DPRD Sleman Dorong Anggaran Khusus Penelitian, Buat Dukung Riset Pelajar 
Joko Widiyarso August 08, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman tengah mengkaji alokasi penganggaran khusus untuk mendukung kegiatan penelitian dan inovasi bagi para pelajar di Bumi Sembada. Langkah ini dinilai penting sebagai fondasi awal untuk melahirkan generasi muda yang kreatif.

Ketua Komisi D DPRD Sleman, Arif Priyosusanto mengatakan pihaknya akan segera mengulik regulasi yang berlaku agar kebijakan penganggaran penelitian bagi siswa ini dapat direalisasikan sesuai aturan.

"Nah itu yang baru coba kita ulik nanti penganggarannya seperti apa. Harapan kami nanti ada memang anggaran khusus bagi sekolah- sekolah untuk melakukan inovasi. Karena ini juga menjadi salah satu pionir awal menciptakan generasi-generasi anak-anak kita yang kreatif," ujar Arif, dikutip Sabtu (8/8/2026). 

Ketika disinggung mengenai target waktu realisasi, Arif memperkirakan program tersebut dapat berjalan pada tahun depan. Ia juga menyebutkan perlunya pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brinda) Kabupaten Sleman untuk menaungi kebutuhan anggaran khusus tersebut.

"Bisa terealisasi mungkin tahun depan. Kalau memang dikhususkan, memang anggarannya harus lewat Brinda, ya nanti kita dorong untuk Sleman punya Brinda," jelasnya.

Saat ini, lanjut Arif, fungsi riset di Sleman masih berada di bawah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dengan adanya Brinda, fokus pembinaan inovasi siswa diharapkan bisa lebih terarah. Selain itu, DPRD Sleman juga akan berdiskusi dengan pihak Pemerintah kabupaten untuk mendorong adanya apresiasi bagi siswa-siswa yang berprestasi di bidang riset.

Riset Siswa Masih Mandiri

Dorongan dari legislatif ini disambut baik oleh sekolah. Guru IPA sekaligus Pendamping Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMPN 1 Turi, Ani Marwati mengungkapkan bahwa pihak sekolah selama ini berupaya semaksimal untuk memfasilitasi ide-ide kreatif dari para siswanya. Kendati demikian, pendanaan kegiatan penelitian sejauh ini masih menghadapi keterbatasan dan mengandalkan anggaran sekolah yang terbatas serta seringkali harus patungan. 

"Yang jelas kami sangat memfasilitasi kalau anak-anak punya ide. (Anggaran) ya kadang masih patungan. Tapi ya kadang sekolahan kan ada dananya Rp1 juta, Rp2 juta gitu, itu untuk KIR," kata Ani.

Ke depan, dengan adanya wacana penyediaan dana khusus penelitian, Ani berharap ruang gerak dan peluang bagi kreativitas siswa di Kabupaten Sleman dapat semakin terbuka lebar. Menurutnya, pengembangan kreativitas anak tidak cukup hanya dengan metode pembelajaran satu arah di dalam kelas.

"Jadi, anak-anak tidak cukup banyak duduk manis mendengarkan materi. Tapi kreativitas anak itu harus kita kembangkan, karena di antara anak mesti ada yang punya pemikiran yang kreatif, menantang, yang berarti sebuah inovasi," tambahnya.

Di SMPN 1 Turi sendiri, kreativitas dan inovasi dari para peserta didik sebenarnya telah berjalan cukup baik. Berbagai karya telah berhasil diciptakan oleh para siswa, mulai dari alat deteksi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG), kursi roda elektrik, hingga kran pembasmi bau otomatis. Melalui dukungan anggaran yang lebih memadai dan kehadiran Brinda nantinya potensi inovasi pelajar Sleman diyakini akan semakin berkembang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.