Film Karya Sineas Anambas Diputar di Pelataran Masjid, Bupati Aneng Berharap Tembus Bioskop
Dewi Haryati August 08, 2026 06:42 PM

 


ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id
- Dua film produksi seniman lokal Kepulauan Anambas diputar di Pelataran Masjid Agung Baitul Makmur, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Jumat (7/8/2026) malam. 

Film yang ditayangkan yakni Bodet yang dirilis pada 2024 lalu dan Satu Syal Merah Putih yang baru saja menyelesaikan proses produksinya.  

Pemutaran kedua film tersebut menjadi ruang bagi sineas lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat. 

Kedua film itu disutradarai Sarman Galang yang juga Ketua Panglima Picture.

Menariknya, para pemain yang terlibat merupakan anak-anak asli Anambas yang ikut ambil bagian dalam proses produksi hingga film tersebut selesai. 

Suasana di pelataran masjid tampak ramai menjelang pemutaran film.

Masyarakat dari berbagai kalangan datang dan duduk berhadapan dengan layar yang telah disiapkan untuk menyaksikan karya sineas daerah tersebut. 

Antusiasme penonton semakin terlihat ketika film mulai diputar.

Sejumlah warga tampak menyimak jalan cerita hingga akhir, sementara anak-anak dan keluarga ikut menikmati tontonan yang dibuat oleh putra-putri daerah sendiri. 

Pemutaran film di ruang terbuka itu juga memberikan suasana berbeda.

Layar besar yang berdiri di pelataran masjid menjadi pusat perhatian warga yang malam itu memilih menghabiskan waktu dengan menikmati karya film lokal. 

Film Bodet menjadi salah satu karya yang kembali diperkenalkan kepada masyarakat setelah dirilis pada 2024.

Sementara Satu Syal Merah Putih menjadi karya terbaru yang dihasilkan para seniman Anambas. 

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengapresiasi pemutaran film tersebut.

Menurutnya, karya itu menunjukkan bahwa daerah perbatasan seperti Anambas memiliki kemampuan untuk menghasilkan film secara mandiri. 

"Ini membuktikan bahwa daerah perbatasan juga bisa memproduksi film sendiri. Kita tidak kalah dengan daerah-daerah lain, karena anak-anak kita ternyata punya kemampuan dan kreativitas yang luar biasa," ujar Aneng. 

Menurut Aneng, keberadaan karya film lokal tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat.  

Lebih dari itu, film dapat menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengangkat potensi daerah. 

Ia menilai Anambas memiliki banyak cerita yang dapat dikembangkan menjadi sebuah karya film.

Mulai dari kehidupan masyarakat pesisir, budaya Melayu, keindahan alam, hingga berbagai persoalan sosial yang terjadi di daerah kepulauan. 

"Ke depan saya berharap semakin banyak film yang diproduksi dari Anambas. Jangan hanya berhenti di sini, tetapi kita dorong agar karya-karya ini bisa dikenal lebih luas dan menembus tingkat nasional," katanya. 

Aneng bahkan berharap film produksi anak daerah tersebut suatu saat dapat masuk ke layar bioskop.  

Menurutnya, hal itu akan menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus membuktikan bahwa karya dari daerah perbatasan mampu bersaing di industri perfilman nasional. 

"Kalau memungkinkan, kita ingin film karya anak-anak Anambas ini bisa masuk bioskop. Tentunya untuk sampai ke sana perlu proses, kualitas harus terus ditingkatkan, dan kita harus memberikan dukungan kepada para sineas lokal," ucapnya. 

Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda.  

Menurutnya, dukungan terhadap seniman dan sineas lokal penting agar mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang lebih baik. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.