Gerhana Matahari 2026 Bersamaan Arba Mustakmir 1448 H, Ingat Pesan Ustadz Khalid Basalamah
M.Risman Noor August 09, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gerhana matahari 2026 bersamaan dengan Arba Mustakmir 1448 Hijriah.

Arba Mustakmir 2026 atau Rebo Wekasan akan jatuh pada tanggal 12 Agustus 2026.

Peristiwan Gerhana Matahari juga diperhitungkan pada waktu yang sama.

Namun di Indonesia, gerhana matahari memang tidak terlihat.

Baca juga: Pilunya TKW Saat Pulang, Kekasih yang Janji Nikah Menghilang Bawa Uang Rp622 Juta yang Rutin Dikirim

Baca juga: Kisah Petugas Penerima Pendaftar Baayun Maulid di Banua Halat Tapin, Kerap Dengar Beragam Cerita

Gerhana Matahari Total akan menghiasi langit di sejumlah wilayah dunia pada Agustus 2026.

Namun, tidak semua negara dapat menyaksikan fenomena langka tersebut secara utuh. Sebagian wilayah hanya akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian, sementara sejumlah daerah lainnya sama sekali tidak dapat melihat fenomena tersebut.

Para pemburu gerhana dari berbagai negara pun diperkirakan akan berbondong-bondong menuju jalur totalitas untuk menyaksikan momen ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari.

Lantas, kapan Gerhana Matahari Total terjadi dan wilayah mana saja yang dapat menyaksikannya?

Astronom amatir Marufin Sudibyo mengatakan Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus 2026.

Namun, fenomena tersebut tidak dapat disaksikan dari Indonesia.

“Alasannya karena wilayah gerhana Matahari hanya meliputi hemisfer utara Bumi,” kata Marufin kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, lintasan totalitas akan melewati wilayah Arktik Rusia, Greenland yang merupakan bagian dari Denmark, serta Portugal dan Spanyol.

Pengamat yang berada tepat di jalur totalitas dapat menyaksikan Bulan menutupi Matahari secara penuh. Durasi totalitas terlama diperkirakan mencapai sekitar 2 menit 18 detik.

Namun, lama fase total tersebut akan berbeda-beda bergantung pada lokasi pengamatan.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Amerika Utara dan Eropa hanya dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

Pakar Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan, Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga seluruh piringan Matahari tertutup bagi pengamat yang berada di jalur totalitas.

Menurutnya, fenomena tersebut akan berlangsung mulai 12 Agustus 2026 pukul 23.58 WIB hingga 13 Agustus 2026 pukul 01.34 WIB.

Dengan demikian, berdasarkan waktu Indonesia, sebagian proses gerhana berlangsung hingga dini hari 13 Agustus.

“Mulai 12 Agustus 2026 pukul 23.58-01.34 WIB. Terlihat di Artik, Greenland, Spanyol,” kata Thomas kepada Kompas.com, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: Pergoki Sejoli Kelas 8 SMP Hubungan Intim di Sekolah, Siswa Lain Kaget, Terungkap Nasib Pelaku Kini

Namun, seluruh rangkaian fenomena tersebut tidak dapat disaksikan dari Indonesia.

“Tidak dapat dilihat dari Indonesia. GMT terjadi di sekitar Kutub Utara,” tambahnya.

Saat fase totalitas berlangsung, langit di wilayah yang berada dalam jalur totalitas dapat berubah gelap seperti senja meskipun fenomena tersebut terjadi pada siang hari.

Pengamat juga berkesempatan melihat korona Matahari, yakni lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya tidak terlihat karena tertutup cahaya terang dari fotosfer.

Thomas mengatakan Gerhana Matahari Total bukanlah fenomena yang sangat langka karena dapat terjadi beberapa kali di berbagai tempat di Bumi.

Namun, Gerhana Matahari Total yang melintasi kawasan Kutub Utara merupakan fenomena yang relatif jarang. 

Dilansir dari Space, sejumlah negara di Eropa juga berpeluang menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Wilayah tersebut antara lain: Perancis, Belgia, Jerman, Polandia, Estonia, Latvia, Lituania, Belarus, Rusia, Finlandia, Ukraina Slovakia, Austria, Kroasia, Hungaria, Rumania, Serbia, Italia, Kosovo serta Makedonia Utara.

Pesan Utadz Khalid Basalamah

Bagi umat muslim apabila terjadi gerhana baik matahari maupun bulan disunnahkan melaksanakan shalat Kusuf.

Shalat gerhana ini dianjurkan walaupun pada 12 Agustus 2026 nanti gerhana matahari tak terlihat di langit Indonesia.

Namun National Aeronautics and Space Administration atau NASA melaporkan bahwa akan berlangsung fenomena alam gerhana matahari total yang akan berlangsung pada 12 Agustus 2026.

Hanya lima negara saja yang bisa menyaksikan gerhana matahari total ini.

Meski demikian, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana atau Salat Kusuf.

Pelaksanaan Salat Kusuf dimaksudkan sebagai bentuk pengakuan atas kebesaran Allah S.W.T.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, lalu beliau memerintahkan agar umat Islam salat ketika melihat gerhana.

 "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah dan bersedekahlah." (HR. Bukhari).

Gerhana Matahari

Gerhana matahari dapat berupa gerhana total, sebagian, atau cincin, tergantung posisi Bulan dan jaraknya terhadap Bumi serta Matahari.

