TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal memperkenalkan program kuliah gratis Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa) dan asuransi pertanian bagi petani yang mengalami gagal panen dalam kegiatan Bupati Tilik Desa di Desa Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Jumat (7/8/2026).
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman hadir bersama Wakil Bupati Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para kepala desa se-Kecamatan Kedungbanteng.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta kebutuhan pembangunan di tingkat desa.
Program Sadesa memberikan kesempatan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa dipungut biaya, mulai dari awal masuk hingga wisuda.
Baca juga: BPS Blora Tegaskan Data Sensus Ekonomi 2026 Tak Berkaitan dengan Pajak
Baca juga: Semarak Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Jateng Gelar Fun Walk Bersama Masyarakat
“Kami punya program Sadesa, Satu Desa Satu Sarjana. Ini program kuliah gratis. Jadi anak atau cucu panjenengan yang ingin kuliah tetapi terkendala biaya bisa mengikuti program Sadesa. Dari awal masuk sampai wisuda biayanya ditanggung,” ujar Bupati Ischak, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (9/8/2026).
Selain sektor pendidikan, pemerintah daerah juga memberikan perlindungan bagi petani melalui program asuransi pertanian dengan alokasi anggaran sekitar Rp300 juta setiap tahun.
Program ini bertujuan membantu petani yang mengalami gagal panen agar tidak menanggung seluruh kerugian sendiri.
“Harapannya tentu kita tidak ingin petani mengalami gagal panen. Tetapi kalau sampai terjadi, setidaknya ada perlindungan sehingga petani tidak menanggung seluruh kerugian sendiri,” jelas Bupati Ischak.
Perlindungan bagi petani juga diperkuat lewat jalur lain yaitu pemerintah daerah mendorong kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja, termasuk petani, sebagai lapisan perlindungan tambahan saat mereka menghadapi risiko dalam bekerja.
Bupati Ischak juga menerangkan, Bupati Tilik Desa merupakan agenda rutin sebagai bentuk komitmen mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Bupati Tilik Desa ini merupakan sebuah komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk hadir di tengah masyarakat. Biasanya kami bekerja di belakang meja, tetapi melalui kegiatan ini seluruh pejabat kami bawa langsung ke desa untuk mendekatkan pelayanan sekaligus menjaring aspirasi, masukan, kritik, dan saran dari masyarakat,” terangnya.
Untuk itu, seluruh jajaran OPD sengaja dihadirkan langsung ke desa, mulai dari bidang jalan, pendidikan, kesehatan, sosial, pertanian, administrasi kependudukan, air bersih, hingga perbankan, sehingga masyarakat dapat langsung menyampaikan persoalan kepada instansi yang menangani.
Kegiatan ini turut diisi dengan pelayanan langsung dari perangkat daerah serta dialog interaktif antara masyarakat dan Bupati beserta jajaran OPD yang dokumentasinya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Pemerintah Kabupaten Tegal.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ischak menegaskan pemerintah daerah terus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara merata.
Ia juga mengapresiasi kemajuan pembangunan di Desa Sumingkir, termasuk peningkatan infrastruktur jalan dan fasilitas pendidikan.
Bupati Ischak menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat Kabupaten Tegal, meski ia mengakui masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki bersama.
“Sehebat apa pun kami berusaha, pasti masih ada kekurangan. Karena itu, melalui forum seperti inilah kita bersama-sama memperbaiki. Aspirasi masyarakat menjadi bahan bagi kami untuk menentukan langkah dan kebijakan pembangunan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumingkir Hasan Ali, menyampaikan sejumlah perkembangan pembangunan di desanya yang telah mendapat perhatian pemerintah daerah, di antaranya pengecoran jalan dan pembangunan gedung SD Negeri 1 Sumingkir yang mulai dikerjakan.
“Alhamdulillah berkat perhatian Pemerintah Kabupaten Tegal, pembangunan jalan langsung dicor. Kemudian SD Negeri 1 Sumingkir yang kondisinya membutuhkan perhatian, alhamdulillah pembangunannya juga sudah mulai dilaksanakan,” ungkap Hasan Ali.
Hasan memaparkan, Desa Sumingkir menjadi salah satu desa percontohan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup enam bidang pelayanan dasar yakni pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Pelaksanaan program ini, menurutnya, telah meningkatkan kapasitas kader posyandu serta mendukung tenaga pendidik dan kegiatan kesehatan masyarakat.
Pada 2025, Desa Sumingkir meraih peringkat pertama lomba Posyandu 6 SPM tingkat Kabupaten Tegal dan tahun ini tengah mengikuti tahapan lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu, Desa Sumingkir telah menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri selama sekitar enam tahun sehingga sampah tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Desa Sumingkir juga meraih peringkat pertama pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tingkat Kabupaten Tegal dan masuk nominasi Program Kampung Iklim (ProKlim) tingkat kabupaten.
“Mohon doa dan dukungannya. Mudah-mudahan dalam lomba Posyandu 6 SPM tingkat provinsi ini Desa Sumingkir bisa masuk nominasi. Terpenting kami terus berusaha memberikan yang terbaik,” harap Hasan. (dta)