BPBD Pontianak Tangani Sejumlah Titik Karhutla, Warga Diimbau Tak Membakar Lahan
Try Juliansyah August 08, 2026 11:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa lokasi rawan dalam dua hari terakhir. 

Sejumlah titik api terdeteksi menyebar di area pinggiran kota, meliputi Perdana Ujung, Kompleks Sejahtera 2, Sepakat 2 Ujung, hingga kawasan batas wilayah di Paris 2 Ujung.

Kepala BPBD Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengonfirmasi bahwa kebakaran lahan di Kompleks Sejahtera 2 yang sempat berulang telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan hingga larut malam.

"Yang pertama kemarin di Perdana Ujung, di Kompleks Sejahtera 2 sudah kita bisa tangani dan kita tuntaskan. Karena itu sudah dua kali terbakar, tapi mungkin muncul lagi dan kemarin kita selesaikan sampai jam 12 tadi malam," ujar Muchammad Yamin kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu (8/8/2026).

Penanganan Simultan di Tiga Titik Rawan

Meski satu lokasi berhasil dituntaskan, BPBD Kota Pontianak kembali merespons kemunculan titik api baru pada Jumat.

Petugas dikerahkan secara simultan untuk memadamkan kebakaran di tiga lokasi sekaligus, yakni Perdana Ujung, Sepakat 2 Ujung, dan Paris 2 Ujung.

Yamin menjelaskan bahwa area terbakar di Perdana Ujung kini relatif terkendali dan hanya menyisakan titik pemadaman kecil pasca-lokalisasi.

Sementara penanganan di Sepakat 2 Ujung ditargetkan rampung pada malam hari untuk meminimalkan potensi penyebaran api susulan.

"Hari ini ada tiga titik juga kebakaran di Perdana Ujung, kemudian di Sepakat 2 Ujung dan di Paris 2 di ujungnya. Kalau yang di Sepakat 2 kita usahakan sampai malam ini juga kita selesaikan supaya tidak ada titik api lagi, insyaallah," katanya.

Baca juga: Kabut Asap Ganggu Warga, DPRD Pontianak Dorong Hujan Buatan untuk Redakan Dampak Karhutla

Antisipasi Api Lintasan Perbatasan Kubu Raya

Khusus untuk titik kebakaran di Paris 2 Ujung, Yamin menyebutkan bahwa pemicu utama perambatan api berasal dari wilayah administrasi Kabupaten Kubu Raya.

Untuk mencegah pergerakan api melintasi batas administratif dan masuk ke pemukiman Kota Pontianak, langkah penyekatan ketat langsung diberlakukan.

"Sekarang tinggal yang di Paris 2 Ujung. Sebenarnya kebakaran itu dari wilayah Kubu Raya, tapi kita sudah waspadai jangan sampai masuk ke wilayah Kota Pontianak," jelasnya.

Guna memperkuat benteng pertahanan di area perbatasan tersebut, BPBD membangun sinergi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, PMI, Dinas Kesehatan, perangkat kecamatan, serta swadaya warga lokal.

"Kami juga sudah menyiapkan beberapa koordinasi dengan kepolisian, TNI, kemudian dari Satpol PP. Di situ juga sudah dibantu PMI dan Dinas Kesehatan maupun kecamatan serta keluarga setempat untuk memastikan kebakaran yang ada di wilayah Kubu Raya itu tidak sampai ke wilayah Kota Pontianak," ungkap Yamin.

Imbauan Pencegahan dan Pemetaan Zona Rawan

Di tengah ancaman musim kemarau yang masih berlangsung, BPBD mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah proteksi mandiri dari bahaya paparan asap serta menahan diri dari aktivitas pembakaran lahan sekecil apa pun.

"Kita mengimbau masyarakat untuk tidak keluar kalau tidak perlu, kemudian memakai masker. Kami juga mengimbau masyarakat, sekecil apa pun usahakan tidak membakar, karena itu bisa berakibat sangat signifikan kalau merambat ke lahan dan sebagainya," tuturnya.

Meski seluruh titik api saat ini masih dapat dilokalisasi, kewaspadaan tinggi tetap diprioritaskan mengingat eskalasi cuaca kering sulit diprediksi.

"Dari pantauan kita hari ini alhamdulillah masih bisa kita tangani apinya, masih bisa kita selesaikan. Cuma kita tidak tahu perkembangan musim kemarau. Untuk sementara, lokalisasi luasan masih bisa kita tangani," katanya.

Berdasarkan pemetaan potensi risiko bencana Karhutla, BPBD Kota Pontianak menetapkan sektor-sektor kritis yang memerlukan pengawasan ekstra secara berkala.

"Intinya tempat yang masih rawan itu wilayah tenggara, selatan, sama utara untuk kemungkinan ada karhutlanya," pungkas Yamin. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.