SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Ampera, Palembang, menjadi momentum bagi Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) untuk mengajak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum melalui kampanye “Shift to Train”.
Kegiatan yang digelar pada Minggu (9/8/2026) tersebut sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan LRT Sumatera Selatan (Sumsel). Saat CFD berlangsung, jumlah penumpang LRT tercatat mencapai tiga kali lipat dibandingkan hari biasa yang rata-rata sekitar 12.000 penumpang.
Kepala Seksi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana BPKARSS, Aditya Yunianto, mengatakan tingginya jumlah penumpang saat CFD menjadi peluang untuk terus mendorong masyarakat menjadikan transportasi publik sebagai pilihan mobilitas.
Baca juga: Wahana Flying Fox Damkar Palembang Kembali Hadir di CFD Palembang, Ajarkan Keberanian Sejak Dini
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini jumlah penumpang LRT Sumsel dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” kata Aditya.
Menurut Aditya, kegiatan “Shift to Train” menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan instansi terkait untuk mendekatkan layanan transportasi umum kepada masyarakat.
“Kegiatan ini untuk menggelorakan masyarakat naik angkutan umum dan menjadi wadah kolaborasi komunitas dan instansi untuk mendekatkan penumpang dengan layanan transportasi umum,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi BPKARSS bersama Dinas Perhubungan Kota Palembang dan Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ).
Berbagai kegiatan digelar untuk menarik minat masyarakat, mulai dari sosialisasi transportasi publik dan pembagian peta panduan transportasi, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penjualan kartu berlangganan LRT Sumsel.
Masyarakat juga diajak mengikuti permainan interaktif, seperti pengumpulan stempel LRT Sumsel berhadiah dan permainan tukar tiket LRT. Rangkaian kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari warga yang mengikuti CFD di kawasan Bundaran Ampera.
Aditya mengatakan BPKARSS terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pengalaman masyarakat dalam menggunakan LRT Sumsel.
Salah satunya melalui program “LRT Customer Journey” yang bertujuan memastikan layanan LRT semakin dekat, mudah, dan nyaman digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Upaya tersebut juga dilakukan melalui penambahan jam operasional dan perjalanan LRT Sumsel oleh BPKARSS bersama PT KAI Divisi Regional III Palembang untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Salah satunya saat pelaksanaan Car Free Night di kawasan Atmo, Palembang, yang turut didukung dengan penambahan perjalanan LRT.
Sementara itu, Direktur Eksekutif I FDTJ, Andriansyah Yasin Sulaeman, menilai kolaborasi seperti “Shift to Train” perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
“Kolaborasi ini perlu terus dilanjutkan untuk meningkatkan minat masyarakat naik angkutan umum,” kata Andriansyah.
Ia menilai kegiatan tersebut efektif dalam membangun budaya baru di masyarakat sehingga transportasi publik mulai dipandang sebagai pilihan utama dalam mobilitas sehari-hari.
Menurutnya, pengalaman FDTJ dalam melakukan advokasi transportasi publik di Jakarta dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan budaya penggunaan transportasi umum.
Sinergi antara pemerintah, pengelola transportasi, dan komunitas diharapkan mampu menjadi katalis dalam meningkatkan jumlah pengguna LRT Sumsel.
Dengan menggabungkan edukasi, layanan publik, dan hiburan, kegiatan “Shift to Train” diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat Palembang untuk menggunakan transportasi massal yang ramah lingkungan.
Penggunaan LRT juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus mendukung terciptanya sistem transportasi perkotaan yang lebih sehat, modern, dan berkelanjutan.