TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Dinas Pendidikan Jawa Tengah secara resmi meluncurkan program Ngopeni SMK demi menjawab tantangan kesiapan kerja lulusan sekolah kejuruan.
Gagasan ini muncul seusai jajaran dunia industri mengeluhkan perilaku pekerja muda dari generasi Z yang dinilai cepat patah semangat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Tengah Diah Ayu Ratna Sari mengonfirmasi hal tersebut dalam keterangannya.
Baca juga: Cegah Kebocoran Data SPMB 2027, Disdik Jateng: Kami Pasang Firewall
Ia menyebutkan bahwa pihak perusahaan kerap mengeluhkan tingginya angka pengunduran diri pekerja lulusan SMK.
Padahal, para pekerja Gen Z tersebut sejatinya diikat kontrak kerja berdurasi satu hingga dua tahun.
Namun pada praktiknya, para pekerja muda ini umumnya hanya bertahan bekerja selama satu hingga enam bulan.
Diah Ayu tidak menampik anggapan bahwa generasi Z saat ini sering dijuluki sebagai Generasi Stroberi.
Ia menilai kemampuan akademis dan kompetensi teknis para murid SMK sebenarnya sangat mumpuni.
Kendati demikian, mentalitas mereka dianggap masih relatif rapuh sewaktu menghadapi tekanan di lapangan.
"Tidak dipungkiri bahwa Gen Z ini adalah Generasi Stroberi. kompetensi mereka mumpuni. Tetapi secara karakter mereka itu ya kayak stroberi, lembek di dalamnya," katanya kepada Tribun, Sabtu (8/8/2026).
Sikap cepat menyerah tersebut kerap terlihat saat pekerja menerima masukan atau evaluasi dari pihak atasan.
Begitu mendapatkan teguran kerja, tidak sedikit pekerja muda yang langsung memutuskan untuk mengajukan surat resign.
"Oleh karena itu, saya menggagas Ngopeni SMK ini dengan tujuan penguatan karakter," bebernya.
Diah Ayu menjelaskan bahwa program tersebut diisi dengan deretan agenda pendidikan karakter yang selaras kebutuhan industri.
Skema ini berfokus pada perbaikan pola pembinaan nilai industri serta pembentukan mental disiplin para siswa.
"Penanaman karakter ini harus dijadikan kebiasaan di sekolah-sekolah, tentunya dengan karakter baik anak-anak tentunya industri juga akan lebih menerima mereka," paparnya.
Langkah penanaman sikap mental positif ini diarahkan agar menjadi kebiasaan rutin di lingkungan sekolah.
Melalui pembentukan karakter yang kokoh, para lulusan SMK diharapkan sanggup diterima lebih baik oleh pasar kerja.
Penerapan awal program Ngopeni SMK saat ini sudah berjalan pada tiga sekolah kejuruan di Kabupaten Batang.
Program percontohan tersebut telah resmi digulirkan sejak awal bulan Juli 2026 lalu.
Penetapan sasaran program diprioritaskan pada wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Tengah.
Cakupan wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, serta Kabupaten Batang.
"Pilot project di Batang dengan menggandeng KITB yang telah menyerap banyak pelajar SMK," katanya.
Jajaran dinas merencanakan program Ngopeni SMK bakal diberlakukan secara menyeluruh untuk seluruh SMK di Jawa Tengah.
Kebijakan masif tersebut nantinya disebarkan melalui penerbitan Surat Edaran Gubernur atau Sekretaris Daerah.
"Namun, hal itu masih menunggu hasil monitoring dan evaluasi dari Biro Hukum maupun Kepala Dinas Pendidikan Jateng, termasuk umpan balik dari dunia industri dari program ini," katanya.
Pihak dinas juga terus menghimpun tanggapan balik dari pelaku industri guna menyempurnakan pelaksanaan program.