Tribunlampung.co.id, Jakarta - Amukan si jago merah menghanguskan bagian atas Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Kebakaran Rumah di Polman Menewaskan Tiga Orang, 40 Personel Damkar Padamkan Api
Peristiwa kebakaran hebat yang melanda lantai 11 hingga 16 tersebut sempat diwarnai kepanikan, saat percikan api mendadak muncul kembali di lantai 8 sekitar pukul 09.50 WIB.
Kejadian penyalaan ulang di sudut lantai 8 itu terbilang tak terduga, lantaran fokus awal kobaran api sebelumnya terkonsentrasi di area lantai atas.
Beruntung, kewaspadaan tinggi jajaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta membuat titik api susulan tersebut berhasil dijinakkan secara cepat dalam kurun waktu sepuluh menit.
Setelah penyiraman intensif dilanjutkan, proses pendinginan total seluruh area terdampak akhirnya dinyatakan tuntas pada pukul 12.05 WIB.
Kendati demikian, kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan teknis guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengonfirmasi dinamika penanganan kebakaran yang sempat mengalami penyalaan ulang tersebut di lokasi kejadian.
"Ya, tadi sempat terjadi penyalaan kembali pukul 09.50 WIB di lantai 8. Alhamdulillah teman-teman bisa padamkan dalam waktu 10 menit," ujar Bayu Meghantara, Sabtu (8/8/2026).
Bayu memaparkan bahwa kobaran api utama dalam musibah ini melalap secara masif deretan fasilitas Bapenda DKI mulai dari lantai 11 hingga lantai 16.
Penyebab awal munculnya si jago merah hingga kini belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap penyelidikan dan olah TKP oleh tim kepolisian.
"Penyebabnya belum tahu, pihak kepolisian tadi sudah mulai mengecek terkait rekonstruksi di lapangan," jelasnya.
Mengingat dampak kerusakan fisik pascakebakaran serta faktor keselamatan (safety), Bayu menilai gedung Bapenda DKI Jakarta kemungkinan besar belum bisa dipakai berkantor pada Senin mendatang.
Dua unit armada pemadam kebakaran bersama sepuluh personel masih ditugaskan bersiaga di lokasi untuk memantau potensi timbulnya titik panas susulan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal melakukan inspeksi keandalan bangunan terlebih dahulu sebelum mengizinkan para pegawai Bapenda kembali beraktivitas secara normal.