Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto meminta kepala sekolah dan pelaksana di tingkat bawah serius menjalankan Program Revitalisasi Sekolah yang digulirkan pemerintah pusat.
Rachmat mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar mengikuti petunjuk teknis dalam pelaksanaan program tersebut.
Hal itu disampaikannya menyusul adanya Program Revitalisasi Sekolah di Bengkulu Tengah yang pada 2026 ini mendapat kuota sebanyak 30 sekolah melalui anggaran APBN.
Menurutnya, Program Revitalisasi Sekolah memiliki tujuan yang baik karena diarahkan untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan yang menjadi kebutuhan sekolah.
Mulai dari gedung sekolah, toilet atau WC, ruang belajar, perpustakaan hingga sarana dan prasarana lainnya.
Baca juga: TPP ASN Bengkulu Tengah Dipastikan Aman Dibayar 12 Bulan, Bupati: Jangan Khawatir
Namun, Rachmat mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut dilakukan sesuai aturan sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
"Jangan sampai program revitalisasi ini, yang memang niatnya bagus, ingin memperbaiki gedung sekolah, ingin memperbaiki WC sekolah, ingin memperbaiki ruang belajar, ingin memperbaiki perpustakaan dan segala macam, ini menjadi masalah nantinya," ujarnya.
Seluruh pihak tidak perlu bekerja di luar ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan revitalisasi.
Ia meminta kepala sekolah maupun pelaksana mengikuti arahan pembimbing teknis yang telah ditugaskan untuk mendampingi pelaksanaan program.
"Saya minta kita ikuti petunjuk. Kita punya pembimbing teknis, maka ikuti semua petunjuk dari pembimbing teknisnya," tegas Rachmat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Tengah Erriyanto mengatakan daerah tersebut memperoleh kuota Program Revitalisasi Sekolah sebanyak 30 sekolah pada 2026.
Dari jumlah tersebut, lima sekolah telah mulai berproses pada tahap pertama, yakni SMP Negeri 17, SMP Negeri 22, SD Negeri 59, SD Negeri 80 dan SD Negeri 81 Bengkulu Tengah.
Sementara sekolah lainnya akan mendapatkan pelaksanaan revitalisasi secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran APBN.