SURYA.CO.ID, GRESIK - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI, Muhaimin Iskandar, mengunjungi pelaku UMKM di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Gresik, Sabtu (8/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Muhaimin meninjau sejumlah produk UMKM yang dipamerkan di Balai Desa Watuagung.
Produk yang ditunjukkan antara lain terasi, kerupuk ikan laut, dan ikan bandeng.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan harapan agar produk mereka dapat berkembang dan menembus pasar nasional.
Baca juga: Menko Muhaimin Dorong Industri Gresik Beri Manfaat bagi Masyarakat Lokal
M. Ismail Fahmi, pendamping UMKM Desa Watuagung, mengatakan selama ini produk UMKM setempat baru dipasarkan secara lintas kecamatan.
Karena itu, para pelaku usaha berharap produk yang mereka hasilkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Apalagi, saat ini produk UMKM Desa Watuagung telah dikemas dengan lebih modern sehingga dinilai siap untuk dipasarkan di toko-toko modern.
“Selama pendampingan, packaging (kemasan) produk UMKM Watuagung sudah bagus, sehingga sudah layak untuk dipajang di minimarket di seluruh Indonesia,” kata Fahmi.
Selain perluasan pasar, pelaku UMKM Watuagung juga menyampaikan persoalan permodalan kepada Muhaimin.
Fahmi berharap bunga pinjaman PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekar) dapat diturunkan menjadi sekitar 6 persen seperti perbankan. Sebelumnya, bunga pinjaman disebut sebesar 24 persen.
“Pinjaman modal dari PNM Mekar sangat membantu UMKM. Tapi, kalau bisa bunga pinjaman diturunkan menjadi 6 persen seperti perbankkan. Tolong pak Menteri untuk menyampaikan harapan ini ke Pak Presiden Prabowo,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhaimin mengatakan akan menyampaikannya kepada Presiden Prabowo.
Muhaimin juga menilai produk UMKM Desa Watuagung sudah memiliki kualitas yang baik dan layak dipasarkan melalui toko modern.
“Produk UMKM ini sudah bagus dan layak untuk dijual ke toko modern. Nanti, terkait suku bunga pinjaman Mekar kita sampaikan ke Pak Presiden,” kata Muhaimin.