Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sepekan tanpa kabar sang suami membuat Munideh (41) masih diliputi kecemasan.
Suaminya, Abdurahman (50), merupakan salah satu korban KMP Mutiara Sentosa II yang hingga kini belum ditemukan setelah kapal terbakar di Perairan Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026).
Munideh pun mendatangi Kantor PT Atosim Lampung Pelayaran, Jalan Perak Timur Nomor 206, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya, Sabtu sore (8/8/2026).
Kedatangannya didampingi perwakilan perusahaan tempat Abdurahman bekerja, PT Lintas Karya Logistik Pergudangan Margomulyo Raya.
Rombongan kemudian mengikuti pertemuan tertutup dengan pihak operator KMP Mutiara Sentosa II.
Bagi Munideh, kedatangannya bukan hanya untuk mencari kepastian mengenai keberadaan suaminya.
Ia juga ingin memastikan hak anak semata wayangnya, SA (10), tetap terpenuhi setelah sang ayah belum ditemukan.
“Sudah dapat 1 minggu belum ketemu. Sampai saat ini belum ada kabar keberadaan suami saya. Belum ada bukti atau data-data penting lainnya,” kata Munideh.
Munideh mengaku sengaja datang ke kantor operator kapal untuk meminta bantuan, terutama terkait kebutuhan anaknya yang masih berusia 10 tahun.
"Datang ke sini minta bantuan buat anak. Buat biaya sekolah, minta hak anak supaya terpenuhi," ucapnya.
Pastikan Suami Terdaftar dalam Manifest
Munideh menegaskan Abdurahman memang berada di dalam KMP Mutiara Sentosa II saat kapal berangkat.
Ia menyebut suaminya telah berpamitan berangkat ke Makassar untuk mengirim barang menggunakan mobil boks pada Sabtu (1/8/2026).
Sebelum berangkat, Abdurahman juga sempat mengirimkan tiket dan dokumentasi keberadaannya di kapal kepada keluarga.
“Suami saya kasih tahu masuk kapal Sabtu sore. Ada tiketnya, dan juga sempaf didokumentasikan,” ungkapnya.
Abdurahman yang merupakan warga Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, kemudian hilang kontak setelah kapal terbakar di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026).
Munideh mengatakan pihak keluarga telah membuat laporan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Harapan saya segera ketemu, sudah seminggu belum ketemu. Mudah-mudahan masih hidup, masih sehat. Kalau sudah takdir berkata sebaliknya, saya sudah ikhlas,” tuturnya.
“Tapi saya ke sini itu minta hak anak saya, soalnya masih butuh biaya buat keperluan sekolah,” tutup Munideh.
OPERATOR KAPAL BAKAL BANTU PENCARIAN
Di tempat yang sama, Perwakilan PT Lintas Karya Logistik Pergudangan Margomulyo Raya, Tarjo, menerangkan hasil pertemuan tertutup, dengan PT Atosim Lampung Pelayaran.
“Kami bahas soal tiket dari Abdurahman, ternyata setelah dicek itu benae sebagai penumpang dan terdaftar secara resmi. Kami juga berterima kasih, sudah diterima dengan baik kedatangan kami dan difasilitasi semua,” kata Tarjo.
Menurutnya, hasil pertemuan sedikit melegakan lantaran mereka berkomitmen, mau membantu proses lebih lanjut.
“Dari pihak operator kapal sudah menunjukkan data-datanya. Kami dari pihak keluarga merasa telah diakui sebagai penumpang, dan bakal diproses sesuai hak-haknya nanti,” tandas Tarjo.