UT Bandar Lampung Kembangkan Oleh-oleh Abon Tongkol Khas Pahawang untuk UMKM Naik Kelas
Reny Fitriani August 08, 2026 05:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Pesawaran - Potensi laut Desa Wisata Pahawang, Kabupaten Pesawaran, kini didorong untuk memiliki nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Universitas Terbuka (UT) Bandar Lampung mendampingi pelaku UMKM mengembangkan Abon Ikan Tongkol Pahawang sebagai produk unggulan sekaligus calon oleh-oleh khas destinasi wisata bahari tersebut.

Program yang didukung pendanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka ini berlangsung pada 5–6 Agustus 2026 di Balai Pertemuan Dusun Kalangan, Desa Pahawang.

Kegiatan melibatkan pelaku UMKM, pemerintah desa, mahasiswa KKN, serta mitra dari pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Pengembangan abon ikan tongkol tidak sekadar diarahkan untuk menghasilkan produk pangan baru. Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari upaya memperpanjang rantai manfaat ekonomi pariwisata Pahawang agar kunjungan wisatawan turut memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha dan masyarakat setempat.

Ketua Tim PkM UT Bandar Lampung Dr. Welli Yuliatmoko, S.T.P., M.Si., mengatakan Pahawang memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar, tetapi masih membutuhkan produk oleh-oleh yang mampu merepresentasikan identitas lokal.

“Wisatawan datang menikmati keindahan Pahawang, tetapi belum memiliki buah tangan yang benar-benar merepresentasikan identitas desa. Melalui inovasi Abon Ikan Tongkol Pahawang, kami ingin menghadirkan produk lokal yang berkualitas sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Dari Hasil Laut Menjadi Produk Bernilai Tambah

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen UT Bandar Lampung tidak hanya memberikan pelatihan teknis pembuatan abon.

Para pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan mengenai aspek penting dalam pengembangan produk, mulai dari standar mutu, penerapan SNI, perizinan BPOM, sertifikasi halal, hingga desain kemasan yang menarik dan memiliki daya saing.

Pendampingan tersebut diarahkan agar Abon Ikan Tongkol Pahawang tidak berhenti sebagai produk hasil pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi produk komersial yang memenuhi standar dan siap dipasarkan kepada wisatawan maupun konsumen di luar Pahawang.

Dengan memanfaatkan ikan tongkol sebagai bahan baku lokal, produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Komitmen untuk menjadikan program ini berkelanjutan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara UT Bandar Lampung dan Pemerintah Desa Pahawang pada hari kedua kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, UT Bandar Lampung juga menyerahkan bantuan peralatan kepada UMKM dan organisasi masyarakat desa untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi.

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, LPPM ITERA, perangkat daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran memberikan apresiasi terhadap kolaborasi tersebut. Dalam sambutan Bupati Pesawaran yang dibacakan Camat Marga Punduh, pemerintah daerah menilai sinergi perguruan tinggi dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing Desa Wisata Pahawang melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.

Dukungan juga disampaikan LPPM ITERA sebagai mitra kolaborasi. Sinergi antarperguruan tinggi dinilai dapat memperluas dampak program pengabdian sekaligus memastikan inovasi yang dikembangkan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Pahawang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UT Bandar Lampung yang menjadikan Pahawang sebagai mitra binaan. Ia berharap pendampingan dapat terus dilakukan, tidak berhenti pada pelatihan, hingga Abon Ikan Tongkol Pahawang benar-benar mampu menjadi ikon oleh-oleh yang dikenal wisatawan dari berbagai daerah.

Pengembangan Abon Ikan Tongkol Pahawang menjadi gambaran bagaimana perguruan tinggi dapat hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara UT Bandar Lampung, pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, mahasiswa, dan pelaku UMKM, potensi hasil laut Pahawang diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkuat identitas Desa Wisata Pahawang.

Ke depan, Abon Ikan Tongkol Pahawang diharapkan bukan hanya menjadi produk UMKM, tetapi tumbuh sebagai buah tangan khas Pahawang yang dibawa pulang wisatawan, memperluas pasar produk lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Pesawaran.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.