Reaksi Pasien BPJS Bogor Baca Hinaan Nakes Sebelum Meninggal, Adik Emosi : Bikin Saya Marah Banget
Ardhi Sanjaya August 08, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kini terungkap reaksi Yurizal Tri Chaerawan saat membawa komentar hinaan dari tenaga kesehatan (nakes) di media sosial.

Sikap tersebut semakin membuat keluarga semakin marah.

Kini ada sejumlah nakes, termasuk dokter yang telah menerima sanksi atas tindakannya pada pasien BPJS Bogor, Yurizal.

Kasus bermula ketika Yurizal dirawat di sebuah rumah sakit menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

Ia menulis pelayanan yang diterima di rumah sakit ketika menggunakan BPJS.

"8 jam blm dpt ruangan (emot sedih). Gamaus spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal di akun Threads.

Tak disangka utas tersebut justru ditanggapi dengan komentar hinaan dari para nakes.

Adik Yurizal, Maulidya mengungkap reaksi sang kakak saat mendapat hinaan tersebut.

Menurutnya kondisi semakin menurun.

Ia bahkan memutuskan untuk tidak memegang handphone.

"Akhir-akhir aku lihat HP-nya kan, itu HP-nya baterai empat persen dan masih mode pesawat," katanya saat diwawancara wartawan TribunnewsBogor.com.

Maulidya mengira baterai handphone Yurizal memang habis.

Baca juga: Ini Penampakan Makam Yurizal Pasien BPJS Asal Bogor yang Dibully Nakes, Dimakamkan Dekat Rumah

Namun kini ia memahami bahwa Yurizal sengaja mengaktifkan mode pesawat guna menghindari membawa komentar.

"Aku pikir karena baterainya habis. Ternyata mengindari baca komentar," katanya.

Hal tersebut membuat Maulidya semakin emosi dan marah.

"Makanya itu bikin saya marah banget sih," katanya.

Hanya saja emosinya berhasil diredam keluarga.

Baca juga: Sindiran Menohok Dokter Tirta Untuk Nakes yang Bully Yurizal Pasien BPJS Bogor: Jangan Jumawa!

"Cuman ya sudah, keluarga cuma bisa ikhlasin, karena kalau dipermasalahin juga kasihan almarhumnya (Yurizal) gak tenang," katanya.

Semasa hidup, Yurizal beprofesi sebagai Master of Ceremony (MC).

Dia tinggal di Kota Batu, Kabupaten Bogor.

Yurizal menghembuskan napas terakhirnya pada 31 Juli 2026.

Ia dimakamkan tak jauh dari rumahnya.

Setelah Yurizal meninggal dunia, para nakes yang menulis komentar hinaan saling berbondong membuat video permintaan maaf.

Banyak diantara mereka yang sudah menerima sanksi dari tempat bekerja.

Bahkan ada pula yang memutuskan untuk mengundurkan diri.

"Cuma tau ini minta maafnya bikin video, kayak udah, kayak gitu," kata Maulidya.

Ia tak memungkiri bahwa keluarga amat marah atas sikap para nakes di media sosial terhadap Yurizal.

Namun begitu menurut Maulidya, keluarga memilih untuk memaafkan.

"Daripada kita ngomongin mudarat gitu yah, tiba-tiba nanti kita berdoa aja, dipakai buat berdoa aja," katanya.

Ada beberapa nakes yang mengaku berniat mendatangi keluarga meminta maaf secara langsung.

Baca juga: Ikut-ikutan Beri Komentar Nirempati ke Yurizal Pasien BPJS, Dokter di Malang Diberi Sanksi Tegas

Dia mengatakan membuka pintu jika memang ada yang berniat untuk ke rumah.

"Datang silahkan, kita pun welcome. Gak akan marah-marah," katanya.

  • Sindiran Dokter Tirta

Tirta meminta agar para dokter harus belajar caranya komunikasi publik yang baik.

Hal itu guna menjaga hubungan baik dengan pasien.

"Pada dasarnya teman-teman dokter spesialis yang udah jago di bidangnya masing-masing ini jangan lelah untuk belajar mengenai teori komunikasi yang baik dan proper," katanya.

Tirta mengimbau para dokter agar menjaga ketikannya di media sosial.

Baca juga: Gaya Hedon Nakes PPPK Penghina Pasien BPJS Miskin, Liburan ke Luar Negeri, Pura-pura Jadi Owner Kafe

"Masih ingat banget di kepala saya tahun 2023 ketika saya jadi narasumber di sebuah acara kedokteran mengenai komunikasi kedokteran, itu mayoritas dokter spesialisnya selalu menggampangkan 'halah guru medsos, gampang lah, pake dikuliahin. Halah youtube ini'. Kalian itu tidak bisa menolak namanya perkembangan teknologi," ungkap Tirta.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.