Normalisasi Kali Kedurus Bisa Dongkrak Nilai Properti di kawasan Surabaya Barat
Wiwit Purwanto August 09, 2026 12:05 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Proyek normalisasi Kali Kedurus mendapat sambutan positif pengembang Royal Residence Surabaya. Selain memperkuat pengendalian banjir, proyek tersebut dinilai mampu mempercantik kawasan dan meningkatkan nilai properti dalam jangka panjang.

Pengembang perumahan Royal Residence di Wiyung, Surabaya, menyambut baik proyek pengendali banjir Kali Kedurus yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan kontraktor pelaksana PT Nindya Karya.

Direktur Utama PT Bhakti Tamara sebagai pengembang, Lodewyk Wattimena, mengatakan proyek pengendali banjir tersebut menjadi value added baru bagi Royal Residence.

"Selama ini Royal Residence telah dibangun dengan elevasi lahan yang lebih tinggi untuk meminimalkan risiko genangan. Dengan normalisasi Kali Kedurus, sistem perlindungan banjir menjadi semakin optimal sehingga memberikan rasa aman lebih besar bagi penghuni," kata Lodewyk, saat meninjau lokasi normalisasi yang ada di wilayahnya, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: Kahuripan Nirwana Luncurkan Tipe Aluna, Hunian Mewah Dan Investasi Menjanjikan

Apalagi pascanormalisasi, di sisi sungai akan dibangun jogging track, taman, serta penanaman bunga tabebuya dan sebagainya. Hal tersebut dinilai otomatis akan mempercantik kawasan sekaligus menambah fasilitas bagi masyarakat.

Nilai tambah lainnya berasal dari peningkatan aksesibilitas. Selama ini genangan di sejumlah titik Jalan Raya Wiyung kerap menghambat mobilitas menuju kawasan perumahan.

Dengan kapasitas sungai yang meningkat dan sistem pompa yang lebih modern, aliran air diproyeksikan lebih lancar sehingga akses menuju Royal Residence maupun kawasan Surabaya Barat menjadi lebih andal.

"Bagi industri properti, infrastruktur pengendali banjir menjadi faktor penting yang memengaruhi persepsi pasar. Lingkungan yang lebih aman dari banjir, kualitas lanskap yang meningkat, serta konektivitas yang semakin baik diyakini akan memperkuat daya saing kawasan sekaligus mendukung kenaikan nilai properti dalam jangka panjang," jelas Lodewyk.

Penjualan Rumah Dipacu, Ada Produk hingga Rp 7 Miliar

Kondisi tersebut menjadi modal baru bagi Royal Residence untuk meningkatkan penjualan setelah capaian semester pertama lalu masih berada di kisaran 30-35 persen dari target tahunan.

Baca juga: Normalisasi Sungai Kalianak Surabaya Berlanjut, 182 Bangunan Segera Dieksekusi

"Apalagi kami masih memiliki produk rumah yang menjadi andalan, seperti hunian di cluster Organica yang merupakan satu-satunya hunian dengan konsep tropical resort pertama di Surabaya, dan pilihan produk rumah lainnya dengan pilihan harga Rp 1 miliaran hingga Rp 7 miliar," ungkap Lodewyk.

Optimisme itu juga diperkuat dengan pembangunan Jembatan Jalur Lingkar Dalam Barat (JLDB) yang tengah berlangsung.

Kombinasi antara proyek pengendali banjir Kali Kedurus dan pembangunan jaringan jalan baru diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan koridor Surabaya Barat.

"Ketika kedua proyek tersebut rampung pada 2027, kawasan ini tidak hanya memperoleh perlindungan banjir yang lebih baik, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan properti dengan nilai ekonomi yang semakin tinggi," terang Lodewyk.

Dalam kesempatan yang sama, Project Manager PT Nindya Karya (Persero), Ardhian Elia Patria, menambahkan, Kali Kedurus secara keseluruhan memiliki panjang sekitar 7 kilometer.

Namun, pada tahap pertama pemerintah memfokuskan penanganan sepanjang 3,5 kilometer yang menjadi titik prioritas pengendalian banjir di Surabaya Barat.

"Lingkup pekerjaan dimulai dari normalisasi Kali Kedurus sepanjang 3,5 kilometer guna meningkatkan kapasitas tampung sungai. Pada sisi tebing sungai dibangun sistem proteksi menggunakan Combined Concrete Sheet Pile (CCSP) sepanjang 12 meter yang dipadukan dengan spun pile sedalam 24 meter untuk memperkuat struktur bantaran sekaligus mengurangi risiko longsor," beber Ardhian.

Kali Kedurus Dipoles Jadi Ruang Publik

Selain memperbesar kapasitas sungai, proyek juga menghadirkan penataan lanskap di sepanjang sempadan Kali Kedurus.

Kawasan bantaran akan dilengkapi jogging track, ruang hijau, rumput, penanaman pohon Tabebuya setiap 100 meter serta penerangan jalan umum sehingga fungsi sungai tidak hanya sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga ruang publik yang lebih representatif.

Pekerjaan berikutnya adalah revitalisasi Saluran Gendong Kiri menjadi long storage atau kolam tampung memanjang yang berfungsi menahan limpasan air saat curah hujan tinggi.

Saluran tersebut dinormalisasi dengan lebar 10-12 meter serta diperkuat menggunakan konstruksi T-Shape dan geocell sepanjang 3,5 kilometer.

Konsep long storage tersebut mengusung pendekatan nature-based solution yang menjadi salah satu persyaratan pendanaan Bank Dunia.

Selain menyimpan air dan memperlambat aliran, sistem ini dirancang meningkatkan infiltrasi air, mengurangi sedimentasi, memperkuat tebing sungai, menyerap panas kawasan, hingga menghadirkan ruang hijau yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Peningkatan kapasitas drainase juga dilakukan melalui modernisasi Boezem Kedurus.

Paket pekerjaan mencakup pemasangan rotary screen, pembangunan sistem kelistrikan, tiga pintu klep, pintu elektrik di outlet rumah pompa, serta penggantian pompa boezem menjadi dua unit berkapasitas 3,5 meter kubik per detik dan satu unit berkapasitas 2,5 meter kubik per detik.

Sebagai penguat sistem pengendalian banjir, juga dibangun dua rumah pompa baru, yakni Rumah Pompa Babatan Pratama yang dilengkapi tiga unit pompa berkapasitas masing-masing 0,5 meter kubik per detik dan Rumah Pompa Bangkingan Kiri dengan dua unit pompa berkapasitas masing-masing 0,5 meter kubik per detik.

Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai I Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS Brantas), Ima Solikhati, mengatakan Kali Kedurus dipilih sebagai lokasi proyek karena status lahannya telah bersih sehingga mempercepat pelaksanaan konstruksi.

Sungai tersebut merupakan saluran drainase utama yang menampung limpasan air dari Surabaya Barat hingga sebagian wilayah Gresik sebelum dialirkan menuju Kali Surabaya.

"Penurunan kapasitas sungai akibat sedimentasi, berkurangnya daerah resapan, serta pesatnya perkembangan kawasan perkotaan membuat peningkatan kapasitas Kali Kedurus menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi risiko banjir di kawasan cekungan Surabaya Barat," imbuh Ima.

BBWS Brantas juga menegaskan proyek tidak hanya mengejar aspek teknis, tetapi memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.

Selama pelaksanaan konstruksi dilakukan pemantauan kebisingan secara berkala, pengendalian penebangan pohon, serta penerapan mekanisme penanganan keluhan masyarakat (Feedback Grievance Redress Mechanism/FGRM) sesuai standar Bank Dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.