Dokter Benny Sihombing Mengundurkan Diri Usai Komentarnya soal Pasien BPJS Viral
Rita Lismini August 09, 2026 05:39 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Dokter Benny Christian Sihombing semmpat menjadi sorotan setelah komentarnya terkait curhatan Yurizal, pasien BPJS viral di media sosial. 

Sebelum meninggal dunia, Yurizal menulis curhatan di akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026 lalu. 

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal.

Sehari setelahnya, tepatnya pada 23 Juli 2026, akun Threads @bennychrtsn milik Benny Christian mengomentari postingan Yurizal tersebut. 

"Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yang pakai banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, gak cuma lu sendiri. Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," tulis Benny.

Mirisnya, Yurizal justru dikabarkan meninggal dunia karena kondisinya makin drop setelah mendapat belasan komentar menohok dari deretan tenaga kesehatan, salah satunya Benny Christian. 

Kabar Yurizal meninggal disampaikan akun @hilperd yang mengaku sebagai sepupu Yurizal.

"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat banget. Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads, sebelumnya dia sakit gak pernah cerita-cerita ke mana bahkan ke keluarga. Apa-apa disimpan sendiri. Sudah ya jangan ada yang hate lagi di sini," tulis akun @hilperd pada Senin (3/8/2026), dikutip TribunBengkulu.com, Rabu (5/8/2026).

Dokter Benny Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah kabar tersebut beredar, Benny  akhirnya buka suara melalui video yang diunggah pada Selasa (4/8/2026).

Dalam video tersebut, Benny menyampaikan permintaan maaf atas komentar yang ia tuliskan di Threads.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Yurizal.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di media sosial, di Threads. Saya juga ingin menyampaikan turut berduka cita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal," ujar Benny.

Benny mengatakan dirinya bertanggung jawab penuh atas tulisan yang dibuatnya.

Ia juga menyatakan siap menerima segala konsekuensi atas komentarnya, termasuk apabila terdapat proses hukum maupun sanksi dari rumah sakit, organisasi profesi, maupun instansi terkait.

"Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Jika nanti ada proses hukum saya akan mengikutinya tanpa pembelaan. Saya juga menerima semua konsekuensi dari rumah sakit, IDI, MKEK ataupun instansi lainnya," katanya.

Benny juga menegaskan tidak akan menghapus komentar yang ditujukan kepadanya maupun mengunci akun media sosialnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas kesalahan yang telah dilakukan.

"Saya memohon maaf karena telah membuat keributan ini. Saya berharap ke depannya saya akan lebih bijak lagi dalam bermedia sosial," tutup Benny.

Dokter Benny Mengundurkan Diri 

Ia pun kini mengundurkan diri dari RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.

Pihak rumah sakit menerima surat pengunduran diri yang bersangkutan pada Jumat (7/8/2026).

Direktur RSUD Ruteng, Oktavianus Yanuarius mengatakan, dr Benny mengajukan permohonan pengunduran diri sejak Kamis (6/8/2026). 

Surat pengunduran dirinya diterima oleh Kabag Tata Usaha RSUD Ruteng.

"Permohonannya diterima rumah sakit. Jadi sejak kemarin yang bersangkutan tidak lagi bekerja di RSUD Ruteng," katanya, Jumat (7/8/2026).

Ia melanjutkan, pihak rumah sakit juga telah mengumumkan hal tersebut melalui media sosial.

Ia berharap, polemik yang sedang terjadi tidak berdampak dan mengganggu pelayanan di rumah sakit.

"Di sisi lain, RSUD Ruteng selalu berupaya mendengarkan keluhan dan memberikan pelayanan yang terbaik dari segala keterbatasan yang ada," tambahnya.

Ia juga mengatakan, RSUD Ruteng menerima kritik dan saran yang santun dan membangun.

Hal ini juga membantu untuk pembenahan internal.

Bukan Anggota IDI Siantar

Sebelumnya Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pematangsiantar - Simalungun, dr Reinhard JD Hutahaean buka suara soal dokter Benny Sihombing yang bully pasien BPJS.

Adapun dr Benny Sihombing tengah menjadi sorotan setelah menyuruh pasien BPJS ke kamar jenazah setelah mengeluh soal tak dapat ruangan sebelum meninggal dunia.

Kini sosok Benny Sihombing pun jadi sasaran warganet.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pematangsiantar - Simalungun, dr Reinhard JD Hutahaean menyampaikan bahwa pihaknya baru mengetahui ada peristiwa miris tersebut dari sejumlah media.

“(Yang bersangkutan) tidak terdaftar di IDI Cabang Siantar-Simalungun. Mungkin saja memang marga Sihombing dan mungkin orangtuanya dulu orang Siantar,” kata dr Reinhard JD Hutahaean.

Reinhard pun menaruh empati pada pasien BPJS yang meninggal dunia dan telah menerima rundingan dari sejumlah tenaga kesehatan yang membalas utasnya dari media sosial threads. 

“Patut diproses oleh organisasi ini,” singkatnya. 

 

Sumber: TribunBogor

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.