Mendaki Gunung Argopuro Probolinggo, Pemuda 22 Tahun Asal Sumenep Meninggal Diduga Hipotermia
Dwi Prastika August 09, 2026 12:47 AM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahsan Faradisi

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Jailani (22), seorang pendaki asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia saat mendaki Gunung Argopuro di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).

Korban dilaporkan meninggal sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal dari rekan korban kepada petugas, Jailani sebelumnya mengalami hipotermia.

Hipotermia merupakan kondisi darurat medis saat suhu tubuh turun drastis di bawah 35 derajat Celsius karena tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya memproduksi panas.

Meninggalnya korban dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 16.45 WIB.

Setelah berhasil dievakuasi oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Polres Probolinggo serta anggota TNI, korban kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo.

Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwa Apriyantoro, menyebut, berdasarkan informasi awal dari rekan korban, korban sebelumnya mengalami hipotermia dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Gunung Piramid Bondowoso Berulang Kali Telan Korban, APGI Ungkap Karakter Jalur yang Berisiko Tinggi

"Setelah menerima informasi itu petugas bersama tim evakuasi dan unsur terkait segera melakukan proses evakuasi terhadap korban dari kawasan Puncak Gunung Argopuro," kata Ipda Widy, Sabtu (8/8/2026).

"Korban kemudian berhasil dievakuasi dan tiba di Kantor BKSDA Kecamatan Krucil pada Kamis, 6 Agustus 2026 sekira pukul 04.00 WIB," imbuhnya.

Jenazah korban, lanjut Ipda Widy, kemudian dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dilakukan pemeriksaan dan permohonan Visum et Repertum (VER) jenazah. 

"Namun berdasarkan permintaan pihak keluarga korban tidak dilakukan autopsi lebih lanjut. Untuk penanganan kejadian lainnya sudah dilakukan," tutur Ipda Widy.

Baca juga: BPBD Jatim Ungkap Kendala Padamkan Kebakaran Kawasan Gunung Bromo, 2 Helikopter segera Diterjunkan

Mengucapkan Dukacita

Dalam kejadian ini, Ipda Widy mengucapkan dukacita atas meninggalnya korban dan mengimbau kepada para pendaki untuk mempertimbangkan dulu sebelum berangkat mendaki, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

"Turut berdukacita atas kejadian ini. Kami juga mengimbau khususnya para pendaki agar selalu memperhatikan fisik dan cuaca serta mengikuti arahan petugas maupun pengelola kawasan selama melakukan aktivitas pendakian," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.