30 Menit Sebelumnya Tak Ada Api, Karhutla di Jalan Kalibata Palangka Raya Tiba-tiba Membesar
Sri Mariati August 08, 2026 09:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Kalibata, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Sabtu (8/8/2026), tiba-tiba membesar dalam waktu singkat. 

Komandan BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan api di lokasi tersebut sebelumnya belum terlihat saat pihaknya melintas sekitar 30 menit sebelum kebakaran membesar. 

Saat itu, BPK Kamboja baru saja menangani kebakaran lahan di kawasan G Obos 14 dan Jalan Kalibata yang dilaporkan mendekati perumahan. 

"Kita ada informasi terjadi kebakaran lahan, sudah mendekati perumahan di G Obos 14 dan Kalibata. Kita sudah sampai situ, ternyata ada lagi kebakaran rumah katanya di lingkar luar. Ternyata itu bukan rumah, lahan," ujar Sucipto saat ditemui di lokasi. 

Setelah kebakaran lahan tersebut berhasil dipadamkan, tim BPK Kamboja kemudian kembali melintas di Jalan Kalibata. 

Namun, saat pertama melintas sekitar 30 menit sebelumnya, Sucipto menyebut belum melihat adanya api di lokasi tersebut. 

"Pertama kami melintas 30 menit lalu, tidak ada api di sini. Setelah kami balik, kami berselisih dengan satu unit mobil," katanya. 

Tak lama kemudian, pihaknya melihat adanya titik api di lahan tersebut. BPK Kamboja kemudian langsung berupaya melakukan pemadaman.  

"Terus habis itu kami lihat ada api di sini, baru sekitar ukuran 2 meter x 2 meter," lanjut Sucipto. 

Sejumlah anggota BPK lainnya juga berdatangan untuk membantu. 

Namun, kondisi cuaca yang panas dan terik membuat api dengan cepat menjalar. 

"Karena begitu panasnya, terik, cepat sekali dia menghentak, sudah seperempat hektare gini," ungkap Sucipto. 

Baca juga: Dua Pekan, BPBD Lamandau Padamkan 31 Titik Karhutla, Akses Lokasi Jadi Kendala

Baca juga: Siang Ini Karhutla di Jalan Kalibata Palangka Raya Merembet ke Rumah dan Bangunan Walet

Selain cuaca panas, kondisi lahan yang kering juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. 

Sucipto mengatakan sumber air yang biasanya dapat dimanfaatkan untuk memadamkan api kini banyak yang mengering. 

"Kendala yang terberat itu adalah air. Sangat kering. Biasanya banyak tampungan air, sekarang sudah banyak yang kering," ucapnya. 

Untuk pemadaman, petugas mengandalkan mesin pompa dengan memanfaatkan titik-titik air yang masih tersedia di sekitar lokasi. 

"Kita menggunakan mesin, di mana ada titik air yang masih bisa dipergunakan," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.