Empati Nakes dan Pasien Jadi Kunci Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di NTT
Ryan Nong August 08, 2026 09:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengajak tenaga kesehatan (nakes), pasien, dan keluarga pasien untuk membangun empati serta saling memahami dalam proses pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Menurut Melki, pelayanan kesehatan yang optimal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan profesionalisme tenaga medis. 

Sikap saling menghargai dan memahami antara nakes dengan pasien maupun keluarga pasien, tegas Melki juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tenaga Kesehatan Gelar Aksi Damai di DPRD NTT, Tuntut Keadilan bagi dr. Icha

"Kita semua harus punya empati satu sama lain. Kita sebagai pasien dan keluarga pasien harus berempati dengan para nakes, demikian pula sebaliknya," kata Melki, Sabtu (8/8/2026).

Ia mengatakan, pasien dan tenaga kesehatan sama-sama menghadapi tantangan dalam proses pelayanan di rumah sakit. Karena itu, setiap pihak diharapkan tidak hanya menuntut hak masing-masing. 

Tetapi, ujar dia, juga memahami kondisi dan tanggung jawab pihak lainnya.
Melki menekankan pentingnya mengedepankan asas kepatutan dan sikap saling menghargai dalam setiap proses pelayanan kesehatan.

"Teman-teman tenaga kesehatan juga harus berempati dengan pasien dan keluarganya. Begitu juga pasien dan keluarganya perlu memahami situasi yang dihadapi para nakes saat memberikan pelayanan," ujarnya.

Menurutnya, komunikasi dan empati yang dibangun secara dua arah akan membantu menciptakan suasana pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi.

Pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat memahami beban kerja serta kondisi yang dihadapi tenaga kesehatan. Sebaliknya, tenaga kesehatan juga diminta tetap memberikan perhatian dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.

Melki berharap hubungan yang saling menghormati tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah NTT.

"Untuk nakes harus lebih berempati dengan pasien, dan pasien juga punya empati kepada para nakes. Sehingga kita bisa memiliki pelayanan kesehatan yang saling menunjang satu sama lain," katanya. 

Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan di Indonesia sempat melakukan klarifikasi gegara komentarnya di media sosial ihwal pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit. 

Komentar yang sempat viral itu juga menyeret dua dokter dari NTT. Salah satunya di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai yang harus mengundurkan diri akibat kejadian tersebut. Pasca dikecam warganet di media sosial usai berkomentar, dokter itupun menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf hingga pengunduran diri. (fan) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.