GIANYAR, TRIBUN-BALI.COM – Kemacetan lalu lintas di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, semakin parah dalam beberapa hari terakhir.
Memasuki musim kunjungan wisatawan atau high season, volume kendaraan yang masuk ke kawasan wisata tersebut meningkat sejak pagi hingga malam hari.
Antrean kendaraan bahkan mengular di sejumlah ruas jalan utama Ubud.
Kondisi ini membuat perjalanan wisatawan maupun masyarakat lokal menjadi lebih lambat karena kendaraan hanya dapat bergerak perlahan.
Berdasarkan pantauan Tribun Bali, Jumat 7 Agustus 2026, kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah titik, mulai dari Peliatan, Pengosekan, Singakerta hingga kawasan pusat Ubud.
Tak hanya ruas jalan utama, sejumlah jalur alternatif yang biasanya menjadi pilihan pengendara untuk menghindari kemacetan juga mengalami kepadatan.
Di beberapa titik, kendaraan bahkan sempat nyaris tidak bergerak.
Baca juga: Kronologi Dua WNA India Bawa 10,1 Kg Ganja ke Bali, Dikemas dalam Kotak Makanan dan Mainan
Kondisi lalu lintas yang semakin padat tersebut dipicu oleh sejumlah faktor. Salah satunya peningkatan volume kendaraan seiring masuknya kawasan Ubud ke periode high season kunjungan wisatawan.
Pada saat bersamaan, sejumlah ruas jalan mengalami penutupan maupun penyempitan akibat pekerjaan pemeliharaan jalan. Kondisi tersebut membuat kapasitas jalan yang dapat dilalui kendaraan menjadi berkurang.
Selain proyek pemeliharaan jalan, kegiatan adat berupa prosesi ngaben di sejumlah lokasi juga menyebabkan terjadinya pengalihan arus lalu lintas.
Dengan kondisi jalan di kawasan Ubud yang relatif sempit, peningkatan volume kendaraan ditambah pengurangan kapasitas jalan membuat antrean kendaraan semakin panjang.
Pengendara roda dua maupun roda empat pun harus bersabar karena kendaraan bergerak dengan kecepatan sangat rendah. Bahkan, di sejumlah ruas, arus lalu lintas sempat nyaris berhenti.
Pengendara Keluhkan Kemacetan Semakin Panjang
Salah seorang pengendara, I Made Sutama, mengaku kemacetan yang terjadi kali ini terasa lebih panjang dibandingkan kondisi pada hari-hari biasa.
Menurutnya, pengalihan arus akibat pekerjaan perbaikan jalan serta prosesi ngaben membuat kendaraan menumpuk di ruas jalan lainnya.
"Selain meningkatnya aktivitas masyarakat, penutupan sejumlah ruas jalan untuk prosesi ngaben membuat kendaraan dialihkan ke jalur lain. Di saat bersamaan, pekerjaan perbaikan jalan juga mengurangi kapasitas ruas yang dapat dilalui kendaraan sehingga antrean semakin panjang," ujarnya.
Dishub Gianyar Atensi Kemacetan Ubud
Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Arthawan, membenarkan adanya peningkatan kepadatan lalu lintas di kawasan Ubud sejak awal Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut telah menjadi perhatian petugas karena Ubud saat ini memasuki periode high season kunjungan wisatawan.
"Sejak awal Agustus kami bersama Polsek Ubud sudah mengatensikan personel karena saat ini sudah memasuki high season kunjungan wisatawan ke Ubud. Dari pantauan di lapangan, volume kendaraan memang mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa," kata Arthawan.
Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab kemacetan. Pengalihan arus lalu lintas akibat pekerjaan pemeliharaan jalan dan kegiatan adat ngaben juga turut memperparah kepadatan.
"Faktor pemicu lainnya adalah banyaknya pengalihan lalu lintas akibat pekerjaan pemeliharaan jalan yang sedang dikerjakan PUPR serta kegiatan ngaben. Kami hanya bisa memaksimalkan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan ini," ujarnya.
Dishub Gianyar bersama kepolisian terus melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang mengalami kepadatan. Pengendara yang melintas di kawasan Ubud diimbau mengantisipasi waktu perjalanan, terutama pada jam-jam padat selama periode kunjungan wisatawan.