi dengan persaingan ketat sekaligus peluang menuju panggung internasional dapat menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan karier mereka.
Dengan selesainya technical meeting dan drawing, seluruh peserta kini mulai mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
TPAAF Solo Series 2026 akan dimulai pada Selasa, 11 Agustus 2026 dan berlangsung hingga 18 Agustus 2026 di GOR UTP Solo.
Sebanyak 30 sekolah akan bersaing dalam kategori masing-masing dengan membawa target dan ambisi berbeda.
Ada tim yang mengincar gelar juara, ada pula pemain yang ingin membuktikan kemampuan sekaligus membuka peluang menuju tahapan berikutnya.
Dengan adanya kesempatan trial ke Spanyol bagi pemain terbaik, TPAAF Solo Series diharapkan menjadi panggung bagi lahirnya talenta futsal muda dari Solo Raya dan daerah lainnya.
Seluruh peserta kini tinggal menunggu pertandingan dimulai dan membuktikan kemampuan mereka di lapangan.
(*)