TRIBUNJOGJA.COM - Lagu "Rasa Sayange" merupakan salah satu lagu daerah Indonesia yang berasal dari Maluku.
Lagu ini telah dikenal dan dinyanyikan secara turun-temurun oleh masyarakat Kepulauan Maluku.
Dengan irama yang ceria dan lirik yang sederhana, "Rasa Sayange" sering digunakan dalam berbagai kegiatan kebudayaan pertunjukan seni, acara perpisahan, dan juga festival yang memperkenalkan budaya Indonesia.
Namun, lagu ini sebenarnya tidak hanya memiliki irama yang mudah diingat.
Di balik liriknya terdapat pesan mengenai kasih sayang, persahabatan, serta hubungan antarmanusia.
Berasal dari Maluku dan Diturunkan Secara Lisan
"Rasa Sayange" atau yang juga sering disebut "Rasa Sayang-Sayange" merupakan lagu tradisional yang berasal dari Maluku.
Lagu ini telah diwariskan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Karena berkembang dalam tradisi masyarakat, terdapat beberapa versi lirik yang dapat ditemukan.
Hal tersebut membuat bait-bait dalam "Rasa Sayange" cukup fleksibel. Liriknya dapat disesuaikan dengan suasana atau pesan yang ingin disampaikan ketika lagu dinyanyikan.
Menggunakan Bentuk Pantun
Salah satu hal menarik dari lagu "Rasa Sayange" adalah susunan liriknya yang memiliki kemiripan dengan pantun.
Contohnya terdapat pada bait:
"Kalau ada sumur di ladang"
"Boleh kita menumpang mandi"
"Kalau ada umurku panjang"
"Bolehlah kita berjumpa lagi"
Dua baris pertama berfungsi sebagai sampiran, sedangkan dua baris berikutnya menjadi isi yang menyampaikan pesan.
Bait tersebut juga menunjukkan bagaimana masyarakat menggunakan bahasa sederhana untuk menyampaikan sebuah harapan.
Makna Kasih Sayang dan Keakraban
Kata "rasa sayange" yang terus diulang menjadi bagian penting dalam lagu ini.
Secara umum, ungkapan tersebut menggambarkan rasa sayang, keakraban, dan perhatian kepada orang lain.
Pesannya tidak terbatas pada hubungan antara pasangan. Rasa kasih sayang yang dimaksud juga dapat ditujukan kepada keluarga, teman, tetangga, maupun masyarakat secara luas.
Karena itu, lagu ini sering terasa cocok dinyanyikan secara bersama-sama. Suasananya dapat menciptakan rasa dekat antara orang-orang yang sebelumnya mungkin tidak saling mengenal.
Makna Bait "Kalau Ada Umurku Panjang"
Bait yang paling populer dalam lagu ini berbunyi:
"Kalau ada umurku panjang,
Bolehlah kita berjumpa lagi."
Lirik tersebut mengandung pesan tentang perpisahan dan harapan untuk kembali bertemu.
Seseorang mungkin harus berpisah dengan orang-orang yang disayanginya. Namun, perpisahan tersebut tidak harus menjadi akhir dari sebuah hubungan.
Selama masih ada kesempatan dan umur yang panjang, selalu ada harapan untuk kembali bertemu.
Pesan sederhana tersebut membuat "Rasa Sayange" juga sering digunakan dalam acara perpisahan.
Baca juga: Makna Tembang Dolanan Jaranan, Lagu Anak Tradisional dari Jawa Tengah
Pernah Muncul dalam Kontroversi Budaya
"Rasa Sayange" juga pernah menjadi bagian dari perdebatan mengenai penggunaan budaya Indonesia dalam promosi pariwisata Malaysia.
Pada 2007, lagu ini digunakan dalam kampanye pariwisata "Malaysia Truly Asia". Penggunaan tersebut kemudian mendapat protes dari pemerintah dan masyarakat Indonesia yang menganggap "Rasa Sayange" merupakan warisan budaya Indonesia dari Maluku.
Perdebatan tersebut kemudian mendorong masyarakat kembali membicarakan sejarah dan asal-usul lagu yang selama ini telah dikenal luas.
Direkam Lokananta pada 1962
Salah satu catatan penting mengenai sejarah lagu ini berkaitan dengan Lokananta, perusahaan rekaman pertama di Indonesia yang berada di Surakarta.
Pada 1962, "Rasa Sayange" direkam dalam bentuk piringan hitam sebagai bagian dari album suvenir untuk menyambut para delegasi Asian Games IV di Jakarta.
Dokumentasi tersebut menjadi salah satu bukti sejarah penting mengenai keberadaan lagu "Rasa Sayange" di Indonesia.
Sering Dinyanyikan Saat Perpisahan
Karakter musiknya yang ceria, sederhana, dan mudah diikuti membuat "Rasa Sayange" sering digunakan dalam berbagai kegiatan.
Lagu ini dapat ditemukan dalam acara kebudayaan, pertunjukan seni, kegiatan sekolah, hingga acara perpisahan.
Bait tentang harapan untuk kembali bertemu juga membuat lagu ini terasa cocok digunakan ketika seseorang harus berpisah dengan teman atau orang-orang yang selama ini dekat dengannya.
Pada akhirnya, "Rasa Sayange" bukan hanya lagu daerah dengan melodi yang mudah diingat. Lagu ini menjadi gambaran tentang bagaimana masyarakat menyampaikan kasih sayang dan menjaga hubungan dengan orang lain melalui sebuah lagu.
Rasa sayange rasa sayang sayange
Ku lihat dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Ku lihat dari jauh rasa sayang sayange
Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
Bolehlah kita berjumpa lagi
Rasa sayange rasa sayang sayange
Ku lihat dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Ku lihat dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Ku lihat dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Ku lihat dari jauh rasa sayang sayange
(MG ABIL PRAMUDYA)