Saat gerhana total, langit menjadi gelap sejenak karena seluruh piringan Matahari tertutup.

Berikut Ini bacaan niat dan tata cara sholat kusuf sambut Gerhana Matahari Total pada hari Rabu 12 Agustus   2026.

Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah dalam satu ceramahnya menjelaskan mengenai Sholat Kusuf atau Sholat Gerhana Matahari

Kaum muslimin pun dianjurkan untuk menunaikan Sholat Gerhana Matahari dan juga banyak berdoa sampai gerhana berakhir.

Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan tata cara pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari

Riwayat adanya anjuran Sholat Gerhana terdapat dalam hadits shahih, Ustadz Khalid Basalamah menyebutkan lebih spesifiknya adalah ketika terjadi Gerhana Matahari.

Diterangkan Ustadz Khalid Basalamah, Gerhana Matahari kala itu terjadi bertepatan setelah meninggalnya anak Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim.

Fenomena Gerhana Matahari akan hadir dalam rentang waktu tertentu, Ustadz Khalid Basalamah mengatakan hal tersebut adalah wujud tanda-tanda kekuasaan Allah.

Gerhana Bulan adalah fenomena tata surya yang melibatkan Bumi, Matahari, dan Bulan.

Fenomena ini terjadi ketika Bulan terutup oleh bayangan Bumi. Peristiwa ini hanya dapat terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tepat atau hampir membentuk garis lurus dan Bulan berada dalam fase Bulan purnama.

Umat Islam dianjurkan Sholat Gerhana Bulan atau yang disebut khusuf, sebagaimana dianjurkan sholat Gerhana Matahari atau kusuf.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, telah terjadi Gerhana di zaman Nabi Muhammad SAW pada hari dimana meninggalnya Ibrahim anak dari Nabi SAW.

"Lalu orang-orang berkata Gerhana Matahari terjadi akibat kematian Ibrahim, maka Rasulullah SAW bersabda, sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi, tak akan terjadi gerhana pada keduanya dikarenakan kematian seseorang, atau karena hidupnya seseorang," jelas Ustadz Khalid Basalamah dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube DUNIA DAN AKHIRAT Channel.

Ustadz Khalid Basalamah menambahkan Rasulullah SAW kemudian menganjurkan apabila melihat kedua Gerhana tersebut maksudnya Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari, maka hendaknya berdoa dan sholat hingga Gerhana itu hilang.

Dalam hadist disebutkan Gerhana Matahari, namun juga ada Gerhana Bulan, perbedaannya waktu pelaksanaan Gerhana Bulan dilakukan pada malam hari dan umumnya dilakukan sendiri-sendiri tidak berjamaah. Sedangkan Gerhana Matahari dianjurkan sholat berjamaah.

Pada hadist shahih caranya yakni dijelaskan Nabi Muhammad SAW mengeraskan bacaan di kala sholat Gerhana dan sholat dua rakaat dengan empat rukuk dan empat sujud.

"Karena disunnahkan sholat hingga gerhana hilang, maka Nabi SAW membaca surah yang panjang setelah Surah Al-Fatihah," papar Ustadz Khalid Basalamah.

Surah-surah yang panjang yakni Surah Al-Baqarah, Surah Ali Imran, Surah An-Nisa, dan Surah Al-Maidah.

Kemudian rukuk pun dilakukan dalam keadaan yang lama, selama berdiri sebelumnya. Caranya membaca keenam doa rukuk, Subhana robbiyal adzhimi sebanyak 10-11 kali.

Baca juga: Jalur Pelaihari-Banjarmasin Masih Sering Gelap, Pengendara Mesti Berhati-hati Melintas

Lalu membaca Subhana robbiyal adhzimi wabihamdih 10-11 kali, dilanjutkan mengucapkan Subbuhun, quddusun, rabbuna wa rabbul mala'ikati war ruh sebanyak 10-11 kali.

"Selanjutnya membaca Subhana dzil jabaruuti wal malakuuti wal kibriyaai wal 'adzamati 10-11 kali, lalu Subhaanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfirlii 10-11 kali, serta Allahumma laka raka’tu wa bika aamantu walaka aslamtu khasya’a laka sam’i wa bashari wa mukhhii wa’ adzmii wa ‘ashabii dibaca 10-11 kali," terang Ustadz Khalid Basalamah.

Setelah itu dilanjutkan bangun I'tidal, imamnya kembali membaca surah yang lebih pendek dari yang awal.

Lalu dilanjutkan rukuk yang kedua sebagaimana sholat biasanya, lanjut i'tidal. Di rakaat kedua berlaku sebagaimana rakaat pertama.

"Perbedaannya dengan sholat lain menambah rukuk satu kali di rakaat pertama dan satu kali di rakaat kedua," urai Ustadz Khalid Basalamah.

Niat Sholat Gerhana Matahari

Niat sholat Kusuf atau sholat Gerhana Matahari Sendirian

Bagi Anda yang terbiasa melafadzkan niat, berikut niat sholat Gerhana Matahari:

1. Niat sholat Kusuf atau sholat Gerhana Matahari Sendirian

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى

Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini lillaaji ta'aalaa

Artinya: Aku niat sholat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala.

2. Niat sholat Khusuf atau sholat Gerhana Matahari Berjamaah

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

( Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.