Viral Suasana Mencekam Kalimantan Tertutup Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan
Desy Selviany August 09, 2026 04:35 AM

TRIBUNDEPOK-Viral video suasana Kalimantan Selatan yang mencekam karena sepenuhnya tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan. 

Dari video yang viral terlihat jarak pandang akibat kabut asap kurang dari satu meter. 

Bahkan kendaraan yang sudah menyalakan lampu kendaraan tidak terbantu karena parahnya kondisi kabut asap. 

Disebutkan peristiwa itu terjadi di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

Kabut asap terjadi karena masifnya kebakaran hutan di Banjarbaru. 

Dimuat Kompas.com peristiwa bencana kabut asap di Kalimantan Selatan itu sudah terjadi sejak 20 Juli 2026. 

Terpantau di Jalan Ahmad Yani, Liang Anggang sampai dengan arah Bandara Syamsudin Noor, kabut asap cukup mengganggu jarak pandang. 

Ansar, warga Banjarmasin yang setiap hari harus berkendara ke tempat kerjanya di Banjarbaru terpaksa tak bisa melajukan kendaraannya seperti biasa karena khawatir terjadi kecelakaan.  

"Kabut asapnya cukup mengganggu pandangan saya, jadinya bawa kendaraan cukup lambat," ujar Ansar saat diwawancarai, Senin (20/7/2026). 

Sementara itu catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), sejak Januari hingga Juli 2026, terdapat 34.262 titik panas (hotspot), dan 33.837 hektar area terbakar, menjadikan pulau ini episentrum bencana itu.  

Padahal, musim kemarau belum mencapai puncaknya. Secara keseluruhan, terdapat 118.420 hotspot di seluruh Indonesia dengan luas indikatif kebakaran mencapai 107.649 hektar. 

Baca juga: Cegah Kebakaran TPA Cipayung Terulang, DLHK Depok Lakukan Patroli 24 Jam hingga Penyiraman Rutin

Di Borneo, Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat hotspottertinggi, 17.236 titik, dengan luas kebakaran sekitar 28.680 hektar.

Titik panas dan kebakaran juga melanda provinsi lain, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Utara (Kaltara). 

Walhi juga mencatat peningkatan hotspotyang tajam sepanjang Juli 2026. 

Periode April-Juni hotspot tidak pernah melampaui 74 titik per bulan, namun melonjak signifikan pada Juli menjadi 615 hotspot. 

Kenaikan mencolok juga terjadi di Kalbar dengan 778 hotspot, atau sekitar 65 persen total hotspot skala tinggi di Kalimantan. 

Temuan Walhi, sebagian besar hotspot
di Kalimantan berada di konsesi perusahaan. Dari total 34.262 hotspot, sebanyak 25.524 titik atau sekitar 74 persen ada di area berizin.

(TribunDepok/DES/Kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.