Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Fenomena menarik terjadi di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Sebanyak 270 warga memilih mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos) setelah rumah mereka dipasangi stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” sebagai penanda penerima bantuan.
Langkah tersebut dilakukan secara sukarela karena sebagian warga merasa tidak lagi layak menerima bansos atau keberatan dengan pemasangan tanda tersebut di rumah mereka.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang menerapkan pemasangan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” di rumah penerima bantuan sosial.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang, Helmi Johan, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi warga yang mengundurkan diri sepanjang tahun 2026.
Pengunduran diri tersebut tidak lepas dari penerapan program pemasangan stiker "Keluarga Miskin" yang sebelumnya mulai dilakukan di Desa Kuto Rejo.
Baca juga: Jembatan Kampung Bogor Sempit Kerap Picu Macet ke Wisata Kabawetan Kepahiang Bakal Dibangun Baru
Kebijakan tersebut mampu mendorong munculnya kesadaran masyarakat yang merasa sudah tidak layak lagi menerima bantuan pemerintah.
"Pasti ada dampaknya dari program pemasangan stiker, dibuktikan dengan beberapa warga mundur setelah kegiatan pemasangan stiker di Desa Kuto Rejo," jelas Helmi.
Meski demikian, pelaksanaan program pemasangan stiker selanjutnya diserahkan kepada masing-masing pemerintah desa.
Hal itu dilakukan karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah yang saat ini masih menerapkan kebijakan efisiensi belanja.
"Untuk program pemasangan stiker ini kita kembalikan ke desa untuk menjalankannya, karena kondisi anggaran kita yang terbatas atau efisiensi ini," pungkas Helmi.