Sebanyak 125 Anggota PMR di Banjar Diuji Keterampilan Pertolongan Pertama
Ratino Taufik August 08, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebanyak 125 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari tingkat SMP hingga SMA di Kabupaten Banjar mengikuti latihan gabungan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjar, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Martapura itu menjadi ajang bagi anggota PMR Madya dan Wira untuk mengasah kembali kemampuan pertolongan pertama sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Peserta berasal dari 25 sekolah di Kabupaten Banjar. Mereka mendapatkan materi yang berkaitan dengan pertolongan pertama sebagai bagian dari evaluasi kemampuan setelah sebelumnya mengikuti pembekalan mengenai manajemen PMR.

Kepala Markas PMI Kabupaten Banjar, Nova Yuliana Sari, mengatakan latihan kali ini diarahkan agar anggota PMR tidak hanya memahami teori, tetapi juga semakin terampil ketika harus memberikan bantuan dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan cepat.

Baca juga: Warga Sungai Rangas Banjar Sering Saksikan Helikopter Water Bombing Ambil Air dari Sungai Martapura

“Latihan kali ini tentang Pertolongan Pertama yang merupakan evaluasi bagi PMR Madya dan Wira agar lebih cakap menjadi relawan muda,” ujar Nova.

Menurutnya, keterampilan tersebut penting ditanamkan sejak usia remaja. Selain kemampuan teknis, kegiatan PMR juga diharapkan membangun kepedulian terhadap sesama dan kesiapan untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.

Kegiatan dibuka Wakil Bupati Banjar sekaligus Ketua PMI Kabupaten Banjar, Habib Idrus Al Habsyi. Ia menilai keberadaan PMR memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial dan jiwa kemanusiaan.

Habib mengingatkan peserta agar serius mengikuti materi yang diberikan para pelatih. Menurutnya, kemampuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut nantinya tidak hanya berguna dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan ketika menghadapi musibah maupun keadaan darurat di tengah masyarakat.

“Latihan gabungan ini bukan sekadar ajang berkumpul atau menguji ketangkasan teknis. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah untuk mempererat solidaritas, penguatan karakter dan keterampilan, serta penerapan Tri Bakti PMR,” katanya.

Wabub juga berharap para anggota PMR dapat terus menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh proses pelatihan dengan baik. Sebab, keterampilan pertolongan pertama merupakan salah satu kemampuan yang dapat memberikan manfaat langsung ketika terjadi keadaan darurat.

Latihan gabungan PMR Zona 1 tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, jajaran pengurus PMI Kabupaten Banjar, pembina PMR, pelatih, fasilitator serta sejumlah undangan. (banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.