Dokter Tifa Bongkar Tawaran RJ dan Paket Rp50 Miliar Usai Disebut Pengecut di Kasus Ijazah Jokowi
Darwin Sijabat August 09, 2026 12:04 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Terdakwa kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, meluapkan kekesalannya usai dituding pengecut dan mundur dari pergerakan. 

Lewat pernyataan resminya, Dokter Tifa membantah tuduhan berdamai serta membeberkan fakta mengejutkan terkait tawaran restorative justice (RJ) bernilai fantastis.

Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Sabtu (8/8/2026), Dokter Tifa menegaskan bahwa dirinya tak pernah tergiur untuk berdamai dengan pihak mana pun terkait polemik tersebut.

"Jika saya mau berdamai dengan Joko Widodo, akan saya terima tawaran itu jauh-jauh hari," kata Dokter Tifa, Sabtu (8/8/2026).

Dokter Tifa membeberkan secara blak-blakan mengenai adanya upaya penyelesaian di luar persidangan yang pernah menyasar dirinya. 

Namun, ia memilih konsisten menolak iming-iming materi tersebut.

"Saya buka transparan ini. Tawaran Restorative Justice kepada saya lengkap dengan paket Rp 50 M! Apakah saya ambil? Tidak!" tegasnya.

Ia pun mempertanyakan tudingan miring dari sejumlah pihak yang menyebutnya telah mengkhianati perjuangan.

"Lalu kalian masih bilang saya mundur, saya pengecut, saya pengkhianat. Bagaimana sih pikiran kalian?" cecarnya.

Baca juga: Kubu Dokter Tifa Siapkan Kejutan Hadapi Dakwaan Baru Kasus Ijazah Jokowi

Baca juga: Daftar 6 Syarat Kunci Iran ke AS untuk Buka Selat Hormuz

Menurut Dokter Tifa, keputusannya untuk "berhijrah" dari polemik ijazah Jokowi diambil lantaran tugasnya sebagai pejuang dan peneliti dinilai telah usai setelah nota keberatannya dikabulkan majelis hakim.

"Perjuangan saya selesai dengan eksepsi saya diterima dan saya bebas. Karena itu saya katakan: saya hijrah," ulas Tifa.

Selepas dari perkara itu, ia bermaksud mengalihkan fokus ke isu-isu global yang dirasanya jauh lebih krusial bagi publik.

"Ancaman kesehatan yang makin meledak, teknologi vaksin yang harus diawasi, senjata biologis yang menjadi bagian dari Perang Dunia III. Gangguan mental massal yang bikin banyak bunuh diri dan pembunuhan sadis, masalah geopolitik, sosial, kesejahteraan, status gizi buruk, angka infeksi yang meledak," paparnya.

Sentil Pendukung Komentator

Meski sempat berencana hijrah, Tifa memastikan dirinya tidak akan tinggal diam ketika status bebas yang sempat dirasakannya selama tiga hari kembali terancam oleh proses hukum baru dari kejaksaan. 

Ia bersiap melawan lewat jalur resmi.

"Sekarang, ketika status bebas saya terancam dibatalkan, ya tentu saya harus melawan, dong. Harus saya lawan dong. Dengan apa? Ya dengan fasilitas hukum yang ada mulai dari praperadilan. Maka saya mengajukan praperadilan!" tegas Tifa.

"Diizinkan Mahkamah Agung maka insyaAllah Rabu, 12 Agustus 2026 saya berjuang lagi di sidang," tambahnya.

Di akhir peryataannya, Dokter Tifa menyentil para pendukungnya di media sosial yang dinilainya sekadar menjadi "komentator" tanpa memberikan kontribusi nyata untuk mendukung operasional perjuangan hukumnya.

"Kalian bantu saya apa selama ini? Beli buku saya kek. Borong buku biar saya tenang berjuang tanpa mikir dengan apa saya membiayai perjuangan ini. Jangan cuma jadi komentator bola di lapangan seakan jadi si paling berjuang. Bantu beli buku kagak. Datang temani saya bersidang kagak. Menghujat paling duluan," pungkas Dokter Tifa.

Baca juga: Prediksi Skor Marseille vs Bilbao , Head-to-head dan Statistik di Pertandingan Persahabatan

Baca juga: Polda Jambi Selidiki Asal-usul Karhutla yang Hanguskan Lahan Gambut di Sungai Gelam

Baca juga: Catatan Kritis Pakar Hukum di Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.