TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas segera menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bung Karno Purwokerto.
Penataan akan dilakukan secara serentak.
Rencananya, mereka akan direlokasi ke kawasan Kolam Retensi.
Penataan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Banyumas mengembalikan fungsi trotoar dan bahu jalan.
Diketahui, banyak pedagang menggunakan trotoar Jalan Bung Karno Purwokerto sebagai lokasi berjualan.
Pedagang sempat menolak rencana relokasi jika dilakukan bertahap.
Satu di antaranya, pedagang yang tergabung dalam Paguyuban BST.
Mereka memasang spanduk penolakan tersebut.
Namun, terkait hal ini, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menjamin pemindahan pedagang dilakukan serentak.
"Mereka yang pada khawatir kemarin kan BST, masang spanduk. Kita panggil lah. Karena itu komitmen dari awal."
"Mereka mau dipindah asalkan serempak."
"Itu saya pegang dari waktu saya wakil bupati. Pokoknya tanpa kompromi (relokasi serentak) karena itu komitmen awal," kata Sadewo di Purwokerto, Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: PKL Jalan Bung Karno Purwokerto Bakal Ditertibkan Serentak Tahun Ini, Pedagang Resah Omzet Anjlok
Data Pemkab Banyumas, ada 565 PKL di Jalan Bung Karno.
Mereka tergabung dalam delapan paguyuban, yaitu:
Rencananya, ratusan PKL Jalan Bung Karno akan direlokasi di area parkir Kolam Retensi.
Nantinya, pedagang akan difasilitasi berjualan menggunakan tenda.
Selain menyiapkan lahan untuk berjualan, Pemkab Banyumas juga tengah mencari sponsor untuk pengadaan tenda.
Bupati Sadewo menjamin, penataan PKL Jalan Bung Karno tak menggunakan APBD.
Pemkab Banyumas menggandeng pihak ketiga sebagai sponsor, termasuk pengadaan tenda.
Data awal, Pemkab Banyumas telah menerima komitmen dari BNI yang siap menyediakan 300 tenda dan Baznas Banyumas dengan 200 tenda.
"Pokoknya enggak pakai APBD. Saya carikan."
"Saya mintakan dari Toko Daging Nusantara. Tuntas lah ya, 65 (kekurangan tenda) ini, 565 (tenda untuk PKL)."
"Saya akan pastikan tuntas," kata Sadewo.
Baca juga: Ketua DPRD Ingin Jalan Bung Karno Jadi Wajah Humanis Banyumas
Bahkan, jika kebutuhan tenda PKL terus bertambah, Sadewo siap menggalang bantuan dari pihak lain, di antaranya meminta bantuan ke BRI, BSI, juga Semen Padang, dan Kadin Banyumas.
Nantinya, konsep penataan PKL di kawasan Kolam Retensi akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum.
Sadewo optimistis, penataan PKL akan membuat pembeli lebih nyaman sehingga perdagangan tetap berlangsung.
"Jadi gini, kalau sudah tertata rapi, saya yakin pengunjung semakin nyaman," ujarnya.
Penataan PKL Jalan Bung Karno Purwokerto juga menjadi bagian dari mewujudkan program Integrated City Planning (ICP) atau kawasan Kota Baru.
Jalan Bung Karno memang direncanakan menjadi kota baru di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Bahkan, kawasan ini direncanakan menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian baru.
Baca juga: Kawasan Jalan Bung Karno akan Jadi Kota Mini Modern Banyumas: Ada Perkantoran Hingga Apartemen
Dalam perencanaan yang dibuat, Jalan Bung Karno Purwokerto akan dilengkapi techno park, sekolah terpadu, gedung perkantoran, pasar modern, perumahan dan apartemen.
"Harapannya, di situ ada aktivitas atau pusat kegiatan masyarakat yang baru," kata Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banyumas, Imam Wibowo, sebagaimana ditayangkan Tribunbanyumas.com, Senin (23/2/2026).
Tahap awal pembentukan kota baru di Purwokerto itu adalah pembukaan akses jalan yang menghubungkan Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya, yaitu Jalan Bung Karno.
Kota baru ini memiliki konsep cakupan wilayah mencapai seluas 100 hektare.
Dalam Master Plan Kota Baru yang diajukan ke pemerintah pusat lewat program ICP, berikut pembangunan yang akan dilakukan: