TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemandangan tak biasa terlihat di langit Wonosobo, Minggu (9/8/2026). Sebanyak 40 balon diterbangkan dalam gelaran Tunas Bumi Fest 2026.
Bukan sekadar menjadi atraksi festival, balon-balon tersebut membawa tulisan mengenai sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemandangan balon yang membawa berbagai pesan program pemerintah itu sekaligus menjadi cara panitia menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui sebuah kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata Wonosobo.
Baca juga: Dugaan Penyimpangan Penyaluran PKH di Kalikajar Disorot, DPRD Wonosobo Bakal Panggil Dinas Sosial
Panitia pelaksana Tunas Bumi Fest 2026, Mantep Abdul Ghoni, mengatakan balon digunakan sebagai salah satu media untuk mengenalkan program pemerintah kepada masyarakat.
"Hari ini banyak sekali misinformasi di masyarakat, maka hari ini kami terbangkan semua program Pak Prabowo di balon," kata Mantep.
Menurutnya, sejumlah program yang diangkat melalui kegiatan tersebut di antaranya KDKMP, MBG, BGN, Koperasi Merah Putih, Jembatan Garuda, Sekolah Rakyat hingga Batalyon TP.
Mantep mengatakan sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai program pemerintah dan tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Ia menilai sejumlah program pemerintah berkaitan dengan upaya pemerataan ekonomi hingga tingkat desa.
Selain membawa pesan program pemerintah, kegiatan tersebut juga mengangkat tema pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai pesan kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat terbuka dan menarik perhatian.
"Hari ini ada 40 balon akan kita terbangkan sebagai bukti bahwa Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) ikut serta dalam meramaikan Hari Ulang Tahun Wonosobo yang ke-201," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan kegiatan seperti festival balon dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan sektor pariwisata daerah.
Wonosobo memiliki potensi alam yang melimpah. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk menarik semakin banyak wisatawan.
"Kita harus memulai, karena memang Wonosobo memiliki alam yang melimpah," kata Afif.
Menurut Afif, pengembangan wisata Wonosobo tidak hanya berkaitan dengan mendatangkan wisatawan, tetapi juga harus berjalan bersama upaya menjaga lingkungan.
Ia menyebut konsep sport tourism dan ekowisata sebagai bagian dari pengembangan pariwisata di Wonosobo.
Potensi tersebut semakin besar karena wilayah Wonosobo memiliki kawasan pegunungan dengan bentang alam yang menjadi daya tarik wisata.
Afif juga menyoroti penanaman kopi di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing dalam rangkaian festival ini. Menurutnya, tanaman kopi dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
Kopi yang ditanam di kawasan lereng gunung diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan dan air, sementara hasil panennya dapat meningkatkan perekonomian warga.
Ia berharap pengelolaan potensi alam tersebut mampu membuat wisatawan yang datang ke Wonosobo semakin banyak dan mendapatkan pengalaman yang berkesan.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat turut hadir memberikan perhatian terhadap pengembangan pariwisata Wonosobo.
Ia menilai Festival Balon Wonosobo merupakan kegiatan rutin yang berpotensi menarik wisatawan, termasuk wisatawan dari luar negeri.
"Saya optimis dan Wonosobo akan tetap lebih berjaya," kata Mohammad Jumhur Hidayat.
Menurutnya, tren masyarakat yang kini mencari tempat untuk beristirahat dan melakukan healing dapat menjadi peluang bagi daerah yang memiliki kekayaan alam seperti Wonosobo.
Ekowisata dinilai dapat terus berkembang seiring meningkatnya minat terhadap wisata yang menawarkan keindahan alam dan lingkungan.
Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah juga tengah membicarakan pengembangan ekowisata yang berkaitan dengan pemulihan lingkungan. Ia kemudian menyinggung konsep jasa lingkungan yang menurutnya memiliki nilai ekonomi.
"Jadi jasa lingkungan itu engga gratisan sebetulnya," ujarnya.
Ia mengatakan konsep tersebut dapat menjadi salah satu keunggulan Wonosobo dalam mengembangkan pariwisata berbasis keindahan dan kebaikan lingkungan.
Selain pengembangan ekowisata, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian.
Pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan persoalan sampah dapat diselesaikan.
"Memastikan tuntas sebelum akhir 2027 harus sudah tuntas," tandasnya (ima)