TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan promotif dan preventif melalui deteksi dini berbagai penyakit sebelum berkembang ke tahap yang lebih serius.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya di seluruh puskesmas.
Layanan yang disediakan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, status gizi, hingga skrining penyakit tertentu yang disesuaikan dengan kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, ibu hamil, hingga lanjut usia (lansia).
Mengusung semangat "Cegah Dini dan Tuntaskan Pengobatan", program CKG bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak lagi menunggu sakit untuk berobat, melainkan rutin memeriksakan diri sebagai tindakan pencegahan.
Baca juga: 2 Puskesmas di Kota Sorong Mulai Terapkan Program CKG, 8 Akan Menyusul
Di Kabupaten Sorong, implementasi Program CKG menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Berdasarkan data pada Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) milik Kementerian Kesehatan RI, cakupan layanan CKG di Kabupaten Sorong hingga pertengahan Juli 2026 telah menjangkau sebanyak 6.166 warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Ronney Kalesaran, mengatakan pelaksanaan Program CKG terus digencarkan di seluruh puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sorong.
"Hingga kemarin data cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026 mencapai 6.166 orang sesuai data pada aplikasi ASIK," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Ronney Kalesaran di Kabupaten Sorong, Jumat (7/8/2026).
Evaluasi Layanan dan Kendala Digitalisasi
Menurut Ronney, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) secara rutin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan agar cakupan pelayanan terus meningkat.
Ronney menjelaskan, salah satu tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah sistem pelaporan melalui aplikasi ASIK, khususnya pada pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Sorong Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa Gratis di Puskesmas
Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah sekolah yang belum terdaftar dalam sistem aplikasi, sehingga hasil pemeriksaan kesehatan belum dapat dicatat secara digital.
"Pelayanan tetap dilakukan. Namun apabila sekolah yang diperiksa belum terdaftar dalam aplikasi ASIK, maka pencatatan dilakukan secara manual sambil menunggu pembaruan sistem dari Kementerian Kesehatan RI," ujar Kalesaran.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat maupun peserta didik karena pemeriksaan kesehatan tetap berjalan sesuai jadwal.
Maksimalkan Pencegahan Penyakit, Budayakan Pola Hidup Sehat
Ronney menegaskan, tujuan utama Program CKG yaitu untuk meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi pasien berkembang menjadi lebih berat.
Menurutnya, banyak penyakit tidak menular yang dapat diketahui sejak awal melalui pemeriksaan kesehatan rutin, sehingga peluang kesembuhan maupun pengendalian penyakit menjadi jauh lebih baik.
Salah satu contoh adalah kanker serviks, yang apabila ditemukan pada stadium awal memiliki peluang penanganan yang lebih tinggi dibandingkan jika baru diketahui setelah muncul gejala berat.
"Selama ini masyarakat umumnya datang ke fasilitas kesehatan setelah muncul keluhan. Melalui Program CKG ini kita ingin mengubah pola tersebut, yaitu melakukan deteksi sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang," katanya.
Ia menambahkan, sasaran Program Cek Kesehatan Gratis sangat luas karena mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa, ibu hamil, hingga lanjut usia.
Khusus bagi peserta didik, pemeriksaan kesehatan dilaksanakan melalui kunjungan tenaga kesehatan dari puskesmas ke sekolah-sekolah berdasarkan koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Selain mendeteksi penyakit, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, menjaga status gizi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Sorong: Temuan 1.003 Kasus TB Adalah Bukti Keberhasilan Program Skrining Aktif
Program Cek Kesehatan Gratis diharapkan dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat, yaitu membiasakan diri untuk memeriksa kondisi kesehatan sebelum muncul keluhan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan CKG yang tersedia di seluruh puskesmas sehingga derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sorong dapat terus meningkat.
"Melalui Program Cek Kesehatan Gratis ini kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan deteksi dini, penyakit bisa diketahui lebih cepat, pengobatan dapat dilakukan lebih awal, dan kualitas hidup masyarakat pun akan semakin baik," kata Ronney Kalesaran.
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah RI dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dengan semakin meningkatnya partisipasi masyarakat, diharapkan angka kesakitan akibat penyakit yang dapat dicegah dapat terus ditekan, sekaligus mewujudkan masyarakat Kabupaten Sorong yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)