TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Ada cerita menarik dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya, saat menyaksikan laga uji coba PSS Sleman kontra Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (8/8/2026) malam.
Di tengah sorotan terhadap sejumlah pemain baru PSS Sleman untuk menghadapi Super League 2026/2027, Harda ternyata memiliki pemain yang paling menarik perhatiannya.
Bukan striker asing anyar atau pemain dengan nama besar, Harda justru memilih Riko Simanjuntak sebagai pemain favoritnya.
Selain Riko, pemain anyar asal Jepang, Hiromu Tanaka yang mengenakan nomor punggung 7, juga mencuri perhatiannya.
“Nomor 7, sama pemain kita yang gundul,” ujar Harda ketika ditanya pemain yang paling disukainya dalam pertandingan tersebut.
Saat awak media memastikan pemain yang dimaksud adalah Riko Simanjuntak, Harda langsung mengiyakan.
“Riko, aku paling seneng itu,” katanya.
Harda kemudian mengungkapkan alasan menyukai permainan Riko.
Menurutnya, winger berusia 34 tahun tersebut memiliki gaya bermain yang enerjik dan mampu menunjukkan keterampilannya di lapangan.
“Lincah dan semangat. Keterampilannya bisa ditunjukkan itu,” ujarnya.
Riko memang menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian dalam skuad PSS sejak dua musim terakhir.
Pengalaman serta karakter permainannya diharapkan mampu kembali memberikan warna berbeda bagi Super Elja setelah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Harda sendiri menyambut penuh rasa syukur kembalinya PSS Sleman ke Super League.
Ia berharap tim kebanggaan masyarakat Sleman tersebut tidak sekadar bertahan di kasta tertinggi, tetapi mampu bersaing untuk meraih prestasi lebih tinggi.
“Pemerintah dan masyarakat Sleman bersyukur atas prestasi PSS kembali ke Liga 1. Mudah-mudahan nanti bisa bertahan, bahkan bisa juara,” harapnya.
Baca juga: Daftar Pemain dan Jajaran Staf Pelatih PSS Sleman untuk Super League 2026/2027
Namun, Harda menyadari PSS Sleman masih membutuhkan waktu untuk menemukan komposisi terbaik.
Hal itu terlihat dari laga kontra Kendal Tornado FC yang menurutnya belum cukup untuk menggambarkan kekuatan sebenarnya PSS Sleman.
“Kita belum bisa berkomentar banyak karena ini baru mencari komposisi pemain yang terbaik atau tim inti yang seperti apa. Sehingga belum kelihatan pola permainan dan sebagainya,” ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut, PSS Sleman akhirnya menutup rangkaian peluncuran tim, jersey, dan sponsor dengan kemenangan tipis 1-0.
Gol tunggal Super Elja baru tercipta pada menit ke-90+2 melalui striker anyar asal Brasil, Matheus Fornazari.
Fornazari mencetak gol spektakuler lewat aksi salto setelah menerima umpan matang dari Kim Jeffrey Kurniawan.
Gol tersebut memastikan kemenangan PSS Sleman dalam laga yang berlangsung ketat hingga penghujung pertandingan.
Bagi Harda, kemenangan tersebut menjadi bagian dari proses PSS Sleman mematangkan tim sebelum benar-benar menghadapi kerasnya persaingan Super League 2026/2027. (*)