Badan Kurus Belum Tentu Bebas Diabetes, Waspadai Kondisi 'Skinny Fat'
Wahyu Aji August 09, 2026 04:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Memiliki tubuh yang terlihat kurus tidak selalu berarti seseorang terbebas dari risiko diabetes.

Sebab, berat badan hanya menggambarkan keseluruhan massa tubuh yang terdiri dari otot, tulang, air, dan lemak.

Ada kondisi yang dikenal sebagai skinny fat, yakni tubuh tampak kurus dari luar, tetapi menyimpan kadar lemak tubuh yang tinggi di dalam.

Kondisi ini menjadi perhatian karena lemak, terutama yang menumpuk di sekitar organ dalam atau visceral fat, dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes DCC Eka Hospital BSD dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM menjelaskan bahwa seseorang yang terlihat kurus belum tentu memiliki komposisi tubuh yang sehat.

*Makanya kalau kita bicara obesitas itu bukan bicara cuma ukuran. Bukan kilogramnya. Bukan kilogram berat badan. Karena tadi ingat berat badan kita itu ada otot, ada tulang, ada air, ada lemak juga," ujarnya pada media briefing di Bintaro Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026). 

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi ketika seseorang memiliki massa otot rendah, tetapi persentase lemak tubuhnya tinggi.

Salah satu contohnya adalah orang yang terlalu membatasi makanan karena takut mengalami diabetes.

Alih-alih mendapatkan komposisi tubuh yang lebih sehat, pembatasan makan yang berlebihan justru dapat membuat asupan protein tidak mencukupi.

Jika kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas fisik yang hanya berfokus pada kardio, massa otot dapat berkurang.

Sementara itu, lemak tubuh tetap tinggi.

Karena itu, dokter menyarankan masyarakat tidak hanya mengandalkan angka timbangan untuk menilai kondisi tubuh.

"Nggak kelihatan, gemuknya nggak kelihatan, tapi ternyata gulanya naik, ternyata memang lemaknya tinggi. Ada istilah fit, fat inside, thin outside,"imbuhnya. 

Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mengukur lingkar perut.

Lingkar perut dapat memberikan gambaran mengenai penumpukan lemak di area perut, termasuk lemak visceral yang berkaitan erat dengan gangguan metabolisme.

Untuk masyarakat Indonesia, ukuran lingkar perut yang perlu diperhatikan adalah sekitar 90 sentimeter untuk laki-laki dan 80 sentimeter untuk perempuan.

Cara lain yang lebih sederhana adalah membandingkan lingkar perut dengan tinggi badan.

Lingkar perut idealnya tidak lebih dari setengah tinggi badan.

Sebagai contoh, seseorang dengan tinggi badan 160 sentimeter dapat menggunakan angka sekitar 80 sentimeter sebagai batas yang perlu diperhatikan.

Pemeriksaan komposisi tubuh juga dapat dilakukan menggunakan alat bioelectrical impedance analysis (BIA).

Pemeriksaan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai jumlah otot dan lemak tubuh, termasuk distribusinya.

Hal ini penting karena seseorang dengan berat badan tinggi belum tentu mengalami obesitas.

Orang yang rutin melakukan latihan beban, misalnya, dapat memiliki berat badan tinggi karena massa ototnya besar, bukan karena kelebihan lemak.

Sebaliknya, orang yang terlihat kurus bisa memiliki persentase lemak yang tinggi.

Kondisi inilah yang membuat pemeriksaan kesehatan tidak cukup hanya dengan melihat bentuk tubuh. Risiko metabolik juga perlu diperhatikan.

Penumpukan lemak tubuh berlebih dapat memicu peradangan ringan yang berlangsung terus-menerus.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk diabetes, penyakit jantung, gangguan hati, peningkatan kolesterol, penurunan fungsi ginjal, hingga beberapa jenis kanker.

Karena itu, tubuh yang terlihat kurus bukan satu-satunya tanda bahwa seseorang berada dalam kondisi sehat.

Yang lebih penting adalah mengetahui komposisi tubuh dan kondisi metabolisme secara keseluruhan.

Dengan demikian, masyarakat tidak terjebak pada anggapan bahwa semakin kecil angka timbangan, semakin sehat tubuh.

Baca juga: Dulu Penyakit Infeksi Mendominasi, Kini Diabetes dan Hipertensi Bisa Menyerang Tanpa Gejala

Sebab, dalam pencegahan diabetes, yang perlu diperhatikan bukan hanya berat badan, tetapi juga lemak tubuh, terutama lemak yang menumpuk di area perut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.