TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang wanita mengamuk di Masjid Al-Mourky, Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Senin (20/7/2026).
Pasalnya, ia membawa pecahan botol dan pisau, melempar batu, serta mengaku sedang hamil dan merupakan korban KDRT saat dievakuasi oleh petugas kepolisian dan puskesmas.
Ismail Thalib, selaku Ketua Takmir Masjid Al-Mourky, menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada TribunGorontalo.com.
Berikut adalah wawancara TribunGorontalo bersama Ismail Thalib selaku Ketua Takmir Masjid Al-Mourky dalam program Saksi Kata yang sudah tayang di YouTube dan Facebook TribunGorontalo, Senin (27/7/2026):
TribunGorontalo: Bagaimana kronologi wanita yang mengamuk tersebut, Pak?
Ismail: "Awalnya wanita atau ODGJ tersebut datang sekitar bada Maghrib Ahad malam, dia lalu lalang disekitar masjid Al Mourky. Kemrin dia bawa sampah-sampah dan menginap di malam senin tepatnya di bawah tangga masjid. Setelah itu paginya, ternyata dia masih ada di masjid Al Mourky."
TribunGorontalo: Apa saja tindakan meresahkan yang dilakukan oleh wanita tersebut?
Ismail: "Perilakunya mulai mengkhawatirkan warga karena ia sempat mengamuk, melempar batu, botol, tempat sampah, hingga tempurung kelapa ke arah kaca masjid. Selain itu, ia juga diketahui membawa sebilah pisau."
TribunGorontalo: Apa yang diteriakkan oleh wanita tersebut saat hendak diamankan?
Ismail: "Saat petugas datang untuk mengevakuasinya, wanita tersebut menolak dan sempat mengamuk. Ia berteriak mengaku bahwa dirinya sedang hamil dan merupakan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun, pihak takmir tidak mengetahui pasti kebenaran pengakuan tersebut"
TribunGorontalo: Bagaimana proses evakuasi wanita tersebut dilakukan?
Ismail: Karena situasinya mengkhawatirkan, pihak takmir menghubungi kepolisian melalui call center 110. Pihak kepolisian kemudian datang ke TKP dan berkoordinasi dengan Puskesmas Telaga, kantor desa setempat, serta Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo. Proses pengamanan berlangsung sekitar 10 menit; petugas memborgolnya dan pihak puskesmas memberikan suntikan obat penenang.
TribunGorontalo: Apakah wanita tersebut sedang dalam perawatan medis?
Ismail: Benar. Berdasarkan koordinasi tim medis di grup WhatsApp Puskesmas Kabupaten Gorontalo, wanita tersebut memang sedang dalam masa perawatan kejiwaan Ia berkeliaran di jalanan diduga karena obatnya habis. Jadi dia berkeliaran dijalan.
TribunGorontalo: Ke mana wanita tersebut dibawa setelah dievakuasi?
Ismail: Setelah dilakukan penanganan, ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tombulilato di Kabupaten Bone Bolango untuk mendapatkan penanganan Petugas sempat memandikan dan membersihkannya di sana hingga pukul 22.00 WITA. Namun, karena kapasitas rumah sakit penuh (full), pihak puskesmas akhirnya membawa wanita itu kembali ke alamat asalnya di Tenilo.
TribunGorontalo: Mengapa kabarnya wanita tersebut sempat terlihat kembali di sekitar masjid?
Ismail: Pada Selasa sore, wanita tersebut kedapatan berjalan-jalan lagi di kompleks Masjid Al-Mourky. Saat ditanya oleh marbot masjid, kami telusuri mengaku hanya kembali untuk mencari sandalnya yang hilang. Setelah itu, ia berjalan ke arah Masjid Al-Ikhlas yang berada di sebelah Masjid Al-Mourky.
TribunGorontalo: Bagaimana situasi terakhir terkait penanganan wanita tersebut?
Ismail: Karena kehadirannya di Masjid Al-Ikhlas hingga ba'da Isya membuat jemaah merasa tidak nyaman, pengurus takmir setempat mengeluarkannya dari area masjid.
Kami langsung berkoordinasi kembali dengan Kepala Desa Mongolato dan pihak puskesmas langsung mengamankan serta membawanya menuju Limboto. Saat ini, situasi di kompleks Masjid Al-Mourky sudah kondusif dan wanita tersebut tidak terlihat lagi di sana.
TribunGorontalo: Bagaimana kondisi Masjid Al-Mourky sekarang, Pak?
Alhamdulillah sampai dengan sekarang yang bersangkutan sudah tidak kelihatan lagi di kompleks masjid Al Mourky." (*)