TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Pesawaran - Universitas Terbuka (UT) Bandar Lampung menggelar empat program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Nasional di Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Pesawaran.
Kegiatan ini sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan tata kelola desa yang dilaksanakan 5-6 Agustus 2026.
Tema yang diusung "Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan UMKM, Pendidikan dan Penguatan Tata Kelola Desa Berkelanjutan Desa Binaan Pahawang."
Direktur UT Bandar Lampung Dra. Sri Ismulyaty, M.Si mengatakan, PKM yang dilaksanakan merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat, khususnya di desa wisata.
"Melalui kegiatan PKM ini, UT kembali mempertegas komitmen dan perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang aktif memberikan kontribusi nyata mendukung program pembangunan pemerintah, khususnya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan kewirausahaan," katanya.
Empat program yang dilaksanakan meliputi pemberdayaan UMKM melalui inovasi pangan fungsional berbasis sumber daya laut lokal, pengembangan digitalisasi dan kewirausahaan usaha mikro kecil, pendampingan hukum terpadu bagi UMKM, serta pendampingan literasi dan numerasi kontekstual berbasis kearifan lokal pesisir bagi siswa SD dan SMP.
Program pemberdayaan UMKM diarahkan pada pemanfaatan potensi sumber daya laut lokal menjadi produk pangan bernilai tambah. Masyarakat mendapatkan penyuluhan sekaligus praktik pengolahan produk berbahan baku ikan.
Selain pelatihan, UT juga menyerahkan bantuan peralatan produksi abon untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Sementara itu, program digitalisasi dan kewirausahaan menyasar pelaku usaha mikro kecil, kelompok sadar wisata (pokdarwis), serta masyarakat Desa Pulau Pahawang.
Pelatihan diberikan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk, menyusun strategi pemasaran digital, serta memanfaatkan lokapasar (marketplace) untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Sri Ismulyaty mengatakan, potensi wisata Pulau Pahawang harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
"Melalui digitalisasi kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menciptakan, mengelola dan memasarkan produk secara mandiri ke pasar yang lebih luas," ujarnya.
Ia berharap sinergi perguruan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat dapat mendorong Pulau Pahawang bertransformasi menjadi desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berbasis ekonomi digital.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UT juga menyerahkan bantuan perangkat elektronik berupa laptop dan komputer untuk mendukung kegiatan promosi, pengembangan bisnis, kewirausahaan, serta aktivitas masyarakat lainnya.
Kegiatan PKM Nasional UT di Pulau Pahawang turut dihadiri unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, perguruan tinggi mitra Institut Teknologi Sumatera (Itera), serta masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang diwakili Camat Marga Punduh menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap kegiatan UT memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kepala Desa Pulau Pahawang Ahmad Salim juga mengapresiasi kehadiran UT dan berharap program pendampingan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan potensi desa.
Melalui empat program tersebut, UT Bandar Lampung berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan Desa Pulau Pahawang, tidak hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, digitalisasi usaha, perlindungan hukum, dan peningkatan kualitas pembelajaran masyarakat desa.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)