Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit UPTD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh diminta memperkuat peran organisasi dalam mendukung program sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
Plt Ketua DWP Kabupaten Aceh Barat, Cut Zulfahnur Syafitri, menyampaikan hal tersebut saat melantik pengurus DWP Unit UPTD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh masa bakti 2026-2030 di aula rumah sakit setempat, Sabtu (8/8/2026).
Zulfahnur mengatakan, keberadaan DWP tidak hanya berkaitan dengan kegiatan internal organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung terwujudnya keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.
Menurutnya, sebagai organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, serta sosial budaya, DWP harus mampu menyusun program yang relevan dengan kebutuhan anggota sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia menitipkan empat hal kepada kepengurusan baru DWP Unit UPTD RSUD Cut Nyak Dhien. Pertama, membangun organisasi yang solid, tertib administrasi, dan akuntabel.
Kedua, menyusun program kerja yang aktif, inovatif, dan sesuai kebutuhan anggota. Ketiga, memperkuat silaturahmi dan kekompakan antaranggota.
Baca juga: Bupati Aceh Barat Rombak Struktur Dewas dan Komite RSUD Cut Nyak Dhien
Keempat, membangun kolaborasi dengan DWP Kabupaten Aceh Barat maupun pemangku kepentingan lainnya dalam kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
“Seluruh Unit DWP di Aceh Barat harus menyelaraskan program kerja dengan arah pembangunan daerah.
Sebagai organisasi yang menjadi mitra strategis pemerintah, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian visi pembangunan Aceh Barat,” kata Zulfahnur.
Khusus DWP yang berada di lingkungan rumah sakit, ia berharap aspek kepedulian sosial menjadi identitas utama dalam melahirkan berbagai inovasi.
Menurutnya, lingkungan rumah sakit memiliki ruang yang luas bagi DWP untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Zulfahnur juga mengingatkan pengurus agar membangun pola kerja kolektif.
Setiap program, kata dia, harus lahir dari komunikasi dan kolaborasi seluruh pengurus, bukan bertumpu pada individu tertentu.
Baca juga: Dua Perwira Polresta Banda Aceh Masih Jalani Pemeriksaan di Mabes Polri, Kasus Masih Ditutup Rapat
“Seluruh pengurus harus bekerja sebagai satu tim. Tidak ada program yang hasilnya hanya karena satu orang, tetapi karena adanya sinergi, komunikasi, saling menghargai, dan semangat gotong royong,” ujarnya.
Pengurus DWP Unit UPTD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh masa bakti 2026-2030 dipimpin Yuli Akbar Siregar sebagai ketua, didampingi Debi Mali sebagai Wakil Ketua I dan Sri Darlis Munandar sebagai Wakil Ketua II.
Sementara posisi sekretaris dijabat Era Fitria, Wakil Sekretaris Ivany Dini Octary, Bendahara Diah Lestari Ardian, dan Wakil Bendahara Cut Asmanidar.(sb)