TRIBUNJAMBI.COM – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pasang badan membela klaim Presiden Prabowo Subianto yang menilai kinerja dua tahun masa kepemimpinannya berada pada predikat 'oke'.
Partai Gerindra menegaskan penilaian tersebut merupakan cerminan objektif atas deretan capaian kerja nyata di lapangan yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan skor kinerja dari Presiden bukanlah klaim sepihak.
Ia merujuk pada hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) terbaru per 8 Agustus 2026 yang merekam tingkat kepuasan publik mencapai angka 63 persen.
"Ini bukti nyata bahwa arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang benar (on the right track)," kata Sugiat, Minggu (9/8/2026).
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini menjabarkan, indikator utama keberhasilan pemerintahan Prabowo terlihat dari ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan inflasi dunia.
Pemerintah secara konsisten menahan kenaikan harga BBM bersubsidi demi mengamankan daya beli masyarakat bawah.
"Kami melihat di tengah gejolak perekonomian global yang membuat banyak negara menaikkan harga energi, pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi.
Baca juga: Analis Desak Presiden Prabowo Reshuffle Menteri Pasca Kepuasan Anjlok 30 Persen
Baca juga: Dokter Tifa Bongkar Tawaran RJ dan Paket Rp50 Miliar Usai Disebut Pengecut di Kasus Ijazah Jokowi
BBM bersubsidi tidak dinaikkan demi menjaga daya beli rakyat dan mencegah inflasi.
Kebijakan ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat kecil dan dunia usaha," tegas Sugiat.
Lompatan Danantara 400 persen dan Pembangunan 2.500 Jembatan Desa
Di sektor investasi dan infrastruktur, Sugiat menyoroti lonjakan kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara yang mencatatkan pertumbuhan finansial fantastis dalam satu tahun terakhir.
"Kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara dalam satu tahun terakhir menunjukkan lompatan kinerja finansial yang sangat signifikan yaitu meningkat hingga 300–400 persen," tuturnya.
Selain megastruktur, fokus pembangunan diarahkan pada infrastruktur mikro berbasis desa.
Pemerintah mencatat telah merampungkan pembangunan hampir 2.500 jembatan desa di seluruh Indonesia untuk membuka aksesibilitas wilayah terpencil.
"Pemerintah tidak hanya fokus pada proyek megastruktur, tetapi juga pada infrastruktur mikro yang berdampak langsung pada kehidupan harian warga. Pembangunan mendekati 2.500 jembatan desa di seluruh Indonesia adalah respons cepat pemerintah terhadap konektivitas wilayah, distribusi hasil tani, dan mobilitas anak-anak sekolah di daerah pelosok," paparnya.
Ketahanan Pangan, Efisiensi Anggaran, dan Pembenahan BUMN
Di tengah ancaman disrupsi rantai pasok global dan perubahan iklim, Indonesia dinilai sukses menjaga kecukupan pasokan bahan pangan pokok.
Fondasi ekonomi akar rumput turut diperkuat lewat pengoperasian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk memangkas rantai tengkulak yang merugikan petani.
"Di saat berbagai negara menghadapi ancaman ketahanan pangan akibat disrupsi rantai pasok global dan perubahan iklim, Indonesia mampu menjaga pasokan bahan pokok tetap aman dan stabil," puji Sugiat.
Baca juga: Unggah dan Komentari Video Presiden Prabowo soal Nuklir, 2 Orang Ditangkap Polisi
Baca juga: Dokter Tifa Bongkar Tawaran RJ dan Paket Rp50 Miliar Usai Disebut Pengecut di Kasus Ijazah Jokowi
"Melalui peta kerja Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengadaptasi semangat kemandirian, pemerintah mendorong efisiensi rantai pasok dan memangkas biaya perantara yang selama ini merugikan petani dan peternak," tambahnya.
Sugiat juga memuji langkah efisiensi anggaran lewat pemangkasan perjalanan dinas luar negeri serta keberanian Presiden membongkar potensi kebocoran anggaran dan pembenahan di tubuh BUMN.
"Presiden Prabowo juga tidak pernah menutup-nutupi penyakit sistemik negara. Beliau mendiagnosisnya dan langsung mengoperasinya. Keberanian mengakui potensi kebocoran anggaran dan pembenahan di tubuh BUMN bukanlah kelemahan, melainkan bentuk transparansi," ungkapnya.
"Pemerintah tidak lagi membiarkan uang rakyat menguap di tengah jalan, melainkan menguncinya rapat-rapat untuk membiayai program strategis seperti gizi anak dan pendidikan," kata Sugiat.
Meski meraih skor positif, Gerindra mengingatkan seluruh jajaran kabinet untuk tidak berpuas diri dan tetap membuka pintu terhadap kritik masyarakat.
"Pemerintah tetap terbuka terhadap masukan, kritik, serta pengawasan publik demi memastikan seluruh program prorakyat berjalan tepat sasaran hingga akhir periode. Dua tahun ini membuktikan, ketika para pemimpin bangsa bersatu dan membuang ego politik, yang diuntungkan adalah rakyat," pungkasnya.
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menilai kinerja pemerintahannya sendiri.
Setelah sebelumnya memberikan nilai 6 dari 10 pada awal masa kepemimpinan, kini Prabowo menyebut rapor pemerintahannya selama hampir dua tahun sudah berada dalam kondisi yang baik.
Prabowo bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 20 Oktober 2024.
Prabowo menilai kinerja kabinet yang dipimpinnya selama hampir dua tahun telah menunjukkan berbagai hasil.
Bahkan, Prabowo menyebut pemerintahannya kini dapat menghadapi masyarakat dengan lebih percaya diri.
"Terus terang saja, saya dua tahun ini kita baru berprestasi, tapi saya kira dua tahun boleh lah kita ya, rapor kita oke ya menurut saya ya," kata Prabowo dalam peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
"Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia, kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata," lanjut Prabowo.
Baca juga: Karhutla di Sungai Gelam, Tim Gabungan Pasang Garis Polisi dan Usut Penyebab Kebakaran
Baca juga: IPW Respon Rumor Ganti Kapolri: Jabatan Seperti Kelola Tong Sampah
Baca juga: Bupati Buka Lomba Sauk’an Layangan, Hidupkan Permainan Tradisional di Kuala Tungkal