Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Turun Tipis, Pinang Masih Stabil
Mawaddatul Husna August 09, 2026 01:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Harga komoditas kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh mengalami penurunan tipis dari Rp 86.000 menjadi Rp 85.000 per kilogram, atau turun sebesar Rp 1.000 per kilogram, Minggu (9/8/2026).

Penurunan ini terjadi secara berangsur setelah sebelumnya sempat menyentuh angka tertinggi di level Rp 88.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk komoditas pinang kering, harganya terpantau masih bertahan stabil diangka Rp 12.000 per kilogram.

Seorang tauke (pengepul) hasil bumi di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Sabri menjelaskan bahwa penurunan harga kakao di tingkat petani terjadi akibat penyesuaian harga di pasar induk Medan.

"Harga kakao kering sempat di level Rp 88.000 per kilogram, namun berangsur-angsur turun hingga kini berada di Rp 85.000 per kilogram.

Kalau kakao merosot, harga pinang kering justru stagnan diangka  Rp 12.000 per kilogram," ujar Sabri.

Harapan Petani

Kondisi ini turut dibenarkan oleh Syaifullah, petani kakao asal Desa Lawe Loning Aman.

Meski penurunannya relatif tipis, ia dan para petani lainnya berharap harga kakao bisa segera membaik.

"Saat ini harganya memang turun tipis Rp 1.000 per kilogram. Semoga dalam waktu dekat harga kakao kering di pasaran bisa kembali naik," ungkap Syaifullah.

Harapan senada juga disampaikan oleh para petani kakao setempat lainnya, seperti M Hanif, Wasmar, dan Siti Hawa, yang menggantungkan pendapatan harganya dari hasil panen komoditas tersebut. (*)

Baca juga: Harga Kakao di Aceh Tenggara Alami Penurunan Rp 2.000 per Kg, Pinang Stabil

Baca juga: Ponpes Darul Mukhlasin Asholihin di Aceh Tenggara Terbakar

Baca juga: Sabtu Besok, PLN Kutacane Aceh Tenggara Padamkan Listrik di 4 Kecamatan, Ini Lokasinya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.