Permintaaan Bupati Mitra Ronald Kandoli saat Tinjau Posko Tanggap Darurat Karhutla di Gunung Soputan
Ventrico Nonutu August 09, 2026 12:48 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, Ratahan - Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli, bersama Wakil Bupati Fredy Tuda meninjau langsung Posko Tanggap Darurat Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berada di kawasan Gunung Soputan, Sabtu 8 Agustus 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel serta melihat secara langsung kondisi di lapangan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi musim kemarau.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah di lokasi posko menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap seluruh personel yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di kawasan Gunung Soputan.

Bupati Ronald Kadoli mengatakan, kesiapsiagaan seluruh unsur sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran, mengingat kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menjalankan tugas di lapangan.

“Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras siaga di lokasi,” kata Kandoli.

Menurut dia, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas sektor. 

Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diminta terus memperkuat sinergi agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani.

“Saya tegaskan, prioritas utama kita adalah keselamatan masyarakat dan segera menekan api agar tidak meluas. Mari kita tetap kompak dan bersinergi,” tegasnya.

Selain memastikan kesiapan petugas, Ronald Kandoli juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.

Ia meminta warga tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan menggunakan metode pembakaran. 

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan risiko kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh warga, tolong jangan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar di musim kemarau ini, demi menjaga keselamatan bersama,” ujarnya.

Ronald Kandoli menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas di lapangan. 

Peran masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Ia berharap masyarakat dapat ikut menjaga kawasan hutan dan lahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Mitra, akan terus melakukan pemantauan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi Karhutla.

Posko Tanggap Darurat Siaga Karhutla di kawasan Gunung Soputan juga menjadi salah satu titik penting dalam mendukung upaya pemantauan dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.

Dengan kesiapsiagaan personel serta dukungan masyarakat, pemerintah daerah berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Karena itu, kita harus bekerja bersama, saling mendukung dan cepat mengambil langkah ketika ada potensi kebakaran,” tegas Kandoli.

(TribunManado.co.id/Nie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.