Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kebun sayur sendiri di rumah kini bukan lagi hal yang sulit, terutama bagi Anda yang tinggal di perkotaan dengan lahan yang terbatas. Metode bercocok tanam modern tanpa media tanah atau yang biasa dikenal dengan hidroponik semakin diminati karena perawatannya yang praktis dan bersih dari kotoran. Salah satu keunggulannya adalah, teknik ini sama sekali tidak memerlukan pasokan listrik untuk mesin pompa air.
Banyak pemula kerap merasa ragu karena mengira jika hidroponik memerlukan instalasi yang rumit dan biaya yang mahal. Padahal, dengan memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar rumah seperti botol plastik, siapa pun bisa merakit sistem bercocok tanam mandiri yang efisien. Tanpa perlu kabel atau colokan tambahan, tanaman tetap bisa tumbuh subur berkat prinsip kapiler air yang mengalirkan nutrisi secara alami.
Apakah Anda ingin memulai bercocok tanam menggunakan sistem ini? Jika iya, Liputan6 akan mengajak Anda memahami 7 langkah demi langkah merakit kebun mini di rumah dengan sangat mudah.

Metode bercocok tanam hidroponik sebenarnya dibagi dua yang paling, yakni memakai listri dan tanpa aliran listrik. Secara prinsip, semuanya tetap mengandalkan teknis fisika namun yang tanpa memakai listrik cara bekerjanya sederhana dan biasa disebut sistem sumbu atau wick system.
Air beserta larutan nutrisi di dalam wadah bawah akan diserap ke atas secara terus-menerus melalui daya kapilaritas kain flanel atau bahan penyerap lainnya. Cara kerja pasif ini memastikan akar tanaman tetap lembap dan mendapatkan pasokan makanan yang cukup setiap saat tanpa ketergantungan pada aliran listrik PLN. Ini hal-hal dasar yang perlu Anda pahami sebelum memulai bercocok tanam:

Setelah Anda yakin untuk memulai, langkah awal yang bisa dilakukan dalam menjalankan hobi berkebun ini adalah dengan mengumpulkan berbagai barang bekas siap pakai yang ada di sekitar rumah. Ini akan lebih murah karena tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam.
Namun begitu, Anda perlu memastikan bahwa semua wadah dan alat pemotong yang digunakan dalam kondisi bersih serta tidak bocor, agar tanaman terhindar dari jamur atau bakteri penyakit sejak awal penanaman. Ini panduannya:

Setelah seluruh bahan terkumpul dengan lengkap, proses perakitan wadah dapat segera dimulai dalam hitungan menit saja. Prosesnya tidak rumit, selama bahannya sudah ada dan hanya perlu memperhatikan sisi detailnya. Berikut caranya:
Keberhasilan utama dalam bercocok tanam tanpa tanah sangat bergantung pada ketepatan takaran larutan mineral yang diberikan kepada tanaman.
Nutrisi khusus yang dikenal dengan nama AB Mix mengandung berbagai unsur hara makro dan mikro esensial yang sangat dibutuhkan tanaman sayuran hijau agar daunnya tumbuh lebar dan hijau.

Sebelum dimasukkan ke dalam wadah utama, biji tanaman sayuran seperti kangkung, bayam, atau selada harus disemai terlebih dahulu.
Gunakan media semai yang gembur dan jaga kelembapannya setiap hari dengan cara menyemprotkan air bersih secara berkala.
Ketika benih telah memunculkan dua helai daun sejati, tanaman muda tersebut sudah siap dipindahkan secara hati-hati ke dalam media tanam hidroponik.
Merawat kebun mini di rumah tergolong sangat minim tenaga karena Anda hanya perlu mengontrol volume air secara berkala.
Letakkan wadah tanaman di tempat terbuka yang mendapatkan paparan sinar matahari langsung minimal 4 hingga 6 jam setiap hari.
Momen paling membahagiakan bagi setiap pegiat berkebun pemula adalah saat menikmati hasil kerja keras sendiri di atas meja makan.
Sayuran daun seperti kangkung dan pakcoy biasanya sudah memasuki usia siap petik dalam kurun waktu sekitar 30 hingga 45 hari setelah masa pindah tanam.
Potong bagian pangkal batang dengan pisau bersih atau cabut beserta akarnya jika ingin langsung membersihkan wadah untuk siklus penanaman berikutnya.
1. Apakah semua jenis tanaman sayuran bisa ditanam dengan metode tanpa listrik ini?
Metode tanpa listrik sangat ideal untuk jenis tanaman sayuran daun yang tidak membutuhkan ruang akar terlalu besar, seperti kangkung, bayam, selada, dan caisim. Tanaman buah besar kurang disarankan karena membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi yang jauh lebih tinggi.
2. Berapa sering larutan nutrisi di dalam wadah harus ditambah atau diganti?
Anda cukup memantau ketinggian air setiap dua hingga tiga hari sekali dan menambahkan larutan nutrisi jika volumenya berkurang. Penggantian total larutan secara keseluruhan bisa dilakukan setiap dua minggu sekali untuk menjaga kebersihan air.
3. Apakah air hujan dapat digunakan sebagai pengganti air biasa untuk melarutkan nutrisi?
Air hujan sebenarnya aman digunakan karena sifatnya yang bersih dan bebas kaporit, namun pastikan air hujan tersebut tidak tercemar debu atap rumah. Air sumur atau air PDAM yang diendapkan selama sehari semalam tetap menjadi pilihan yang paling aman.
4. Mengapa daun tanaman hidroponik pemula terkadang menguning?
Daun menguning biasanya disebabkan oleh kurangnya paparan sinar matahari langsung atau kekurangan unsur hara pada larutan nutrisi. Pastikan tanaman diletakkan di tempat terang dan takaran pupuk AB Mix sudah sesuai petunjuk.
5. Apakah teknik ini memerlukan pupuk tambahan selain larutan AB Mix?
Larutan AB Mix sudah diformulasikan secara khusus dan lengkap untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tanaman hidroponik dari masa pertumbuhan hingga panen. Anda tidak memerlukan tambahan pupuk kimia lain agar tanaman tetap tumbuh subur dan sehat.