Festival Adhiloka Peringati Hari Jadi ke-703 Pati, Digadang Masuk Kalender Wisata Tahunan
rival al manaf August 09, 2026 12:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, PATI — Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Pati dan sepanjang Jalan Panglima Sudirman pada Sabtu (8/8/2026) malam. 

Suasana riuh penuh antusiasme membuncah saat deretan armada hias dan ratusan penampil karnaval melintas di area panggung utama di lapangan alun-alun. 

Sorot lampu megah berwarna-warni membendung kegelapan malam, menyinari atraksi tarian kolosal tematik yang ditampilkan bergantian oleh 21 kelompok.

Para penampil merepresentasikan keunggulan budaya 21 kecamatan se-Bumi Mina Tani.

Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak yang digendong orang tuanya hingga lansia, duduk lesehan di jalanan dan di balik pagar pembatas, mengabadikan momen megah perayaan "Festival Adhiloka" dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.

Tiap-tiap kelompok menyemarakkan suasana dengan membawa ornamen pendukung tari kolosal, mulai dari replika bawang merah raksasa yang menunjukkan keunggulan hasil bumi Kecamatan Jaken, hingga ornamen bunga kopi yang dibawa rombongan penampil Kecamatan Gunungwungkal.

Tiap-tiap kecamatan menampilkan tari kolosal dengan makna filosofis mendalam, misalnya Kecamatan Jaken menjadikan bawang merah alias brambang sebagai lambang ketekunan, kebersamaan, dan kesejahteraan.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, HUT ke-703 Kabupaten Pati mengusung tema "Sumunar Terang Mbangun Kemajengan" yang artinya Bersinar Terang Membangun Kemajuan.

Menurutnya, tema ini mencerminkan optimisme sekaligus arah pembangunan Kabupaten Pati. 
 
Kemajuan yang ingin diwujudkan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, hingga terjaganya persatuan dan kebudayaan.

Chandra menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat Pati dalam suasana penuh kebahagiaan.

"Semoga acara Hari Jadi Pati yang ke-703 tahun ini menjadi tonggak sejarah untuk Kabupaten Pati yang lebih maju dan lebih makmur," ujar dia di atas panggung utama Alun-Alun Pati.

Chandra menegaskan bahwa panggung Festival Adhiloka didedikasikan bagi generasi muda dan anak-anak Pati untuk memamerkan bakat serta prestasi mereka di bidang seni dan budaya. 

Ia mengapresiasi tinggi keterlibatan para pemuda yang terus melestarikan akar tradisi daerah. 

Lebih lanjut, Pemkab Pati berkomitmen menjadikan festival kebudayaan ini sebagai agenda rutin dalam kalender pariwisata daerah.

"Acara ini akan terus diadakan setiap tahunnya menjadi kalender wisata Kabupaten Pati. Jadi acara ini tahun depan juga akan kami laksanakan. Semoga tahun depan juga akan lebih meriah lagi, tentunya dengan penampilan-penampilan anak-anak dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati," ungkap Chandra.

Peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati ini tidak hanya menjadi ajang hiburan visual, tetapi juga strategi pemajuan kebudayaan daerah. 

Rangkaian festival menyajikan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) unggulan dari 21 kecamatan se-Kabupaten Pati. 

Penonton disuguhkan beragam garapan tari dan parade kreasi khas daerah, seperti Nasi Gandul Gajahmati dari Kecamatan Pati Kota, Lamporan Soneyan, tradisi petani garam, Meron Sukolilo, batik Bakaran, hingga kopi Jrahi dan kelapa kopyor.

Melalui sinergi budaya ini, Pemkab Pati berharap semangat Sumunar Terang Mbangun Kemajengan dapat mendorong kebangkitan ekonomi kreatif, memperkuat promosi pariwisata, serta mempererat kolaborasi masyarakat dalam membangun Kabupaten Pati yang semakin maju dan sejahtera. (mzk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.