Babak Baru Kasus 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel, Sterilisasi & Siswa Belajar Jarak Jauh
Talitha Daren August 09, 2026 06:38 PM

TRIBUTRENDS.COM - Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP), Jakarta Selatan, memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan menyusul temuan ratusan senjata di lingkungan sekolah.

Kebijakan tersebut akan diberlakukan mulai Senin (10/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026).

Langkah itu diambil sebagai upaya menjaga keamanan dan memastikan keselamatan para peserta didik selama persoalan tersebut ditangani.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengatakan keputusan PJJ merupakan bentuk prioritas pihak sekolah terhadap kepentingan dan keselamatan anak.

Selain mengubah sistem pembelajaran, pihak yayasan juga meminta kepolisian melakukan sterilisasi terhadap seluruh area sekolah.

Proses sterilisasi tersebut nantinya melibatkan koordinasi dengan sejumlah ahli, termasuk kemungkinan keterlibatan Densus 88 Antiteror Polri.

Permintaan itu diajukan karena masih terdapat sejumlah ruangan yang tertutup dan berada dalam garis polisi sehingga pihak yayasan belum mengetahui kondisi di dalamnya.

Di tengah polemik tersebut, yayasan juga berencana mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meminta perlindungan hukum.

Pihak yayasan turut berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk membahas persoalan tersebut.

Sementara itu, temuan ratusan airsoft gun dan senjata api di ruangan sekolah masih menjadi perhatian dan tengah ditangani oleh pihak berwenang.

Baca juga: 995 Senpi di Sekolah Swasta Awalnya Disebut untuk Ekstrakurikuler, Yayasan Bantah: Gimana Masuknya?

Kirim Surat ke Kemendikdasmen

Di sisi lain, Hermawanto menyebut pihaknya akan mengirim surat resmi ke Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) untuk perlindungan hukum atas masalah yang tengah terjadi.

"Tadi disampaikan Komisi X DPR RI melalui Pak Lalu, Wakil Ketua Komisi X sudah menyatakan beliau sangat serius dan konsen untuk meminta peristiwa ini senjata yang ada di dalam sekolah itu harus segera diselesaikan dengan tuntas dan memastikan bahwa peserta didik itu aman, proses belajar mengajar itu berjalan dengan lancar tanpa ada kekhawatiran apa pun," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum yayasan lainnya, Annisa EF Ismail mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk bertemu membahas masalah ini pada Senin besok.

Hal ini dilakukan agar yayasan bisa meminta perlindungan dan juga petunjuk mengenai situasi yang dialami saat ini supaya saat sekolah mengambil langkah.

"Ada 720 manusia yang kepentingannya sedang kami wakilkan. Itu ada 580 murid lebih dari setengahnya anak SD. Emm anak jauh di bawah umur yang memang harus kita wakilkan. Ada juga 140 guru dan tenaga didik yang selama ini ternyata keselamatannya terancam. Kami sungguh menyesali hal ini bisa terjadi," jelas Annisa.

Baca juga: Ini Sosok Anggota Ormas yang Kabur Usai Aniaya Polisi di Soreang, Punya Senpi Rakitan, Kini Buron

TEMUAN SENJATA - Benda berbentuk senjata yang ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan
TEMUAN SENJATA - Benda berbentuk senjata yang ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan (Tribun Trends/HO/IST)

Temuan Ratusan Senjata

Polda Metro Jaya mengungkap dari 996 senjata yang ditemukan di ruang sekolah, satu pucuk senjata merupakan senjata api (senpi) dan sisanya 995 pucuk merupakan senapan angin.

Kepastian tersebut diperoleh polisi setelah Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan pendalaman atas laporan masyarakat.

Satu senjata api yang ditemukan diketahui tercatat atas nama seseorang berinisial DS.

Hasil penelusuran Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menunjukkan pemilik senjata tersebut telah meninggal dunia pada 2020.

Sementara itu, 995 senapan angin yang diamankan terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, dan 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.

Baca juga: Pria Terduga Maling Ayam di Tabanan Bali Disebut Bawa Senjata Tajam, Aksi Warga Tidak Direncanakan

TEMUAN 995 SENPI - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di ruangan sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 10 Juli 2026. Temuan ini bermula saat pihak sekolah hendak mengambil keperluan para siswa. Ruangan itu dulunya ditempati mantan Ketua Pengurus Yayasan, IWD, yang dipecat sejak April 2026. (Istimewa/HO/ via Tribunnews)

Barang Bukti Diamankan

Seluruh barang tersebut kini diamankan di gudang Subdit Wasendak Ditintelkam Polda Metro Jaya.

Polisi juga mengungkap adanya dokumen impor berupa Surat Izin Impor (SI) Nomor 5483/XII/2008 yang berkaitan dengan softgun dan senapan angin.

Meski demikian, polisi masih mendalami alasan ratusan senapan angin tersebut disimpan di lingkungan yayasan.

Menurut Budi, barang-barang tersebut diduga disimpan oleh mantan pengurus yayasan berinisial IW.

Setelah IW tidak lagi menjadi pengurus pada 2026, pihak pengelola yayasan yang baru meminta seluruh barang dipindahkan dari lokasi.

Saat proses tersebut, pengelola menemukan ratusan benda menyerupai senjata dan kemudian melaporkannya kepada Polres Metro Jakarta Selatan.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.