Festival Lembah Baliem Dihentikan, Letusan Senjata Api Lukai Dua Warga Sipil: Pengunjung Berhamburan
Paul Manahara Tambunan August 08, 2026 08:12 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, diwarnai aksi penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (8/8/2026) siang.

Aksi Cowboy yang terjadi sekitar pukul 12.45 WIT tersebut mengakibatkan dua orang warga sipil mengalami luka tembak. 

Kedua korban kini telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jayawijaya.

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua korban merupakan warga yang berdomisili di Jalan Hom-Hom, Wamena, yakni Laode Muhammad Kojo (43) yang berprofesi sebagai sopir, serta Salbiah (50) yang bekerja di sektor swasta.

Aksi penembakan diduga berasal dari arah Kali Uwe, tepatnya di area depan gapura pintu masuk lokasi festival.

Baca juga: BREAKING NEWS: Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya Dihentikan, Dua Warga Tertembak

Suara letusan senjata api mendadak memicu kepanikan ribuan pengunjung yang sedang menyaksikan jalannya kegiatan budaya tahunan tersebut.

Pengunjung yang memadati lokasi langsung berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di balik kendaraan terparkir, tembok bangunan, hingga gubuk posko panitia.

Aparat keamanan bersama panitia penyelenggara segera memberikan panduan evakuasi.

Pengunjung diarahkan berlindung ke area tribun sebelum dievakuasi secara bertahap menuju Kantor Bupati Jayawijaya di pusat Kota Wamena untuk menjamin keselamatan mereka.

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara membenarkan peristiwa penembakan yang melukai dua warga sipil tersebut.

"Benar kejadiannya memang tadi sekitar jam 12.45 WIT, terjadi aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil," ujar Anak Agung saat dikonfirmasi Tribun Papua.

Anak Agung memastikan kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Jayawijaya di Jalan Trikora, Wamena, dan dalam kondisi stabil setelah penanganan medis.

Guna mengantisipasi ancaman susulan, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) langsung melancarkan aksi penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

MENGAMANKAN DIRI – Aparat kepolisian dan masyarakat yang menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan mencari perlindungan untuk mengamankan diri dari balik gubuk menyusul adanya penembakkan yang mengakibatkan dua warga mengalami luka, Sabtu (8/8/2026).
MENGAMANKAN DIRI – Aparat kepolisian dan masyarakat yang menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan mencari perlindungan untuk mengamankan diri dari balik gubuk menyusul adanya penembakkan yang mengakibatkan dua warga mengalami luka, Sabtu (8/8/2026). (Tribun-Papua.com/Amatus Hubby)

"Kita sudah melakukan penyisiran, kita juga bekerja sama dengan TNI, termasuk satuan-satuan tugas, dibantu juga dari ODC. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di lokasi," jelasnya.

Baca juga: Penembakan di Pintu Masuk Festival Budaya Lembah Baliem: Polisi Kejar Pelaku

Festival Dihentikan

Meskipun situasi di sekitar lokasi kejadian telah dinyatakan kondusif, pihak kepolisian merekomendasikan agar seluruh rangkaian kegiatan FBLB Ke-34 dihentikan lebih awal.

Langkah ini diambil untuk mencegah potensi ancaman susulan serta memberikan ruang penuh bagi aparat keamanan dalam melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku.

Festival Budaya Lembah Baliem ke-31 2013 secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi di Distrik Usilimo Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (9/8/2023).
Festival Budaya Lembah Baliem ke-31 2013 secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi di Distrik Usilimo Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (9/8/2023). (Tribun-Papua.com/Arni Hisage)

Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 sedianya dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 7–8 Agustus 2026.

Perhelatan tahunan yang rutin mempertemukan Suku Dani, Lani, dan Yali ini merupakan agenda pariwisata unggulan yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Papua Pegunungan.

Adapun lokasi festival berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat kota Wamena, Jayawijaya, yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Pegunungan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.