Mengenal Mindless Scrolling: Mengapa Kita Sering Membuka HP Tanpa Tujuan?
Joko Widiyarso August 08, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM- Baru beberapa menit lalu menutup HP, tiba-tiba tangan malah mengambilnya lagi. 
Niat awalnya cuma mau lihat jam, membalas pesan, atau mengecek notifikasi.

Tapi tahu-tahu sudah membuka Instagram, pindah ke TikTok, lalu terus scrolling tanpa benar-benar tahu sedang mencari apa.
Kebiasaan scrolling tanpa tujuan yang jelas sering disebut mindless scrolling. 

Istilah ini menggambarkan aktivitas menggulir berbagai konten secara otomatis tanpa benar-benar memikirkan apa yang sedang dicari atau berapa lama akan melakukannya.

HP yang awalnya cuma ingin dipakai sebentar akhirnya menjadi pengisi setiap jeda. 

Lagi menunggu makanan, buka HP. Menunggu kendaraan, buka HP. Bosan sedikit, buka HP. Bahkan ketika tidak ada notifikasi, tangan kadang tetap refleks mengambilnya.

Lalu, kenapa kita bisa melakukan kebiasaan ini tanpa benar-benar menyadarinya?

Dari “cuma cek sebentar” sampai lupa waktu

Salah satu alasannya adalah penggunaan smartphone dapat berubah menjadi sebuah kebiasaan otomatis. Penelitian menemukan bahwa seseorang bisa berulang kali mengecek handphone hanya dalam waktu yang sangat singkat. 

Artinya, membuka HP tidak selalu terjadi karena memang ada sesuatu yang perlu dilakukan. Dalam beberapa situasi, tindakan tersebut sudah menjadi respons yang terbentuk karena kebiasaan

Kurang lebih seperti ketika seseorang refleks mengecek jam meskipun baru saja melihatnya.

Bedanya, HP menyediakan begitu banyak hal untuk dilihat. Begitu layar terbuka, ada pesan, notifikasi, video pendek, unggahan baru, komentar, sampai rekomendasi konten.

Akhirnya, “cuma mau lihat satu video” bisa berubah menjadi sepuluh video. Setelah satu selesai, muncul konten lain yang menarik. Begitu terus sampai tanpa sadar waktu sudah berlalu cukup lama.

Kenapa kita terus scrolling padahal sebenarnya tidak mencari apa-apa?
Mindless scrolling tidak selalu muncul karena kita benar-benar ingin melihat konten tertentu. 

Kadang pemicunya justru sederhana: bosan, sedang menunggu, ingin mengalihkan pikiran, atau sekadar ingin melakukan sesuatu.

Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini cukup mudah dirasakan. Ketika bosan, kita mencari stimulasi, dan HP menjadi pilihan yang paling mudah karena hampir selalu berada di dekat kita.

Masalahnya, konten di media sosial tidak memiliki titik akhir yang jelas. Berbeda dengan buku yang memiliki halaman terakhir atau satu episode yang selesai, scrolling bisa terus berlanjut karena selalu ada konten berikutnya.

Itulah kenapa “sebentar lagi” bisa dengan mudah berubah menjadi “kok sudah satu jam?”

Bukan hanya soal malas mengontrol diri

Ketika sulit berhenti scrolling,  seseorang sering menganggap penyebabnya hanya kurang disiplin. Padahal, kebiasaan menggunakan smartphone cukup kompleks.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan HP yang berlebihan bukan hanya soal lamanya waktu penggunaan, tetapi juga seberapa sering mengeceknya tanpa sadar. 

Penelitian juga menemukan bahwa terlalu sering menggunakan HP bisa membuat seseorang lelah dengan media sosial dan semakin sulit menahan keinginan untuk terus mengeceknya. 

Konten yang terus berganti bikin kita susah berhenti

Coba perhatikan cara menggunakan media sosial sekarang. Satu video selesai, langsung muncul video berikutnya. Seseorang tidak harus memikirkan sendiri apa yang ingin ditonton karena sistem sudah menyediakan konten baru.

Hal ini membuat scrolling terasa sangat ringan. Tinggal mengikuti apa yang muncul di layar.

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan media sosial secara spontan bisa membuat seseorang lebih sulit mengontrol perhatian dan kapan harus berhenti menggunakannya. 

Ketika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, seseorang bisa semakin sulit berhenti, kehilangan kontrol atas penggunaan HP, dan merasakan dampaknya dalam aktivitas sehari-hari. . 

Artinya, persoalannya bukan hanya berapa lama scrolling, tetapi apakah masih sadar dan punya kendali atas kapan harus berhenti.

Mindless scrolling dan FOMO juga bisa saling berkaitan

Selain bosan, ada alasan lain yang membuat terus mengecek HP, yaitu Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan sesuatu.

Penelitian menunjukkan bahwa FOMO dan kebiasaan terlalu sering membuka media sosial bisa saling memengaruhi. 

Rasa takut ketinggalan sesuatu bisa membuat makin sering mengecek HP. Sebaliknya, semakin sering membuka media sosial, rasa takut ketinggalan juga bisa ikut muncul. 

Jadi, semakin sering mengecek media sosial belum tentu membuat merasa lebih tenang karena sudah mengetahui semuanya. Justru bisa muncul dorongan untuk terus mengecek lagi karena merasa masih ada sesuatu yang mungkin terlewat.

Cara mengurangi mindless scrolling

Kalau merasa kebiasaan ini mulai terlalu sering terjadi, tidak perlu langsung melakukan digital detox ekstrem atau menghapus semua aplikasi.

Beberapa langkah sederhana bisa dicoba:

1. Sadari momen ketika tangan otomatis mengambil HP

Sebelum membuka layar, coba berhenti sebentar dan tanyakan, “Aku sebenarnya mau ngapain?”

Kalau memang ingin membalas pesan atau mencari informasi, lakukan saja. Tapi kalau ternyata tidak tahu mau melakukan apa, mungkin itu tanda bahwa sedang mengikuti kebiasaan otomatis.

2. Beri jeda sebelum membuka aplikasi

Tidak perlu langsung melarang diri sendiri. Beri jeda beberapa detik sebelum membuka media sosial agar seseorang punya kesempatan untuk menyadari bahwa membuka aplikasi adalah pilihan, bukan gerakan otomatis.

3. Kurangi pemicu yang tidak perlu

Notifikasi yang terus bermunculan bisa membuat seseorang terdorong mengecek HP berkali-kali. Mematikan notifikasi yang tidak penting dapat membantu mengurangi gangguan.

4. Jangan selalu mengandalkan HP saat bosan

Saat menunggu, tidak harus selalu mengisi waktu dengan scrolling. Coba mengobrol, membaca, memperhatikan sekitar, atau sekadar membiarkan pikiran beristirahat.

5. Buat batasan yang realistis

Daripada langsung berkata, “Mulai sekarang aku nggak boleh main HP,” tentukan situasi tertentu yang ingin diubah. Misalnya, tidak scrolling saat makan atau meletakkan HP jauh dari tempat tidur ketika ingin tidur.

Perubahan kecil biasanya lebih mudah dipertahankan daripada aturan yang terlalu ketat.

(MG Mayumi Cinta Mahesi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.