WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - SPBU COCO Abdul Muis 31.102.02 masih ditutup setelah kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam.
SPBU tersebut berada persis di sebelah gedung yang terbakar.
Penutupan dilakukan demi keamanan mengingat proses penanganan dan pemeriksaan pascakebakaran masih berlangsung.
Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com, Sabtu (8/8/2026) pagi, sejumlah petugas SPBU tampak membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang berserakan hingga masuk ke halaman SPBU.
Pintu masuk SPBU juga masih ditutup dan diberi garis tanda larangan masuk.
Sebuah mobil losbak terlihat berada di area SPBU untuk mengangkut serpihan dan material sisa kebakaran.
Petugas juga terlihat membersihkan serpihan kebakaran yang jatuh hingga ke bagian atap ruangan service kendaraan di area SPBU.
Salah satu petugas SPBU mengatakan kegiatan pembersihan dilakukan sejak pagi setelah lokasi dinyatakan aman untuk dibersihkan.
Sementara itu, warga yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU tersebut terpaksa diminta putar balik.
Jalan Abdul Muis di sekitar lokasi kebakaran juga masih ditutup.
Penutupan akses jalan dilakukan demi keamanan karena masih ada sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) yang berada di sekitar lokasi untuk proses pendinginan dan penanganan pascakebakaran.
Perwira Piket Gulkarmat Jakarta Pusat, Karnawan, mengatakan, proses pendinginan masih dilakukan pada Sabtu pagi.
Petugas juga melakukan overhaul untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
"Hari ini proses pendinginan, dilakukan overhaul dikarenakan masih ada titik-titik hawa panas yang masih ada, jangan sampai terlewat nanti timbul kebakaran kembali," kata Karnawan.
Menurut Karnawan, jumlah unit pemadam kebakaran yang masih berada di lokasi telah berkurang dibandingkan saat awal penanganan.
Saat kebakaran pertama kali ditangani, sebanyak 35 unit dikerahkan ke lokasi.
Namun, pada Sabtu pagi, masih ada sekitar 24 unit yang melakukan penanganan.
Terkait sumber api, Karnawan menyebut informasi awal mengarah ke lantai 11 gedung yang sedang dalam proses renovasi.
Namun, ia menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan.
Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).
"Informasi awal diduga dari lantai 11 dari adanya renovasi, untuk kepastiannya menunggu hasil penyelidikan dari Puslabfor," kata Karnawan.
Dalam kebakaran tersebut, hingga Sabtu pagi belum ada laporan penambahan korban.
Karnawan menyebut hanya ada satu orang yang dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korban mengalami sesak napas dan kemudian mendapat penanganan medis.
Korban diketahui merupakan seorang pekerja dan setelah dievakuasi, korban dibawa ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan perawatan.
Karnawan menambahkan, gedung yang terbakar merupakan gedung perkantoran yang digunakan oleh sejumlah instansi pemerintahan.
"Ini kan gedung Kemenkumham, jadi ada beberapa perkantoran, banyak instansi pemerintahan yang berkantor di gedung Kemenkumham," katanya.
Proses Pendinginan
Sementara itu, proses pendinginan ditargetkan dapat diselesaikan pada Sabtu pagi.
Petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang tertinggal.
"Untuk pendinginan jangan sampai ada nyala api lagi," kata Karnawan.
Hingga Sabtu pagi, situasi di sekitar Gedung Bapenda DKI masih dalam penanganan petugas.
Aktivitas di SPBU COCO Abdul Muis 31.102.02 juga belum kembali normal karena lokasi masih terdampak penutupan dan pembersihan material sisa kebakaran.
Warga yang hendak melintas maupun mengisi bahan bakar di SPBU tersebut masih diminta mengikuti arahan petugas dan mencari jalur alternatif demi keselamatan. (m27)