TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat fondasi digitalisasi hingga ke wilayah pedalaman. Infrastruktur telekomunikasi kini ditempatkan sebagai salah satu fokus dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Malinau 2027.
Perluasan akses internet dilakukan melalui pembangunan infrastruktur berbasis satelit. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan publik berbasis teknologi sekaligus mempercepat penerapan konsep Smart Government di daerah.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Malinau, Agustinus, mengatakan pengembangan digitalisasi merupakan bagian dari arah pembangunan daerah yang mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.
"Jadi dalam penyusunan setiap program kita mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang. Kita ketahui bersama bahwa salah satu program inovasi daerah adalah soal digitalisasi, melalui Smart Government," katanya.
Menurut Agustinus, pengembangan layanan digital tidak dapat dilepaskan dari kesiapan infrastruktur.
Baca juga: Borneo FC Jalani TC di Yogyakarta, Mauro Jeronimo Siapkan Taktik hingga Mental Pemain
Akses jaringan yang memadai menjadi tahap awal sebelum pemerintah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi.
Kebijakan percepatan infrastruktur digital tersebut turut didukung kebijakan Bupati Malinau yang memprioritaskan pengadaan internet satelit melalui pembiayaan Alokasi Dana Desa di masing-masing desa.
Berdasarkan data dalam RKPD Malinau 2027, kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil. Perangkat internet satelit Starlink kini telah terpasang dan mencakup 78 desa yang tersebar di 12 kecamatan.
Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses informasi di wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan konektivitas.
Agustinus yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Litbang Malinau menjelaskan bahwa pematangan infrastruktur merupakan bagian penting dari cetak biru digitalisasi daerah.
Baca juga: Polda Metro Jaya Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Dokter yang Tangani Sutrimo, Karumga Eks Jampidsus
Ketersediaan jaringan dinilai sebagai pondasi sebelum pemerintah masuk pada tahapan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan layanan berbasis teknologi.
153 Titik Internet BAKTI Aktif
Selain jaringan internet satelit yang diupayakan pemerintah daerah melalui desa, Malinau juga mendapat dukungan infrastruktur internet dari pemerintah pusat melalui program BAKTI.
Dari total 154 titik internet program BAKTI yang tersedia di Kabupaten Malinau, sebanyak 153 titik tercatat telah aktif dan beroperasi.
Capaian tersebut setara dengan 99,35 persen dari keseluruhan titik yang tersedia.
Kombinasi antara fasilitas internet satelit dan jaringan program BAKTI menjadi bagian dari strategi untuk memperluas akses telekomunikasi hingga kawasan yang selama ini relatif terisolasi dari informasi.
Baca juga: Resmi Grand Opening, RS Primecare Samarinda Tawarkan Fasilitas Medis Modern dengan 52 Dokter
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap desa-desa dapat memiliki akses jaringan yang lebih mandiri sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai layanan pemerintahan berbasis digital.
Smart Government Jadi Arah Pembangunan
Agustinus menegaskan penguatan telekomunikasi tidak berdiri sendiri. Infrastruktur digital menjadi bagian integral dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Malinau.
"Jadi ini adalah bagian yang integral dalam merencanakan pembangunan daerah kita," kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Diskominfo Malinau tersebut.
Melalui RKPD 2027, pemerintah daerah menempatkan kesiapan infrastruktur telekomunikasi sebagai salah satu dasar untuk melanjutkan agenda digitalisasi.
Dengan semakin luasnya jangkauan internet satelit serta tingginya tingkat keaktifan titik BAKTI, pemerintah Kabupaten Malinau terus mengarahkan pembangunan agar transformasi digital tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa di pedalaman. (*)