TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Suasana mencekam menyelimuti warga yang tinggal di sekitar gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta saat si jago merah melalap bangunan gedung tersebut pada Jumat (7/8/2026) malam.
Kekhawatiran mendalam dirasakan warga, terutama karena lokasi gedung bersebelahan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
Endang (74), warga yang tinggal di belakang gedung Bapenda menceritakan detik-detik saat kebakaran mulai terjadi hingga kepanikan warga yang takut api merembet ke SPBU di dekat pemukiman mereka.
Endang menuturkan, aroma menyengat seperti kabel terbakar sudah mulai tercium sejak sekira pukul 20.30 WIB.
"Itu sudah bau asap, asap seperti kabel kebakar," saat Endang ditemui di sekitar gedung Bapenda, Sabtu (8/8/2026).
Lantaran aromanya kian tajam, Endang memutuskan keluar rumah untuk mencari sumber bau kabel yang terbakar.
Betapa kagetnya dia ternyata kepulan asap pekat sudah membumbung di kantor Bapenda yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari tempat tinggalnya.
"Nah, pas melihat lama-lama kejadian besar, kan teriak semua warga di belakang dan samping pom bensin," ujar Endang.
Saat coba mendekati ke arah gedung Bapenda, Endang sempat mendengar suara letupan saat kobaran api terus membesar melahap struktur bangunan gedung Bapenda.
"Ada bunyi 'bledug' gitu, tapi itu karena bangunan gedung ya saat api sudah membesar. Tapi bukan ledakan yang besar seperti bom," jelasnya.
Faktor utama yang membuat warga sekitar dilanda kecemasan hebat adalah keberadaan SPBU yang tepat berada di samping area gedung yang terbakar.
Apalagi, di belakang gedung Bapenda merupakan permukiman warga.
"Yang kita khawatirkan adalah pom bensin takutnya meledak karena kan posisinya sebelahan banget ini," ujarnya.
Guna mengantisipasi bahaya yang lebih besar, operasional SPBU pun langsung dihentikan total dan ditutup rapat sejak api mulai membesar.
"Pihak pom bensin langsung bergerak, dan lokasinya langsung ditutup semua," tambahnya.
Setelah mengemasi surat-surat berharga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Endang dan sejunlah warga berkumpul di seberang gedung Bapenda melihat jalannya proses pemadaman sampai Sabtu dini hari.
"Api baru benar-benar berhasil dipadamkan menjelang subuh, sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB," ujarnya.
Ia pun sempat melihat saat pekerja yang sempat terjebak di kobaran api di lantai 15 dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.
"Yang saya tahu memang ada yang terjebak dan tadi pagi dibawa ke rumah sakit. Entah berapa orang saya kurang tahu, tapi saya lihat pas dibawanya," tuturnya.
Meski sempat trauma, Endang sangat mengapresiasi respons cepat dan kerja keras petugas Damkar saat berjibaku memadamkan si jago merah.
Menurutnya, penanganan Damkar sangat maksimal dalam melokalisasi api, termasuk mencegah api merembet ke pemukiman maupun SPBU.
"Damkar kerjanya bagus kok. Saya salut dengan seluruh petugas Damkar, sudah maksimal."
"Ada yang pakai armada tangga tinggi juga. Pokoknya cara kinerjanya bagus agar tidak terjadi apa-apa sama warga," puji Endang.
Baca juga: Pramono Buka Suara soal Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Data Pajak Aman, Lampu Merah Terdampak
Baca juga: Ruang Eks Ketua Yayasan Masih Disegel Usai Temuan 995 Senjata, Sekolah Minta Garis Polisi Dicopot
Baca juga: Kebakaran Gedung Bapenda DKI: 1 Pekerja Dievakuasi dari Lantai 15, Puslabfor Cari Titik Awal Api