TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rumah Sakit (RS) Primecare Samarinda secara resmi menggelar grand opening untuk mengembangkan pelayanannya di Kota Tepian. Sabtu (8/8/2026).
Berawal dari sebuah klinik, fasilitas kesehatan yang berlokasi di Jalan Muso Salim, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota ini kini telah bertransformasi menjadi rumah sakit swasta berfasilitas modern.
Direktur RS Primecare Samarinda, dr. Boy E.R. Wajong, menyebut bahwa rumah sakit ini memiliki beberapa keunggulan dibanding rumah sakit lainnya di Kota Tepian.
Baca juga: Andi Satya Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Golkar Samarinda, Bidik Kursi Terbanyak 2029
"Rumah sakit ini memiliki beberapa keunggulan yang kita akan dorong ke depan, yaitu seperti keunggulan dalam bidang-bidang minimal invasif ya, oerasi-operasi dengan teknologi yang cukup tinggi," ujar dr. Boy.
Keunggulan medis tersebut ditunjang peralatan canggih seperti penggunaan Laser Holmium untuk tindakan menghancurkan batu ginjal dan operasi prostat.
Selain itu, rumah sakit juga dilengkapi fasilitas C-Arm serta CT Scan 126 slice guna menunjang operasional medis.
Manajemen juga menyiapkan laboratorium Genomik yang diproyeksikan bakal diluncurkan dalam 1–2 bulan ke depan.
Kehadiran laboratorium ini digadang-gadang menjadi salah satu fasilitas unggulan rumah sakit.
"Ini adalah laboratorium yang cukup canggih karena itu menggunakan alat yang disebut sequencer ya, suatu alat mesin pembaca DNA," jelasnya.
Teknologi pembaca DNA pada laboratorium Genomik ini dapat menyimpan informasi genetik pasien pada level mikro.
Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai diagnosis penyakit turunan maupun pemetaan risiko terjadinya kanker secara lebih spesifik.
Pengembangan awal laboratorium ini dikerjasamakan dengan Universitas Mulawarman melalui Fakultas Kedokteran sebagai diferensiasi RS Primecare.
Pihaknya meyakini alat modern ini dapat mendeteksi berbagai jenis penyakit kronis sejak dini.
"Beberapa cancer juga itu bisa dideteksi dengan alat ini, dan juga mungkin potensi-potensi penyakit seperti diabetes, jantung melalui alat ini," tambahnya.
Sebagai smart hospital, seluruh sistem aplikasi pendaftaran hingga integrasi hasil radiologi dan laboratorium di RS Primecare telah terhubung melalui e-medical record bernama Healthicle untuk mempercepat diagnosis dan terapi pasien.
Kehadiran berbagai inovasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas.
"Sebagai rumah sakit baru, tentunya kita membawa nilai-nilai juga yang ingin ditingkatkan, sehingga memang menjadi mempertemukan dengan keinginan masyarakat dengan rumah sakit," kata dr. Boy.
Sementara itu, Direktur Utama RS Primecare, Jhon Kwari, menekankan bahwa hal terpenting saat membangun rumah sakit adalah penerapan pelayanan yang berfokus pada pasien (patient-centered care).
Menurutnya, kelengkapan fasilitas medis seperti CT Scan memang bisa dibangun di mana saja, namun pendekatan pelayanan holistik menjadi pembeda utama.
"Saya kerja keras sama Dr. Boy, dan itu visi kita yang utama, caranya gimana untuk patient-centered care, holistic care itu jalan di sini," tegas Jhon.
Pihaknya berupaya membangun standar internasional melalui pelayanan 360 derajat bagi pasien.
Jhon mengakui langkah ini tidak mudah, namun aspek pelayanan dan empati jauh lebih utama dibandingkan sekadar kelengkapan alat medis.
"Visi kita itu service excellence, patient excellence, tapi juga ber-empati ya, ber-empati juga. Jadi kita selalu menaruh kita di posisi pasien. Apa yang terbaik untuk pasien yang kita bisa lakukan, kita kita coba lakukan," tuturnya.
Jhon menambahkan, pasar pasien yang kerap berobat ke luar negeri maupun ke kota besar seperti Jakarta dan Surabaya menjadi sasaran layanan rumah sakit ini.
Biaya perjalanan, tiket pesawat, penginapan keluarga, serta tarif rumah sakit di kota besar yang tinggi dinilai kurang nyaman bagi pasien.
Oleh karena itu, RS Primecare menawarkan harga tarif yang sangat kompetitif dengan rumah sakit yang sudah ada.
"Kita harap over time pasien yang biasanya pergi ke Malaysia atau Singapore atau tempat lain, kalau sudah merasa nyaman sama kita, ada kepercayaan sama kita tentang service quality-nya kita, dokter, caranya konsultasi, sabarnya, empatinya kita untuk pasien, dia rasanya nggak usah pergi ke negara lainnya. Bisa tetap di sini," ungkapnya.
Untuk diketahui, RS Primecare Samarinda telah mengantongi izin operasional sejak 13 Februari 2026 dari Dinas Kesehatan dan Wali Kota Samarinda sebelum akhirnya menggelar grand opening.
Berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi, rumah sakit swasta non BPJS ini memiliki bangunan 4 lantai dengan total luas 11.000 meter persegi.
Fasilitas gedung mencakup 16 ruangan poliklinik dan ketersediaan 96 tempat tidur rawat inap. Komposisinya terdiri dari Tempat Tidur Standar (23), Deluxe (22), VIP / Junior Suite (25), Suite (1), President Suite (1), serta ruang Intensive sebanyak 14 tempat tidur (HCU 2, ICU Dewasa 5, PICU 2, NICU 4, Isolasi Intensif 1, dan Perina 4).
Operasional rumah sakit didukung oleh 130 karyawan di mana 95 persen di antaranya berasal dari Samarinda dan sekitarnya serta dilayani kurang lebih 52 dokter spesialis dan dokter umum, termasuk 11 dokter tetap dengan kompetensi spesialis spine, bedah digestive menggunakan laparaskopi, hingga spesialis urologi-ginekologi. (*)