BANGKAPOS.COM, BANGKA – Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka Tengah melalui Program Kemitraan Wilayah (PKW) bertajuk “Intervensi Gizi Terpadu di Desa Lokus Stunting Bangka Tengah”.
Program tersebut diawali dengan pelatihan yang diikuti 48 kader Posyandu dari Desa Tanjung Gunung, Batu Belubang, Mangkol, Pedindang, dan Benteng serta empat tenaga kesehatan Puskesmas Benteng di Aula Gedung A Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang, Jumat (7/8/2026).
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang, Eka Safitri Yanti, M.Keb., mengatakan peningkatan keterampilan kader penting untuk memperkuat peran Posyandu dalam pemantauan pertumbuhan dan edukasi gizi di masyarakat.
“Kami ingin kader tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan saat mendampingi ibu dan balita di Posyandu. Setelah pelatihan ini, kader diharapkan mampu mendeteksi masalah gizi sejak dini serta memberikan edukasi yang tepat kepada keluarga mengenai pemenuhan gizi dan pemberian makan bayi dan anak,” kata Eka Safitri.
Pelatihan yang merupakan kolaborasi Jurusan Kebidanan dan Gizi ini memadukan teori dan praktik.
Peserta belajar mengenali masalah gizi, berlatih memplot grafik pertumbuhan berdasarkan Buku KIA, serta mempelajari Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
Mereka juga berlatih menggunakan Lembar Balik Kader Tanggap Gizi, media yang membantu menyampaikan informasi mengenai pertumbuhan anak, pencegahan stunting, dan pemberian makan sesuai tahapan usia.
Peserta turut diperkenalkan dengan Gerbang Stunting, media skrining sederhana untuk membantu mendeteksi tinggi badan anak berdasarkan usia.
Media tersebut diharapkan memudahkan kader mengenali anak yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari tenaga kesehatan.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik penyusunan menu MPASI di Laboratorium Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang.
Peserta menyusun menu untuk kelompok usia 6–8 bulan, 9–11 bulan, dan 12–23 bulan, sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam menyiapkan contoh menu sesuai kebutuhan dan tahapan perkembangan anak.
Kepala Puskesmas Benteng, Martha Kristina, S.K.M., menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia mengatakan Desa Tanjung Gunung hingga kini masih menjadi lokus stunting, sementara Desa Batu Belubang yang sebelumnya berstatus lokus telah berhasil keluar dari status tersebut.
“Kami berharap kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang terus berlanjut untuk memperkuat upaya penurunan stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Martha Kristina.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang kader mengatakan materi dan praktik yang diberikan menambah pengalaman sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya dalam memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga di Posyandu.
“Kegiatannya seru, materinya mudah dipahami, dan praktiknya sangat membantu. Kami jadi lebih percaya diri saat memberikan edukasi kepada ibu-ibu di Posyandu,” kata Martha.
Setelah pelatihan, tim pengabdian akan turun ke lima desa mitra untuk mendampingi kader dalam penerapan keterampilan yang telah diperoleh.
Langkah ini diharapkan semakin memperkuat peran kader dan kualitas layanan Posyandu dalam mendukung zero stunting serta menurunkan berbagai permasalahan gizi di Kabupaten Bangka Tengah. (*/E0)