TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA-Komitmen Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam menjaga keberlanjutan sektor perkebunan dan tingkat perekonomian warga kembali mendapat apresiasi tingkat nasional.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dianugerahi penghargaan SIEXPO Award 2026 atas konsistensinya memperjuangkan kesejahteraan petani kelapa sawit swadaya serta menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga komoditas lokal.
Baca juga: Jejak Kreatif Fajar Novario, Perancang Logo HUT Ke-81 RI Asal Padang
Prosesi penganugerahan tersebut diselenggarakan di Ballroom Pekanbaru Convention & Exhibition (Ska-Coex), Pekanbaru, Riau. Agenda ini menjadi salah satu bagian utama dari perhelatan tahunan 4th Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026.
Dalam prosesi penerimaan penghargaan tersebut, Bupati Annisa Suci Ramadhani diwakili oleh Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Pemberian SIEXPO Award 2026 didasarkan pada penilain objektif terhadap 10 lembaga dan figur publik yang dinilai berkontribusi besar bagi kemajuan komoditas kelapa sawit di Indonesia.
Penilaian tersebut mengacu secara resmi pada keputusan dan rujukan riset yang dikeluarkan oleh Majalah Sawit Indonesia.
Proses penetapan penerima trofi melibatkan kajian mendalam dari Tim Penilai independen yang dipimpin oleh Dr. Gulat ME Manurung.
Riset ini menyasar performa kepemimpinan daerah serta efektivitas regulasi yang diterbitkan sepanjang tahun berjalan.
Terdapat dua indikator utama yang mendasari penetapan pimpinan daerah Dharmasraya sebagai penerima penghargaan. Penilai menyoroti keberadaan kebijakan konkret pemerintah daerah yang berfokus pada peningkatan taraf hidup para petani di lapangan.
Baca juga: Update Cuaca Sumbar Terkini : 5 Daerah Diprediksi Kabut dan Hujan Ringan, Cek Rinciannya
Selain itu, tim penilai mengapresiasi konsistensi Pemkab Dharmasraya dalam memantau dan mengawal dinamika penetapan harga tandan buah segar (TBS) sawit milik masyarakat.
Langkah preventif ini dinilai efektif dalam menahan gejolak harga yang berpotensi merugikan pekebun mandiri.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Annisa Suci Ramadhani menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat daerah.
Menurutnya, penghargaan skala nasional ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras bersama dalam merawat komoditas unggulan daerah.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas penghargaan SIEXPO Award 2026 ini. Capaian ini menjadi penambah semangat bagi jajaran Pemkab Dharmasraya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan petani dan menjaga kestabilan harga komoditas di tingkat bawah," ujar Annisa dilansir resmi, Minggu (9/8/2026).
Ia menambahkan, sektor perkebunan kelapa sawit selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Dharmasraya.
Oleh sebab itu, intervensi kebijakan yang tepat sasaran menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi menjaga daya beli warga.
Penganugerahan ini sendiri dirangkai dalam ajang akbar Sawit Indonesia Expo and Conference 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit”.
Forum ini dirancang sebagai wadah interaksi strategis antar pemangku kepentingan industri sawit nasional.
Acara tahunan tersebut diinisiasi oleh Majalah Sawit Indonesia dengan menggandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).
Pameran ini sekaligus menjadi ruang temu para pengambil kebijakan dari berbagai kabupaten sentra sawit di tanah air.
Guna memperluas dampak ekonomi, ajang ini disandingkan dengan Pekan UKM Sawit Nusantara.
Forum sampingan tersebut menampilkan ragam inovasi produk turunan kelapa sawit yang dikembangkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai wilayah.
Keberhasilan meraih SIEXPO Award 2026 sekaligus menegaskan keselarasan kepemimpinan antara Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni.
Kolaborasi jajaran kepemimpinan daerah ini dinilai berhasil menghadirkan kepastian iklim usaha perkebunan yang berkelanjutan.
Melalui apresiasi ini, Pemkab Dharmasraya berkomitmen untuk terus meningkatkan pendampingan, perbaikan tata kelola tata niaga TBS, serta mempermudah akses penguatan kapasitas bagi para petani sawit setempat.