Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa sore Minggu 9 Agustus 2026.
Teks misa sore lengkap renungan harian katolik.
Teks misa sore disiapkan untuk hari biasa pekan XIX tahun A.
Teks misa sore disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD dengan warna liturgi hijau.
Ikuti misa dengan penuh iman.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 9 Agustus 2026, Jangan Takut
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab.
Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.
Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Pada hari Minggu Biasa kesembilanbelas ini, kita diajak untuk melihat kembali kehadiran Tuhan dalam hidup kita setiap hari. Entah kita sadar atau tidak, Tuhan selalu hadir dan turut merasakan perjuangan hidup kita. Hanya orang yang menyadari kehadiran-Nya, akan merasa lebih ringan menjalani hidup hariannya. Kita akan mendengarkan kisah tiga tokoh yaitu nabi Elia, Petrus dan Paulus, yang merasakan kehadiran Tuhan yang menolong mereka. Nabi Elia mendaki gunung Horeb dan dia merasakan kehadiran Tuhan dalam angin sepoi-sepoi yang menenangkan batinnya. Rasul Petrus dan teman-temannya merasakan kehadiran Tuhan di tengah malam penuh gelora di tengah laut. Tuhan hadir dan menolong mereka. Rasul Paulus merasakan kehadiran Tuhan yang mengubah jalan hidupnya ketika ia sedang dalam perjalanan ke Damsyik untuk memburu para pengikut Tuhan. Tuhan pasti juga hadir dalam hidup kita dengan berbagai cara. Marilah kita hening sejenak, menyadari kehadiran Tuhan juga dalam kesempatan yang penuh rahmat ini. [hening sejenak]
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya padaAllah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa
kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah yang mahakuasa, yang menguasai alam semesta, teguhkanlah iman kami dan buatlah agar kami selalu merasakan kehadiran dalam setiap langkah hidup kami. Semoga bersama Engkau, kami mampu menghadapi tantangan zaman kin dengan hati yang tenang menuju keselamatan kekal. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (1Raj 19:9.11-13)
L : Bacaan dari Kitab Yesaya.
Pada suatu hari, masuklah Elia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan
bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu
datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api.
Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MAZMUR TANGGAPAN
Refren:
Perlihatkanlah kepada kami,
kasih setia-Mu ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.
Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17
Aku ingin mendengarkan apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai?
Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang yang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita. (Refren)
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,
dan keadilan akan merunduk dari langit. (Refren)
Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,
dan damai akan menyusul di belakang-Nya. (Refren)
09. BACAAN KEDUA (Rm. 9:1-5)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki
laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke
Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar
dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata
kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA [Yoh. 6:64b, 69b]
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Sabda-Mu ya Tuhan, adalah roti dan kehidupan, Engkaulah yang memiliki sabda kehidupan kekal.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL (Mat. 14:22-33)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan muridmurid-Nya naik ke perahu dan mendahului Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya
pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka:
"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah
Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK
Kisah Injil hari ini melanjutkan kisah perbanyakan roti yang kita dengarkan Minggu lalu. Sama seperti dua
bacaan lain di hari ini, bacaan Injil memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan memperhatikan kita. Kita akan merenungkan dua poin dari bacaan Injil ini. Pertama, Yesus membiarkan para rasul-Nya berangkat sendirian, karena ia pertama-tama menyepi dan mendekatkan diri-Nya kepada Sang Bapa. Pada saat yang sama, orang banyak juga pulang. Para rasul pun mengambil inisiatif untuk meninggalkan tempat sunyi itu dan menyeberang dalam kegelapan malam, sendirian tanpa Sang Guru. Ketika di tengah laut, mereka berjuang amat keras karena mereka dihadang oleh angin dan gelombang. Baru ketika Sang Guru datang, badai itu bisa diredakan. Kenyataan ini mengajarkan kepada kita bahwa kadangkala kita terlalu percaya diri untuk tidak menyertakan Tuhan dalam setiap usaha dan perjuangan hidup kita. Para rasul tidak menunggu Sang Guru. Yesus harus menyusul mereka. Kita diajak untuk tidak melupakan Tuhan dalam perjuangan dan perencanaan hidup kita. Tanpa Tuhan, kita akan merasakan beratnya perjuangan hidup kita. Angin dan gelombang akan tetap ada dan menantang perahu kehidupan kita. Namun, ketika kita tidak mengundang Tuhan untuk berada berlayar bersama kita dalam perahu kehidupan kita, maka kita akan merasakan bahwa angin dan gelombang itu amat susah untuk dilalui. Bersama Tuhan, kita akan bisa menemukan kekuatan untuk melalui tantangan hidup kita. Kedua, para rasul menjadi ketakutan ketika Yesus mendekati mereka. Mereka malah menyebut Yesus sebagai hantu. Hal ini bisa saja terjadi karena mereka pasti belum pernah melihat orang berjalan di atas air. Namun, yang menjadi perhatian utama adalah Yesus pun meredakan angin dan gelora, membuat suasana menjadi tenang kembali. Kita diajak untuk tidak kehilangan iman kita, ketika kita menghadapi tantangan. Setiap cobaan dan tantangan akan menjadi ujian bagi iman kita. Apakah kita tetap menjadi tenang menghadapinya ataukah kita menjadi amat kacau?Orang yang memiliki iman dan yang berharap pada Tuhan, akan menemukan ketenangan batin dan merasakan bantuan Tuhan yangbisa saja datang dari berbagai pihak. Sebaliknya, orang yang tidak beriman, akan kehilangan pegangan. Ia bahkan bisa menjadicuriga dengan segala bantuan dan campur tangan Tuhan. Dia malah bisa menuduh Tuhan sebagai hantu yang membinasakannya. Kita berdoa untuk generasi muda dan keluargakeluarga, juga keluarga kita sendiri, yang tengah berjuang menghadapi tantangan zaman yang luar biasa sekarang ini. Semoga orang-orang muda atau anak-cucu kita mendapatkan peneguhan iman, sehingga mereka tidak mudah digoncangkan oleh gelombang zaman kini. Semoga juga keluargakeluarga yang sedang mengalami kesulitan, tetap berharap pada Tuhan yang mempersatukan mereka dalam bahtera rumah tangga mereka. Kita pun berdoa bagi keluarga kita untuk selalu menyadari kehadiran Tuhan dalam rumah kita, dan menjadikan-Nya sebagai harapan dan kekuatan kita yang paling utama.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah
menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Marilah kita berdoa kepada Tuhan kita, yang selalu berjalan bersama kita, agar kita mampu mengenal dan merasakan kehadiran-Nya dalam hidup harian kita. Umat menjawab: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P : Bagi Gereja. Semoga Gereja mampu menghadapi badai zaman kini dengan bersandar sepenuhnya pada Kristus, Tuhan dan Penyelamat. Marilah kita mohon…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P : Semoga mereka yang berjuang bagi keadilan dan perdamaian diteguhkan dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Marilah kita mohon…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P : Semoga mereka yang sedang mencari iman, menemukan Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamat kehidupan mereka. Marilah kita mohon….
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P : Semoga kita sekalian senantiasa mengundang Tuhan untuk berada dalam perjuangan kehidupan
kita sehati-hari dan belajar untuk mendengarkan suara-Nya yang berbicara dalam hati kita. Marilah
kita mohon….
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Bapa yang mahabaik, dengarkanlah doa-doa kami anak-anak-Mu, dan kuatkanlah iman kami agar
kami tidak tenggelam dalam tantangan zaman kini.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang
berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu
persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.].
17. DOA PUJIAN
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan
setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]
P : Saudara-saudari terkasih, Allah kita adalah Bapa yang memperhatikan dan mengasuh kita. Maka marilah kita berseru:
Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dalam kebijaksanaan-Mu Engkau telah mengatur alam semesta dan menyediakan keperluan makhluk ciptaan-Mu. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Engkau menjadikan Gereja-Mu kerajaan cinta kasih, supaya dunia mengenal Engkau, satu-satunya Kebaikan Tertinggi; dan agar semua orang yang mengalami cinta kasih-Mu hidup rukun sebagai saudara. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, Engkau telah mengutus Yesus, tanda kehadiran-Mu yang nyata. Dialah jalan, kebenaran dan hidup. Hanya melalui Dia, kami dapat sampai kepada-Mu. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Dengan terang Roh Kudus-Mu, Engkau menunjukkan kebijaksanaan ilahi-Mu, sehingga kami tidak
disesatkan oleh pengaruh dunia ini, yang sering tidak selaras dengan kebijaksanaan-Mu. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI
Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di
atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya
sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari
yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin
berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ----------------------------------------------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni
kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati
kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI
Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan
oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri
Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa
sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama
Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di
atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki
pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti
kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami;
dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari
yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai
berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Syukur.
20. MENDOAKAN MAZMUR 62:5-12
Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang,
sebab dari pada-Nyalah harapanku.
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku,kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku;
gunung batu kekuatanku,tempat perlindunganku ialah Allah.
Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat,curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya;
Allah ialah tempat perlindungan kita.
Hanya angin saja orang-orang yang hina,suatu dusta saja orang-orang yang mulia.Pada neraca mereka naik ke atas,mereka sekalian lebih ringan daripada angin.
Janganlah percaya kepada pemerasan,janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan;apabila harta makin bertambah,janganlah hatimu melekat padanya.
Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,dan daripada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan;
sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu,dan sepanjang segala abad. Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari terkasih, Yesus meredakan angin dan mereka pun sampai di tempat tujuan. Kiranya
kita menyertakan Tuhan dalam semua karya dan perjuangan hidup kita. Kita bisa bekerja sama di antara kita, tetapi kita juga mesti bekerja sama dengan Tuhan, agar tujuan hidup kita dapat diarahkan dan kita pun diselamatkan.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, Engkau telah meneguhkan iman dari Petrus. Semoga berkat perayaan ini, iman kami pun
diteguhkan agar kami kuat menjalani hidup kami setiap hari. Angkatlah kami jika kami tidak mampu
melewati lautan tantangan hidup kami. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
23. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang
kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
24. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP. (Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).